Laman

Tampilkan postingan dengan label Fluff. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fluff. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2014

EXO Fanfiction: Si meragukan,Sehun.

(A/N : yang jelas ini kelanjutan dari pasangan Sehun-Eun Hyun.Happy reading,enjoy^^)

***

" aku tidak yakin denganmu,dengan kita "

***

Terdengar suara langkah kaki cepat yang memecah kesunyian jalanan kompleks malam itu.Kaki jenjang yang di bungkus flat shoes berwarna biru langit yang menjadi alasannya.Perempuan itu memakai almamater kedokterannya lengkap dengan tas yang berisi perlatan medisnya.
Dengan ekspresi wajah yang benar-benar menyeramkan ia terus berjalan cepat menghindari laki-laki jangkung yang terus berusaha menjangkaunya.

" Eun hyun-ah,tunggu! "

Dokter muda itu menggembungkan pipinya kesal saat laki-laki jangkung bernama Oh Sehun itu berhasil meraih lengannya.

" dengar,aku minta maaf soal ini,aku benar-benar tidak bermaksud seperti apa yang kau pikirkan,sungguh! " ujarnya dengan nada penekanan yang kentara.

" tidak bermaksud seperti apa yang aku pikirkan? Memangnya kau tau aku berpikir apa? " tanya Eun Hyun sarkatis.

Sehun menelan ludahnya,tatapan tajam yang ditujukan Eun Hyun padanya benar-benar membuatnya seperti kutu yang terpitas.

" aku memang tidak pandai,tapi aku tau kalau kau sedang marah padaku,terutama soal itu " ucap Sehun pelan.

" soal itu? kau bahkan tidak berani menyebutnya,Tuan Penari "

Sehun mengetuk-ngetukkan sepatu sneakers abu-abu-nya ke aspal jalan,matanya bergerak menunjukkan bahwa sekarang ini laki-laki yang baru berumur 21 tahun itu sedang memutar otaknya.

" aku tidak tau kenapa,tapi sikapmu membuatku malas denganmu untuk saat ini dan mungkin untuk beberapa minggu ke depan " ucap Eun Hyun santai.

" ap—apa? beberapa minggu ke depan?! " Sehun berjengit kaget.Mungkin ia akan bernapas lega jika Eun Hyun mengatakan beberapa detik atau beberapa menit ke depan.

Tapi ini?! Beberapa minggu?!

Sehun menggelengkan kepalanya kuat-kuat,pertanda bahwa ia menolak kata-kata Eun Hyun barusan.

" Eun Hyun manis,dengar aku,aku tau aku salah dalam masalah ini,aku tau itu.Aku benar-benar minta maaf dan aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini,malam ini juga " ucap Sehun bersikeras.

Eun Hyun tertawa sinis.
" sudah ku bilang,bahkan kau tidak berani menyebut kesalahan mu sendiri,kenapa? apa kau membenarkan ucapan Ibu-mu? "

" tidak semua yang Ibu ku katakan itu benar,jadi— "

" tidak semua? Berarti sebagian besar ucapan Ibu-mu itu benar? " Lagi-lagi Eun Hyun bertanya dengan nada sinis yang membuat Sehun makin menciut.

Ia merasa seperti kain pel bekas yang berada di sudut ruang janitor sekolahnya.

Mereka berdua sama-sama diam dengan Eun Hyun yang masih menatap Sehun menunggu jawaban yang akan di keluarkannya dan Sehun yang menunduk—masih dengan sepatu yang ia ketuk-ketukan ke aspal—

" yasudahlah,lupakan masalah kau yang tidak pernah memberitahu Ibu-mu tentang hubungan kita,lupakan perkataan Ibu-mu yang mengatakan kalau sikap luar biasa senangmu tigabulan terakhir ini karena mantanmu yang bernama Ah Ra itu.Aku harus ke rumah sakit,sampai jumpa beberapa minggu ke depan,Sehun "

Eun Hyun berbalik badan lalu melangkahkan kakinya menjauh dari Sehun,sementara itu,dari jarak beberapa meter di belakangnya Sehun hanya dapat memandang punggung perempuan yang resmi menjadi kekasihnya selama tigabulan ini dalam diam.

***

" hari ini aku ingin izin bekerja setengah hari "

Yixing mengernyit heran mendengar ucapan anak buah kesayangannya itu.

" ada masalah apa? " tanyanya.

" aku ada masalah dengan Eun Hyun.Ini masalah hidup dan mati,hyung " jawab Sehun lesu.

Yixing tertawa kecil.Laki-laki di hadapannya ini benar-benar payah soal perempuan,batinnya.

" kau mau aku potong gajimu? "

Sehun membulatkan matanya,kemudian menggeleng.
" jangan,hyung! Ku mohon,kau juga tau 'kan arti penting gaji itu bagiku? Yaaa—ku mohon,izinkan aku keluar dari sini saat makan siang dan jangan potong gajiku " Sehun memelas seperti anak kucing yang minta dikasihani.

" dasar anak kecil,aku hanya bercanda.Baiklah,kau boleh keluar saat makan siang " ujar Yixing lalu tergelak.

" sungguh?! kau tidak akan memotong gajiku 'kan hyung?! " serunya dengan mata berbinar,Sehun meraih tangan Yixing dan menggenggamnya erat.

" aku janji akan mengajakmu ke Yanggu dan melihat pemandangan indah disana " ujarnya dengan nada penuh haru.

Yixing melepas tangan Sehun dengan risih lalu mengayunkan tangannya ke depan.
" aku tunggu janjimu itu,cepat sana pergi dan jangan pasang wajah sok imut mu itu,Sehun "

Sehun hanya meringis lalu bangkit dari kursi,membungkuk sebentar dan keluar dari kantor Yixing.

" mengajakku ke Yanggu? Memang dia punya uang banyak? Ckckck dasar an—ASTAGA SEHUN KAU MENGAGETKANKU!! "

Yixing hampir terjungkal dari kursinya saat melihat kepala Sehun yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.Sehun melebarkan senyumannya.

" hyung,boleh aku pergi sekarang? ada yang harus ku lakukan "

Yixing mendengus lalu mengangguk.
" sekali lagi kau melakukan hal seperti tadi aku akan memotong gajimu,sungguh " kesalnya.

" hehehe,maaf hyung,kalau begitu sampai jumpaa " pamitnya lalu menutup pintu.

Yixing menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Sehun,ia meraih ponselnya dan berniat menelepon Ibu-nya.Mata Yixing membulat melihat jam yang tertera di layar ponselnya.Ia menghela nafas pasrah lalu menelungkupkan kepalanya di atas meja.

" astaga…kenapa aku mengizinkan anak buahku pergi padahal dia baru saja datang,Oh Sehun anak itu benar-benar… "

***

Sehun tersenyum membayangkan rencananya kali ini akan berhasil.Saat ini ia sedang duduk menunggu pesanan sup rumput laut kesukaan Eun Hyun.Membayangkan Eun Hyun yang akan melahap sarapan sup rumput laut darinya.

Pasti dia sangat lelah,batinnya.

" Tuan,ini pesanan anda " ucap Bibi Pelayan yang datang menghampiri Sehun dengan kantung plastik berisi sup rumput laut.

Sehun mengambil kantung plastik itu dan menyerahkan beberapa lembar won pada Bibi Pelayan.
" terimakasih " ucapnya lalu berbalik dan berjalan menuju pintu keluar.

" Tuan! "

Sehun menoleh saat mendengar Bibi Pelayang memanggilnya.
" ya? " sahutnya masih dengan senyuman lebar.

" uangnya kelebihan! "

" ambil saja kembaliannya "

Sehun kembali melanjutkan jalannya,ia tidak peduli lagipula dua hari lagi ia akan menerima gaji danYixing tidak akan memotong gajinya.

Yaa—setidaknya harus ada yang mengingatkan Sehun kalau hari ini ia sama sekali tidak bekerja,jadi laki-laki itu tidak perlu se-yakin itu dan melebihkan uangnya.

***

" permisi,apa Dokter Cho ada di ruangannya? " tanya Sehun ramah kepada penjaga resepsionis.

" Dokter Cho? Yang perempuan atau yang laki-laki? " tanya penjaga resepsionis itu.

Sehun menepuk jidatnya pelan,lupa kalau dokter yang bermarga Cho tidak hanya satu di  rumah sakit sebesar ini.
" Perempuan,Dokter Cho Eun Hyun,dia pacarku "

Penjaga resepsionis itu merubah raut wajahnya mungkin sedikit kecewa mengetahui laki-laki tampan di depannya ini adalah pacar dokter muda yang tadi pagi juga di cari oleh seorang laki-laki yang tidak kalah tampan dengan Sehun.

" tidak tau,cari saja sendiri " ucapnya cuek lalu kembali duduk dan berkutat dengan data-data yang ada di hadapannya.

Sehun mengernyit heran,biasanya ia akan langsung marah-marah tapi berhubung mood-nya sedang baik ia tidak peduli dan kembali melanjutkan perjalannya.

Tujuan pertamanya adalah; ruang kerja Eun Hyun.

" eoh? anda bukannya pacar Dokter Cho? " seorang suster betubuh gempal menginterupsi langkah Sehun.

Sehun mengangguk.
" kau lihat dimana dia? "

" oh iya,tadi Dokter Cho pergi keluar bersama pasien pertamanya,sepertinya mereka sarapan di restoran seberang "

" pasien per—apa? " tanya Sehun tergagap.

" pasien pertama,laki-laki yang tampan itu.Kim Jongin. "

Rahang Sehun mengatup keras,seketika mood-nya langsung berubah drastis.

Si Jongin itu,benar-benar mood breaker untuk Sehun setelah kata potong gaji.

***

Jongin tersenyum manis setelah mendengar keluh kesah yang di keluarkan sahabat perempuan di hadapannya ini.Entah,sebagian dari hatinya merasa senang melihat kekesalan Eun Hyun pada Sehun yang sepertinya kali ini dapat membuat hubungan mereka terancam berakhir dan itu berarti ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan Eun Hyun.Sedangkan,disisi lain ia juga tidak tega melihat Eun Hyun sedih dan merasa kesal dengan sikap Sehun.

Tapi,apapun perasaan yang di rasakannya,Kim Jongin harus terlihat berkarisma di depan Eun Hyun.Dan tentu saja harus terlihat lebih dewasa dari si Sehun yang menyebalkan itu.

" tenangkan pikiranmu,pikirkan baik-baik dan jangan betindak gegabah atau kau akan menyesal " ujarnya lembut.

Eun Hyun menghela nafas,bebannya terasa lebih ringan setelah meluapkan semua keluh kesahnya pada Jongin.

" maka dari itu aku meminta Sehun untuk tidak menemuiku beberapa minggu ini,kau tau? melihat Sehun aku merasa seperti pasien penderita darah tinggi yang melihat daging kambing "

Jongin tergelak,lebih tepatnya ia menertawakan dirinya sendiri.

Pasien darah tinggi yang melihat daging kambing? Itu berarti Eun Hyun menginginkan Sehun tapi ia tau kalau Sehun itu akan membuatnya sakit.Jadi Eun Hyun merasa kesal,ia suka Sehun tapi disisi lain Sehun itu menyebalkan.

Ckckck,si Jongin yang malang,hatinya membatin duka.

" lalu aku harus melakukan apa untukmu? " tanya Jongin.

Setidaknya Jongin harus membuat Eun Hyun tersenyum dulu,karena dengan begitu ia juga akan tersenyum.

" temani aku kemanapun hari ini "

Jongin mengangguk mantap dengan senyuman manisnya,ia menatap ke arah jendela besar di belakang Eun Hyun dan mendapati Sehun beridiri di sana.Laki-laki itu menatap Jongin dengan tajam sedang Jongin hanya dapat menarik satu sudut bibirnya.

***

Si Jongin itu memang suka menindas yang lemah.

Kyuhyun hampir saja menyiram Sehun dengan sup rumput laut yang di santapnya kalau saja ia tidak ingat rasa supnya yang enak.Telinganya panas mendengar Sehun yang terus berkata seperti itu.Mengoceh tidak jelas tentang Jongin ini dan Jongin itu.

" jadi kau merasa dirimu lemah dan Jongin kuat? " tanya Kyuhyun setelah menghabiskan sup-nya.

Sehun menggeleng spontan.

" tentu saja tidak! Hyung! Aku ini korban kelicikannya! " serunya.Sekarang Sehun terlihat seperti Ibu-ibu yang melapor ke polisi karena dompetnya yang di copet.

" kalau begitu tunjukkan " ucap Kyuhyun dengan nada serius.

Kyuhyun menatap Sehun dalam,kali ini ia harus mencampuri urusan mereka.

Kyuhyun tidak suka melihat Eun Hyun menangis lagi.

" Sehun dengar,kau adalah pilihan adikku,aku dan orang tuaku.Kalau kau bersikap seperti ini,lemah dan selalu mengeluh kami jadi meragukan pilihan kami sendiri.Kami meragukanmu,Sehun. " ujar Kyuhyun.

" hyung— "

" tunjukkan kalau kau memang pantas,yakinkan pilihan kami kembali,atau kami akan berpihak pada Jongin "

***

Eun Hyun melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit.Kekesalannya pada Sehun makin bertambah saat mengetahui laki-laki itu bahkan tidak menghubunginya tiga hari ini.

Tolong catat,tidak menghubunginya.

Eun Hyun berjalan melewati meja resepsionis dan bernapas lega karena tidak mendapati suster penjaga resepsionis yang selalu menatap sinis padanya.

Kembali ke Sehun,Eun Hyun sudah menyiapkan beribu kata-kata jika ia dan Sehun bertemu.Dan beribu kata-kata itu akan berujung pada keputusan yang sudah ia pikirkan matang-matang.

Intinya,semua tergantung dengan sikap Sehun.

" Hai "

Panjang umur.Sehun kini berdiri dari kursi ruang tunggu dan tersenyum lebar menyapanya.Eun Hyun diam tidak membalas,hanya menatap laki-laki itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

" aku ingin berbicara denganmu " ucap Eun Hyun dingin.

***

Sehun dan Eun Hyun kini duduk di taman rumah sakit.Tempat dimana mereka biasa menghabiskan waktu bersama saat makan siang.

" aku tidak akan memaksamu "

Sehun menoleh dan menatap Eun Hyun dengan kernyitan di dahi.Tidak mengerti maksud dari ucapan perempuan itu.

" kita baru tiga bulan,sebelum semuanya terlambat,sebelum kita saling merasa tersakiti,lebih baik kita selesai,Sehun " ujar Eun Hyun dengan mata yang menatap Sehun dalam.

" Sehun,dengar " Eun Hyun menginterupsi Sehun yang baru saja ingin berbicara.

" aku-ragu-padamu " ucapnya dengan penekanan di setiap kata.

" sikapmu padaku membuatku ragu kalau kau tidak benar-benar menyukaiku,aku takut kau hanya salah menafsirkan rasa itu karena kita berteman sejak kecil.Aku ragu kalau kau hanya salah paham,dan sebelum kita semakin jauh lebih baik kita selesaikan sekarang. "

Mereka berdua saling menatap lama sekali,Eun Hyun sedang berusaha menahan air matanya.Meyakinkan dirinya bahwa ia dan Sehun memang tidak harus terikat dalam suatu hubungan serius kalau pada dasarnya persahabatan malah membuat mereka saling melempar senyum dan tertawa.

Sementara Sehun,ia sadar ia laki-laki dan menangis pada saat ini bukanlah saat yang tepat.

Ingat,kau tidak boleh lemah,Sehun,seru batinnya.

" aku benar-benar menyukaimu,Cho Eun Hyun. " ujar Sehun tegas.

Eun Hyun menggeleng.
" aku tidak yakin denganmu,dengan kita " balas Eun Hyun.

" tapi aku yakin,denganmu,dengan kita.Eun Hyun,aku menyukaimu " ujar Sehun.

Eun Hyun mengerjap beberapa kali,belum pernah ia mendengar nada suara Sehun yang selembut ini.

Sehun menarik napas panjang,ia mengenggam tangan Eun Hyun.

" aku memang Oh Sehun si laki-laki bodoh,aku memang Oh Sehun si laki-laki manja,aku memang Oh Sehun si laki-laki lemah,aku memang Oh Sehun si laki-laki plin-plan,aku memang Oh Sehun si laki-laki menyebalkan.Aku memang Oh Sehun—si laki-laki dengan segudang sifat buruk yang sering membuat kesal bahkan menangis. "

Sehun berhenti sebentar,kemudian kembali membuka mulut dan berkata, " tapi jangan pernah lupakan satu hal,kalau aku memang Oh Sehun yang menyukai Cho Eun Hyun " tuturnya di akhiri dengan senyuman manis.

Demi apapun Eun Hyun ingin sekali memukul kepala Sehun karena telah berani membuat hatinya kembali mencair.

Dasar Oh Sehun,si mulut besar.

Sehun mengeluarkan sesuatu dari dalam kantungnya.Sebuah miniatur kotak p3k muncul dari sana.Ia membuka kotak itu dan—

" aku mau kita lebih serius dari ini " ujarnya.

Ada cincin emas putih yang cantik di dalam sana.Eun Hyun menatap Sehun dan cincin itu bergantian.

Sehun tersenyum lalu menarik tangan kiri Eun Hyun dan memasang cincin itu di jari manisnya.Mencium punggung tangan Eun Hyun untuk beberapa waktu dan menatapnya dengan pandangan teduh.

" aku sudah bilang pada keluargaku,dan Ibu menyuruhku untuk segera melamarmu karena Ibu akut kau di ambil orang,Ibu ingin kau menjadi menantunya,menjadi Nyonya Oh " ujarnya.

" bagaimana? Kau mau? "

Eun Hyun terlihat berpikir,ia memasang ekspresi ragu yang membuat Sehun seketika was-was.

" Oh Eun Hyun? " tanya Eun Hyun pelan.

Sehun mengangguk mantap.
" Oh Sehun dan Oh Eun Hyun "

" baiklah,kedengarannya bagus juga " ucap Eun Hyun dengan senyum lebar.

Mata Sehun berbinar,mulutnya tersenyum sangat lebar,terlihat seperti idiot malah.

" sungguh?! "

" aku sungguhan "

Sehun memeluk Eun Hyun erat.

" terimakasih,aku tau pengorbananku tidak akan sia-sia " ujarnya penuh haru.

" pengorbanan? " Eun Hyun melepas pelukan Sehun dan mengernyit.

Eun Hyun penasaran pengorbanan seperti apa yang Sehun lakukan.

" Yixing hyung memotong gajiku,padahal aku sengaja mengumpulkan gajiku untuk membeli cincin yang sudah ku pesan ini.Dia menyuruhku bekerja full selama tiga hari kalau aku ingin mendapatkan gaji sempurna beserta uang tambahan.Jadi aku langsung menyanggupinya,aku tidak mau membuatmu kecewa dan aku mau kau tau kalau aku benar-benar menyukaimu "

Sehun mengakhiri ceritanya,ia tersenyum manis membuat tangan Eun Hyun terulur dan mencubit pipinya.

" Ya! Aku juga menyukaimu,bodoh! Maka dari itu aku marah karena kau tidak memberitahu tentang kita pada Ibu-mu "

Sehun merengut sambil mengusap pipinya.
" sekarang aku sudah memberitahu semuanya "

Eun Hyun mengangguk.Ia mengangkat tangan kirinya dan memperhatikan cincin yang melingkar di tangannya.

" sekarang aku tinggal menunggu pembuktian selanjutnya " Ia menatap Sehun " kelanjutan dari cincin ini " ujarnya.

Sehun langsung mengangguk cepat.

" kau mau kita mengadakan resepsi di mana? Bulan madu? Oh! Ibu punya langganan butik keren! Kita pesan disana saja ya? Oiya,bagaimana dengan foto pernikahannya? Kita harus mulai membuat undangan! "

Sehun seketika berceloteh heboh,bahkan Eun Hyun saja yang perempuan hanya dapat memutar bola mata.

" hei jelek! Kumpulkan dulu gajimu! " serunya.

Sehun berhenti mengoceh dan menatap Eun Hyun kaget.

" jangan banyak bicara kalau kau belum punya uang sendiri,cih dasar " Eun Hyun mencibir lalu berdiri dan meninggalkan Sehun yang masih tercengang.

Mengumpulkan gaji?

Apa itu artinya ia harus melakukan kerja full lagi?

Oh,ya ampun.

END

Selasa, 08 Juli 2014

EXO Fanfiction: Lie.

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Romance,Fluff

Cast:
- Do Kyungsoo
- Ahn Hee (OC)

Support Cast:
- Byun Baekhyun.

Sebelumnya:
- D'Answer
- Sweet Message.
- He's Jealous!
- Sweet Date.

Disclaimer: Yehet! Selesai yehet! Aku suka Kyungsoo dan sekarang makin suka Kyungsoo :3 Jadi itu alasannya aku ngelanjutin series ini XD Maaf kalo jelek dan gak dapet feel-nya.Enjoy^^

***

Samar-samar aku membuka mataku karena silaunya matahari yang menyusup masuk lewat celah jendela.Aku menguap lebar sambil mengusap-usap mataku.Mengerjapkan mata beberapa kali untuk menormalkan penghilatanku.

" ASTAGA! "

Aku langsung bangkit dari karpet kamarku saat sadar kalau hari sudah mulai siang.

Tidak.

INI MEMANG SUDAH SIANG!

Aku langsung berlari menuju kamar mandi dan membersihkan diri dengan asal.Memakai seragam tanpa memperdulikan kalau seragam ini lupa ku gosok kemarin.Menyisir rambut dengan brutal sampai rasanya rambutku mulai menipis.Aku menyambar tas punggung-ku dan langsung berlari turun ke bawah setelah memakai sepatu tanpa memperdulikan kalau sepatuku tidak sepasang.

" bu,aku berangkat! " seruku tergesa lalu melesat secepat kilat.

Sampai-sampai aku lupa.

" rok ku terbalik! "

***

Aku meringis menahan perih perutku yang belum sempat sarapan pagi ini.Cheon seonsaengnim mengusirku keluar karena aku terlambat satu jam,di tambah penampilanku yang berantakan dan jangan lupakan rok-ku yang terbalik.Aku dihukum berlutut di luar kelas dengan tangan kanan memegang telinga kiri dan tangan kiri memegang telinga kanan.

Sampai bel istirahat.

Aku benar-benar sial pagi ini.

" ada apa denganmu? " Kyungsoo bertanya sambil meneliti wajahku.

Aku menunduk dalam.Aku sangat amat malu karena saat bel istirahat Kyungsoo menghampiriku,dia bahkan yang membantuku berdiri.

" aku menjemputmu dirumah,tapi ibu-mu bilang kau susah bangun dan dia bilang padaku untuk pergi duluan saja "

Aku menghela nafas,berusaha menetralkan rasa takut yang ada di dalam diriku.

" kau tidur pukul berapa? " tanya Kyungsoo.

Aku memejamkan mataku rapat-rapat,berusaha mencari alasan masuk akal untuk orang jenius seperti Kyungsoo.Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku tidak bisa tidur karena mencari Garikja yang hilang entah kemana.

Dia bisa menghabisiku kalau tau cincin itu hilang.

" pukul sembilan " jawabku pelan.

Ku dengar Kyungsoo menghela nafas keras.
" angkat kepalamu! kau itu kenapa sih?! " seru Kyungsoo.

Aku langsung mengangkat kepalaku dan menatap Kyungsoo takut.

" kalau kau tidur pukul sembilan,kenapa bisa terlambat? "

" aku mimpi buruk "

Kyungsoo mengernyit tidak percaya.

" aku baru tau kalau mimpi buruk bisa membuat tidur seseorang nyenyak " ucapnya dengan nada menyelidik.

Aku menelan ludah lalu menatapnya memohon.

" bisakah kita pesan makanan sekarang? Sungguh,perutku perih sekali "

***

Kyungsoo sudah melupakan soal keterlambatanku tadi pagi,aku tau itu.Dia bersikap seperti biasa,datar.Saat ini kami sedang berada di perpustakan hampir tiga jam.Kyungsoo mengawasiku belajar materi ulangan biologi yang ada di kelasku besok.Padahal aku sudah berusaha meyakinkan Kyungsoo kalau aku pasti akan belajar dirumah.Tapi,Kyungsoo tetaplah Kyungsoo,dia menahanku di perpustakaan ini.

Ugh,aku sungguh ingin pulang,aku ingin mencari Garikja ituuuu!

" Ahn Hee-ya "

Aku mendongak menatap Kyungsoo.
" ya? "

Kyungsoo menjulurkan tangannya,menarik tangan kiriku dan memperhatikan jari manisku yang kosong tanpa hiasan Garikja yang selama seminggu ini melingkar disana.

" kemana Garikja yang ku berikan? " tanya Kyungsoo sambil menatapku datar.

Walaupun hanya tatapan datar,aku sungguh takut kalau laki-laki itu tau Garikja-nya hilang.

" ku tinggal di rumah " jawabku cepat sambil menarik tanganku.

Mataku kembali ku tuangkan pada buku biologi membosankan yang ada di hadapanku.Berpura-pura sibuk belajar adalah salah satu cara agar Kyungsoo tidak lagi bertanya soal Garikja itu.

" oh iya! "

Aku kembali mendongak saat Kyungsoo memekik pelan.

" ada apa? " tanyaku penasaran.

" besok bisa temani aku? aku ingin membeli beberapa buku di toko buku,kau juga ingin membeli novel 'kan? " Kyungsoo menatapku.

" tidak bisa! aku tidak bisa! " seruku dengan suara nyaring.Aku mengutuk diriku sendiri yang tidak bisa menahan suara curut ini.

" aku hanya bertanya,kalau tidak bisa yasudah " ucapnya cuek.

Aku hanya dapat meringis pelan,lalu menunduk kembali membaca buku.Diam-diam menghela nafas lega.

Besok aku harus menemukan cincin itu.

***

" lututmu merah " ucap Kyungsoo lalu berjongkok memperhatikan kedua lututku yang memerah

" aahh tidak apa-apa,sebentar lagi juga sembuh " balasku gugup sambil menarik lengan Kyungsoo agar laki-laki itu berdiri.

" sungguh tidak apa-apa? " tanya Kyungsoo.Aku dapat menangkap nada khawatir disana.

Aku mengangguk pelan.
" eum,kau pulang saja "

" kompres dengan air hangat,aku takut lututmu akan bengkak,jangan lupa makan malam,baca kembali materi untuk ulangan besok,lalu langsung tidur,aku tidak mau kau terlambat lagi,itu memalukan "

Aku langsung mengangguk cepat.Dalam hati terus meminta maaf pada Kyungsoo karena telah membohonginya dan tidak mengatakan kalau Garikja yang dia berikan hilang.

" aku pulang,sampai jumpa besok " pamitnya sambil tersenyum tipis.Tangan kanannya terulur mengacak-ngacak rambutku pelan lalu melenggang pergi dari hadapanku.

" aku janji akan menemukan Garikja itu,kyung "

***

Jam besar di dinding menunjukkan pukul 10 lewat 15 menit.Itu berarti aku sudah menghancurkan seisi rumah dalam waktu 3 jam lewat 15 menit.Saat ini aku benar-benar merasa seniman yang berbakat.Aku menghancurkan bentuk seluruh ruangan yang ada di rumah menjadi tidak berbentuk.

Abstrak.

Aku bahkan tidak mempedulikan bagaimana marahnya Ibu saat melihat betapa hancurnya rumah ini besok,yang ku pedulikan sekarang adalah Garikja itu dan perasaan Kyungsoo.

Kyungsoo pasti kecewa kalau dia tau Garikja-nya hilang.

Tubuhku merosot dari atas sofa ruang tamu.Keringat mulai membanjiri seluruh tubuhku,badanku mulai lemas dan perasaanku mulai kacau.Aku mengerang frustasi,mengutuk otak payahku yang dengan mudah melupakan sesuatu.

Seingatku aku masih memakai cincin itu kemarin saat di sekolah,tapi saat aku baru saja selesai ganti baju setelah mandi aku baru sadar Garikja itu tidak lagi melingkar di jari manisku.

Karena terlalu lelah berpikir kedua kelopak mataku mulai berat dan enggan membuka kembali.

Pencarianku kali ini gagal.

***

" ASTAGA APA YANG TERJADI?! "

Aku langsung membuka mataku begitu gendang telingaku menangkap teriakan terkejut Ibu.Aku bangkit dari sofa dan mengintip di depan pintu kamar,Ibu terlihat emosi.

" Pencuri mana yang melakukan ini?! " serunya emosi.

Aku mengintip takut-takut dari balik pintu,Ibu benar-benar marah sedang Ayah terlihat bingung bukan kepalang.Ayah dan Ibu keluar dari kamar dan mereka terlihat amat sangat terkejut melihat keadaan ruang tamu yang sangat jauh dari kata rapi.

" astaga,Ibu tidak sanggup melihatnya " gumam Ibu lemas.

Aku yang berada di samping Ibu menatapnya takut-takut.Aku salah tidak mempedulikan kemarahan Ibu,aku sudah membuatnya emosi di pagi hari.

" Bu… " panggilku pelan.

" apa?! " sahutnya ketus.

Aku menelan ludah.
" aku tau siapa yang melakukan ini " gumamku pelan sambil menundukkan kepala dalam.

" kau tau?! Sungguh?! Siapa?! "

Aku menarik nafas panjang.Baiklah,aku tau aku benar-benar akan ketiban sial pagi ini.

" aku Bu "

***

" hei " seruku pelan sambil tersenyum tipis pada Kyungsoo yang duduk di teras.

Kyungsoo berdiri dari kursi dan melongok ke dalam rumah dengan pandangan bingung.

" rumah-mu? " tanyanya.

Aku mengangguk-anggukan kepala paham.Ibu memarahiku habis-habisan setelah aku menceritakan semuanya.Dia berkata akan memotong uang jajanku 75% bulan ini.Aku tidak protes karena itu memang salahku,lagipula aku juga memohon pada Ibu untuk tidak mengatakan apapun pada Kyungsoo.

" kerja bakti,yaa—Ibu bilang ada keluarga yang akan kemari jadi rumahku sedang di bersihkan " jawabku.

Kyungsoo mengangguk pelan.

" semalam kau kemana? kenapa teleponku tidak kau angkat? "

Aku memejamkan mata,semalam aku benar-benar mengabaikan seluruh panggilan Kyungsoo.

" belajar,aku belajar,hehehe "

Kyungsoo hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil bergumam ' ohh '.

' Maaf Kyungsoo,aku sungguh menyesal '

***

Soal-soal biologi hanya membuat kepalaku bertambah pusing,aku memang belajar di perpustakaan bersama Kyungsoo,tapi ingatanku hilang karena terlalu memikirkan Garikja yang tidak kunjung ku temukan.

" Ahn Hee,kau sakit? "

Aku mendongak menatap Song seonsaengnim yang berseru padaku.

" wajahmu pucat,apa kau sakit? " ulangnya.

Aku menangguk pelan,aahh akhirnya ada cara untuk tidur.

" yasudah,kau ke ruang kesehatan,kau ikut ulangan susulan lusa " petuahnya.

Aku bangkit dari kursiku dan berjalan pelan keluar kelas.Ternyata masih ada orang baik seperti Song seonsaengnim.

***

Pintu ruang kesehatan bergeser memunculkan seorang laki-laki yang menghampiriku dengan senampan bubur dan air putih.

" anak-anak bilang kau disini,jadi aku bawakan ini untukmu " ucap Kyungsoo sambil meletakkan nampan berisi bubur dan air putih itu di nakas.

Kyungsoo menatapku khawatir.

" kau baik-baik saja? " tanyanya.

Aku mengangguk pelan.

Laki-laki itu menjulurkan tangannya dan meletakkan punggung tangannya di dahiku.

Sungguh,aku tidak baik-baik saja kalau seperti ini.

" suhu tubuhmu panas,apa perlu aku mengantarmu pulang? "

" tidak usah,aku hanya sedikit pusing "

" baiklah,sekarang makan bubur-nya " Kyungsoo mengambil mangkok yang berada di atas nampan.

" katakan 'aaa' " Kyungsoo menjulurkan sendok berisi bubur ke depan mulutku.

" Kyung—aku bisa makan sendiri "

Aku tidak bisa berhadapan dengan sikap lembut Kyungsoo saat ini.Itu membuatku semakin merasa bersalah,akhir-akhir ini laki-laki itu sangat hangat padaku.Dan sekarang,aku malah berbohong padanya.

" bisa turuti apa kataku dan tidak banyak protes? kau cerewet sekali "

Aku merengut.
" baiklah "

***

" kau pulang duluan saja " ucapku saat Kyungsoo kembali menghampiriku di ruang kesehatan saat pulang sekolah.

Kyungsoo mengernyit bingung.
" kenapa? "

" aku ada pelajaran tambahan dengan Cheon seonsaengnim karena waktu itu aku tidak mengikuti pelajarannya " jawabku.

Kyungsoo berdecak.
" izin saja,kau 'kan sedang sakit,lagipula dia hanya mengajar kelas keputrian,kenapa harus ada pelajaran tambahan,sih?! "

Aku menelan ludahku,berusaha bersikap biasa saja padahal kau gugup bukan main adalah hal yang sulit.Sama sulitnya dengan menerima kenyataan kalau hari ini ada ulangan matematika mendadak.

" tidak usah,aku sudah baik-baik saja,sungguh! kau pulang saja duluan,bukannya kau ingin ke toko buku? "

Kyungsoo mendengus.

" jaga dirimu,kalau kau tidak enak badan,telepon keluargamu atau aku dan tunggu disini,jangan telepon siapapun " petuahnya.

Aku mengangguk.

" baik,ssaem,hehehehe "

***

Kali ini lokasi pencarianku selanjutnya adalah sekolah.Aku yakin aku menghilangkan Garikja itu disini,karena saat aku buang air kecil di toilet perempuan saat pulang sekolah Garikja itu masih ada,tapi saat selesai mandi dirumah Garikja itu sudah tidak ada.

" Ahn Hee? "

Aku menoleh ke belakang saat ada yang memanggil namaku.Itu Baekhyun,laki-laki itu tersenyum lebar sambil berjalan ke arah ku.

" kau belum pulang? ini sudah pukul lima sore " ujarnya.

Aku menggeleng.

" belum,aku harus mencari sesuatu yang hilang "

" boleh aku membantu? " Baekhyun bertanya dengan hati-hati.Mungkin Baekhyun takut aku menolaknya mentah-mentah.

" tentu boleh,aku senang kau mau membantuku "

Baekhyun hanya tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapi dan juga eye smile-nya yang menawan.

***

" aku dengar kau sakit? " Baekhyun memecah keheningan saat kami sedang mencari Garikja itu di semak-semak taman sekolah.

" kau dengar dari siapa? "  aku balik bertanya.Tanganku terjulur semakin masuk ke dalam semak-semak,siapa tau Garikja itu nyangkut di salah satu daun.

" eum—hanya tidak sengaja mendengar " sahutnya.

" aku tidak sakit,mungkin kau salah dengar,hahahaha—aww sakit! "

Aku memekik kencang saat merasa telapak tanganku tertusuk sesuatu.Aku mengeluarkan tanganku dari dalam semak-semak dan menemukan ranting kecil tertancap di telapak tangan kananku.

" apa aku salah dengar? " Baekhyun bertanya tenang.Dia menarik tangan kananku lembut,memperhatikan ranting kecil yang sedang menancap di telapak tanganku dengan alis bertaut.

Mungkin Baekhyun sedang berpikir.

" aku sedang berpikir bagaimana cara yang tepat mencabut ranting kecil ini agar kau tidak merasa sakit " ujar Baekhyun.

Aku tertawa kecil.Baekhyun selalu punya cara membuat orang lain tertawa.

Baekhyun mencabut ranting kecil itu dengan hati-hati lalu membuangnya ke sembarang tempat.Dia menatapku khawatir.

" bagaimana? sakit? " tanyanya.

" tidak terlalu " jawabku sedikit meringis.

Ku lihat Baekhyun merogoh kantung celananya dan mengambil plaster disana.Memasang plaster berwarna biru tua dengan motif roket itu di telapak tanganku.

" Baekhyun " panggilku pelan.

Baekhyun mengangkat kepalanya,menatapku.

" terimakasih " ujarku tulus dengan senyum terbaik yang ku punya.

Baekhyun berdehem lalu mengangguk,tangan kanannya menggaruk tengkuknya.Aku dapat melihat telinga dan pipinya mulai bersemu merah.

" kau masih mau membantuku 'kan? " tanyaku.

Baekhyun mengangguk dengan senyum lebarnya.

" tentu,aku senang bisa membantumu,Ahn Hee "

***

Aku dan Baekhyun berpindah tempat,saat ini kami berada di luar sekolah,tepatnya di semak-semak belukar yang ada di depan sekolah.

" biar aku saja yang mencarinya,kau bilang Garikja itu berwarna putih bermotif bunga 'kan? "

Aku mengangguk.

" baiklah,tunggu sebentar,Nona "

Aku berdiri di belakang Baekhyun sambil memperhatikannya yang sibuk mencari Garikja itu.

" Baek— " panggilku pelan.

" apa? " Baekhyun menyahut tanpa menoleh.

" aku minta maaf soal Kyungsoo yang melabrakmu " ucapku.

" ohh itu,dia memang pantas melakukannya,aku saja yang tidak tau diri,hahahaha " balasnya santai.

Tawa Baekhyun tidak sama.

" maaf aku membuatmu merasakan sakit hati,jika aku dapat membalas perasaanmu aku pasti akan membalas perasaanmu,tapi aku— "

Baekhyun tiba-tiba berbalik badan dan tersenyum hangat padaku.

" jangan membuatku mendengar itu lagi,cukup sekali aku mendengarnya " ujarnya.

" maaf " ucapku pelan sambil menunduk.

" permintaan maaf di terima "

Baekhyun berujar sambil menjulurkan telapak tangannya.

HEI! ADA GARIKJA KU DI SANA!

Aku menatap Baekhyun dengan mata berbinar.

" Baek! Kau menemukannya! " seruku senang.

Baekhyun mengangguk.

" yep! panggil aku Bacon kalau aku tidak bisa menemukannya " candanya.

Aku dan Baekhyun sama-sama tertawa.Tanganku terjulur mengambil Garikja itu dan memasangnya di jari manisku sendiri.

" apa Garikja itu sangat berarti untukmu? sampai-sampai kau rela terluka? " tanya Baekhyun.

Aku mengangguk.

" menghilangkannya sama saja mengecewakan Kyungsoo " jawabku memandangi Garikja yang sudah melingkar di jari manisku.

Aku mendengar Baekhyun menghela nafas.Membuatku mendongak dan menatapnya khawatir.

Raut wajah Baekhyun sama seperti saat aku menolaknya.

" Baek—aku— "

Baekhyun tersenyum lebar.

" jadi,di restoran mahal mana kau akan menraktirku? "

Aku tersenyum.

" terserah tuan Byun saja,akan ku turuti "

Aku terdiam,kenapa aku berkata seperti itu? Uang jajanku 'kan di potong 75% karena menghancurkan seisi rumah.

" hahahaha aku bercanda,Ahn Hee " tawa Baekhyun meledak.

Aku merengut.

" oho! Bercanda-mu membuat dompetku menjerit,Baekhyun " sahutku.

Baekhyun tertawa.

" aku tidak mau di traktir "

Aku menatapnya bingung.

" lalu apa yang kau inginkan,jangan bilang kau— "

" apa sekarang Cheon seonsaengnim berubah jadi laki-laki dan lebih pendek? "

Aku dan Baekhyun kompak menoleh ke belakang.

Ada Kyungsoo yang berdiri dan menatap kami tajam.

" Kyung—ku pikir kau salah paham " ucapku terbata.

Kyungsoo menyunggingkan satu sudut bibirnya.
" salah paham? bahkan aku tidak berpikir apapun "

Aku menunduk,Kyungsoo jelas terlihat marah padaku.

" Kyungsoo,tadi aku hanya membantu Ahn Hee,sebagai teman aku hanya membantunya " Baekhyun angkat bicara.

" yeah,terimakasih atas bantuanmu,kau memang teman yang baik Baekhyun-ssi " balas Kyungsoo sarkastik.

" ayo kita pulang,Ibu-mu meneleponku,dia bilang kau harus segera pulang dan membereskan kekacauan yang kau buat di rumah karena mencari Garikja itu "

Aku mendongak dan melihat Kyungsoo yang berjalan mendahuluiku.Aku menghela nafas berat.

" kau tidak apa-apa? " tanya Baekhyun lembut.Tangannya menepuk pundakku pelan.

Aku mengendikkan bahu.

" aku hanya perlu do'a-mu,do'a kan semoga semua baik-baik saja,Baekhyun "

***

Aku hanya dapat mengekori Kyungsoo tanpa berani berucap.Meminta maaf-pun rasanya percuma karena saat ini aku hanya di anggap sebagai daun kering yang bertebangan di musim gugur.

" apa sekarang kau pintar berbohong? "

Aku berhenti berjalan saat suara Kyungsoo terdengar.Kyungsoo berbalik dan menatapku dalam.

" sudah berapa kali kau berbohong padaku? "

Aku menelan ludah.Rasanya saat ini aku benar-benar seperti pencuri helm di parkiran sekolah yang tertangkap oleh satpam sekolah.

" hari ini dan kemarin,apa semua perkataanmu juga berbohong? apa selama ini kau sering membohongiku? "

Aku mendongak,sedikit terkejut karena kali ini bukan tatapan tajam yang Kyungsoo tunjukkan.Bukan pula tatapan datar yang ku lihat setiap hari.

Kyungsoo menatapku kecewa.

" aku hanya tidak ingin kau kecewa karena tau aku menghilangkan Garikja itu " ujarku.

Kyungsoo menghela nafas.

" kalau kau pikir dengan kau berbohong aku tidak kecewa maka aku anggap kau benar-benar bodoh,aku sungguh kecewa " ujarnya dengan nada rendah dan dalam.

Aku menunduk,menyembunyikan kedua mataku yang sudah berkaca-kaca.Hatiku serasa mencelos saat melihat tatapan kecewa Kyungsoo,di tambah dia bilang kalau dia sungguh kecewa.

Demi Tuhan,aku tidak pernah ingin membuat Kyungsoo kecewa padaku.

" kalau Garikja itu hilang seharusnya kau bilang padaku,apa aku terlihat akan memakanmu hidup-hidup kalau tau Garikja itu hilang? " tanya Kyungsoo.

Aku menggeleng pelan sebagai jawaban.

" apa aku terlihat seperti akan meninggalkanmu begitu saja saat Garikja itu hilang? "

Aku mendongak menatapnya dengan alis bertaut.

Jadi?

" banyak penjual Garikja di Seoul,aku bisa membelikannya lagi untukmu " ujarnya.

Perlahan bibirku melengkung ke atas.

" kau tidak perlu tidak tidur semalaman hanya untuk Garikja itu,kau tidak perlu merepotkan Ibu-mu dengan menghancurkan seisi rumah,kau tidak perlu— "

Aku menunggu Kyungsoo yang tiba-tiba saja berhenti melanjutkan kalimatnya.Dia menaikkan tangan kanannya,mengusap tengkuknya.

" bersamaBaekhyunmalammalambegini " ucapnya cepat dan pelan.

Oh astaga,aku bahkan mengira Kyungsoo sedang berkumur sekarang.

" hei,Prof.Kalau bicara itu yang jelas " protesku.

Kyungsoo mendengus.Lalu mengibaskan tangannya di depan wajahnya sendiri.

" ahh sudahlah,lupakan "

Laki-laki itu berkacak pinggang,kembali menatapku dengan tatapan mengintimidasi.

" 'kan sudah ku bilang,kalau ada sesuatu beritahu keluargamu atau aku,bukan siapapun,apalagi Baekhyun " ujarnya.

" aku tidak memberitahu Baekhyun! " bantahku.

" oho! anggaplah kau tidak memberitahu Baekhyun " ucapnya lalu kembali berjalan.

Aku membuang nafas kasar sambil berjalan kembali mengikuti Kyungsoo.

" Kyung,aku minta maaf! " seruku.

" sudahlah,lupakan saja " sahutnya datar.

" aku tau aku salah,aku berbohong padamu,aku minta maaf! "

Kyungsoo kembali berhenti membuatku juga ikut berhenti.Dia berbalik dan menatap kebawah.

" lututmu bengkak,kau tidak mengompresnya? " tanyanya.

" eoh? itu— " Aku menunduk dalam " maaf aku tidak sempat mengompresnya karena mencari Garikja itu " jawabku pelan.

Kyungsoo kembali berbalik badan dan berjongkok.

" naiklah,aku akan menggendongmu " suruhnya.

" apa? "

Kyungsoo menoleh,menatapku gemas.
" cepat naik! "

Aku mengangguk lalu melingkarkan tanganku di lehernya.Kyungsoo menggendongku.

" tanganmu? " tanyanya sambil memegang telapak tanganku yang tertempel plaster.

" ohh…tadi tertusuk ranting,Baekhyun yang menolongku dan menempelkan plaster itu " jawabku.

Aku menatap wajah Kyungsoo dari samping yang terlihat kaku.

" seharusnya malam ini aku yang menemanimu mencari Garikja itu,seharusnya kita mencarinya bersama-sama " ujarnya datar.

" kau pasti akan terbebani kalau aku menceritakan masalah ini padamu,kau pasti kecewa " balasku.

" aku lebih kecewa saat tau kau mencarinya dengan Baekhyun,hei itu Baekhyun! Byun Baekhyun yang pernah menembakmu di kantin! Ohh pasti dia mencuri kesempatan dengan alasan ingin membantumu " cerocos Kyungsoo.

Aku tertawa kecil,menyadari sesuatu.

Hal ini terjadi lagi.

" Hei Kyung " panggilku.

" apa? "

Kyungsoo menoleh menatapku.

Pandangan kami bertemu,aku tersenyum jahil.

" kau cemburu? "

" eoh? " Matanya membulat sempurna.

" kau cemburu karena aku mencari Garikja itu dengan Baekhyun? Iya 'kan? Iya 'kan? " godaku.

" ehm,tidak! " elaknya.Kyungsoo kembali berjalan.

" aahh—kalau kau memang tidak cemburu,apa kau mau mendengar ceritaku selama bersama Baekhyun tadi? "

Kyungsoo berdecak.

" diam! kau berisik! " serunya.

" Hahahahaha,benar 'kan? Kau cemburu 'kan? Iya 'kaaaannnnn?? "

Lagi-lagi Kyungsoo berhenti berjalan,dia menoleh menatapku tajam.

" diam,atau ku turunkan kau disini? " ancamnya.

" cih,coba saja kalau berani? Lagipula kalau kau menurunkanku dan meninggalkanku disini masih ada Baekhyun yang mau menjemputku,aku masih punya— "

Kalimatku terhenti begitu saja,tertahan di ujung tenggorokan.Aku merasa sulit bernafas detik ketika Kyungsoo menciumku sekilas.

" kau masih punya apa? coba teruskan ucapanmu kalau berani " ucapnya datar.

" Kyung— "

" apa? "

" kau mencuri ciuman pertamaku "

END

Minggu, 25 Mei 2014

EXO Fanfiction: Sweet Date.

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Fluff,Romance-maybe-

Cast:
- Do Kyungsoo
- Ahn Hee

Disclaimer: Yeheeettt! Aku balik lagi bawa lanjutan cerita seriesnya Kyungsoo-Ahn Hee.Dengan bantuan mbah google,setelah browsing sana-sini-lebay- akhirnya ff ini jadi jugaaaa!.Maaf kalau rada aneh dan gak nyambung.Enjoy^^

***

Aku bersenandung senang,setelah kejadian 'cemburunya Kyungsoo' beberapa hari yang lalu,kupikir sifatnya mulai berubah.

Kyungsoo mulai mengirimi ku pesan terlebih dahulu.

Kyungsoo lebih memilih makan siang di kantin dengan ku daripada dengan teman pintarnya.

Kyungsoo lebih lembut 'sedikit' daripada yang sebelumnya.

Dan Kyungsoo mengajakku kencan.

Haaahhh..semoga ini awal yang baik.

" aku tidak sabar untuk besok! " seruku senang.

Kyungsoo mengerutkan dahinya.
" memangnya besok ada apa? " tanyanya bingung.

" eiii~ jangan pura-pura lupa,besok kan kita kencan,Kyung " ucapku lalu tertawa.Kyungsoo ada-ada saja.

Kyungsoo mengangguk pelan.Seperti menggumam 'ohh' karena aku tidak begitu mendengar suaranya.

***

Aku mengetuk-ngetukkan kaki-ku di lantai.

Tidak sabar.

Semalam Kyungsoo meneleponku dan mengatakan kalau dia akan menjemput pukul 9 pagi.Tapi karena memang aku sangat sangat senang.Jadi aku bangun pukul 6,mandi dan berganti pakaian.Aku keluar dari kamar pukul 8 lewat 37 menit.

Lama ya?

Aku bingung memilih pakaian mana yang harus ku pakai.Kyungsoo tidak suka jika aku memakai pakaian yang minim bahan.Dia juga tidak suka aku memakai pakaian yang terlalu mencolok warnanya.Jadi,karena itu aku hanya memakai sweater berwarna putih bergambar tedy bear biru serta celana jins dan sepatu sneakers.Rambutku sengaja ku gerai dan hanya memakai bando sebagai aksesoris kepalaku.

Ting Tong.

Aku langsung beranjak dari sofa ruang tamu dan berlari kecil menuju pintu.

" kau sudah datang! " seruku senang.

Aku mengerjapkan mataku menyadari betapa tampannya Kyungsoo hari ini-walaupun setiap hari begitu-.Aku hanya tidak menyangka Kyungsoo mempunyai pilihan yang sama denganku.

Dia juga memakai sweater!

Bedanya,sweater Kyungsoo tidak bergambar melainkan terdapat kata-kata bahasa inggris disana.

" kau mau pergi tidak? "

Pertanyaan datar Kyungsoo menarikku ke dalam dunia nyata.Ku lihat dahi-nya mengernyit heran.

" oh maaf,hehehe "

Kyungsoo menghela nafas.
" ayo berangkat! " ajaknya sambil menarik tanganku lembut.

***

Aku mengerutkan dahi setelah menyadari aku dan Kyungsoo melewati jalan yang kurasa ini salah.

Aku menoleh menatap sisi wajah Kyungsoo yang tetap tenang menyetir.Apa dia tidak sadar kalau dia salah jalan?

" eum..Kyung " panggilku ragu.

" hmm " gumamnya menyahut.

" sepertinya kita—salah jalan "

Aku melongo melihat Kyungsoo hanya diam dan tidak meresponku.Apa dia pikir aku ini bercanda? Hey sebodoh-bodohnya aku kalau soal jalan menuju Namsan Tower aku tau!

***

Aku semakin bingung saat Kyungsoo memakirkan mobilnya.Kyungsoo membukakan pintu mobil untukku.

" ayo keluar! "

Aku menggeleng.

" katakan padaku,ini dimana? Kenapa kesini? " tanyaku.

Kyungsoo menghela nafas lalu menarikku keluar.

" Kyung! " seruku kesal.

Aku merasa Kyungsoo membohongiku.Ini bukan Namsan Tower.Di tempat ini banyak rumah tradisional Korea.Jelas,aku merasa di bohongi.

" Korean Folk Village " ucapnya.

Aku mengerutkan dahiku tidak mengerti.

" kita di Korean Folk Village "

Aku menggeleng tidak percaya.

Bagaimana aku harus percaya?

Aku akan kencan di taman budaya?

Ini kencan bukan Study Tour!

Aku menghentakkan kakiku kesal lalu berjalan mendahului Kyungsoo.

Laki-laki itu benar-benar menyebalkan!

" hey kau kenapa?! "

Aku mendengar Kyungsoo berseru,aku tetap tidak berhenti berjalan dan terus menghiraukannya.

" tunggu! "

Aku mendengus saat Kyungsoo berhasil menarik tanganku membuat badanku otomatis berbalik menghadapnya.

" kau tidak tau tempat ini,setidaknya jangan berjalan di depanku " ucapnya.

Kyungsoo tersenyum lalu mengenggam tanganku.Membawaku berjalan menelusuri tempat ini.

kenapa dia terlihat senang sekali? dia tidak sadar aku sedang marah? Dasar laki-laki tidak pengertian!

***

Aku dan Kyungsoo berkeliling menjelajahi seluk beluk Korean Folk Village.Di sebelahku Kyungsoo terus menggenggam tanganku,senyumannya mengembang melihat replika rumah tradisional Korea yang kami lewati.Kyungsoo menarikku ke pameran teknik pembuatan barang-barang dari kayu dan logam secara tradisional.Aku menoleh dan menatap sisi wajahnya yang terlihat kagum,matanya berbinar,senyumannya juga selalu menghiasi wajahnya.Decakkan kagum dia lontarkan setelah mendengar jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan pada si pengrajin.

Jujur,aku senang.

Bukan,bukan karena pamerannya.

Tapi karena melihat senyuman Kyungsoo yang begitu lebar.Mata bulatnya yang berbinar.

Aku senang melihatnya.

Setelah Kyungsoo merasa puas melihat pameran itu,dia menarikku lagi dan membawaku menelusuri pasar jalanan tradisional.Banyak pernak-pernik cantik yang tidak ku pungkiri membuatku tertarik.Aku tertarik pada salah satu cincin yang menurutku cantik.Warna-nya putih bermotif bunga.

Dalam hati aku berharap Kyungsoo mau membelikanku cincin itu.

Ayolahh..ini kencan,seharusnya ada hadiah!

" itu namanya Garakji " ucap Kyungsoo saat aku memegang dua cincin itu.

" oohhh " aku mengangguk-anggukkan kepala.Cincin ini begitu menarik perhatianku.

" cincin itu untuk perempuan yang sudah menikah,katanya sebagai pertanda tentang keharmonisan bersama suaminya " ujar Kyungsoo memberi penjelasan.

" jadi…perempuan yang belum menikah tidak boleh memakai ini? " tanyaku kecewa.Aku menatap Garakji yang ada di telapak tanganku.

Ku dengar Kyungsoo menghela nafas.
" sudah waktunya makan siang,lebih baik kita makan "

Aku mengangguk pelan lalu meletakkan Garakji itu ke tempat semula dan berjalan meninggalkan Kyungsoo.Sungguh aku ingin Garakji itu!

Kyungsoo bisakah kau pengertian sedikiiitttt saja,huh?!

***

Kyungsoo mengajakku ke sebuah restaurant tradisional Korea.Kami duduk di bangku dekat jendela.Dari jendela kami bisa merasakan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah kami.Pemandangannya juga sangat menyegarkan mata.Yaaa..setidaknya ini bisa menjadi penghibur atas kekecewaanku tentang Garakji tadi.

" Samgyetang? "

Aku melongo melihat makanan tradisional Korea yang berbentuk sup ayam ginseng dengan bumbu tambahan merica dan garam itu.Makanan yang paling aku hindari saat hari chobok,jungbok dan malbok itu.

" Kyung,kenapa kau memesan ini? " tanyaku sambil menatapnya.

" memangnya kenapa? " Dia balik bertanya.

Aku mendengus.
" aku tidak mau makan ini! " seruku kesal.

Kyungsoo mengerutkan dahinya.
" kenapa?  ini enak "

Aku menggeleng keras.
" pokoknya tidak mau! "

Ku lihat Kyungsoo menghela nafas.

" makanlah " ucapnya tenang.

Lagi-lagi aku menggeleng.
" ku bilang tidak! Aku tidak suka itu,Kyung! "

Kyungsoo berdecak kesal.

" suka atau tidak aku mau kau menghabiskan itu,kalau tidak— "

" kalau tidak apa?! " potongku cepat.

" aku akan meninggalkanmu disini,jadi cepat makan! " perintahnya dan setelah itu dia langsung memakan Samgyetang-nya.

Aku mengerucutkan bibirku.Terpaksa aku harus memakan makanan ini.Sungguh,Kyungsoo sangat menyebalkan hari ini!

***

Aku memilih mendiamkan Kyungsoo setelah keluar dari restaurant tadi.Aku kesal dengannya karena telah memaksaku memakan Samgyetang.

Dan faktanya,aku benci di paksa.Aku juga tidak suka Samgyetang.

Kyungsoo mengajakku ke taman hiburan tempat di mana ada permainan,taman patung,museum seni,museum rakyat Korea, dan juga museum rakyat dunia.

Kyungsoo sama sekali tidak mengajakku menaiki permainan yang kelihatannya dapat membangkitkan mood buruk-ku.Dia malah mengajakku memasuki museum-museum itu.Berjalan dari satu peninggalan sejarah ke peninggalan sejarah lainnya yang sudah dilindungi oleh kotak kaca.Berdiri untuk beberapa menit sambil membaca asal-usul peninggalan sejarah tersebut.

Ugh,sungguh membosankan.

Aku dan Kyungsoo keluar dari museum sejarah dunia pukul 4 lewat 15 menit.Padahal aku masuk ke museum sejarah Korea pukul 2 siang.

" kita mau kemana lagi? " tanyaku pada Kyungsoo.

Kyungsoo melihat jam tangan hitam yang meligkar di pergelangan tangan kirinya.

" aku mau melihat pertunjukkan tari tradisional Korea.Tapi ini baru pukul 4 lewat 15 menit.Pertunjukkannya di mulai pukul 7 malam. " ujarnya.

" lalu apa yang akan kita lakukan selama 2 jam 45 menit kedepan? " tanyaku.

Kyungsoo tersenyum penuh arti padaku.Sambil menaikkan kedua alisnya.

" kita lihat saja nanti "

***

Kyungsoo mengajakku menonton prosesi perkawinan tradisional Korea yang baru saja di mulai.Kami duduk di bangku bagian tengah.Aku berdecak kagum melihat bagaimana proses perkawinan itu terjadi.

" kau mau berfoto tidak dengan model pengantin tadi? " tanya Kyungsoo setelah acaranya selesai.

" memangnya boleh? " tanyaku.

Kyungsoo mengangguk.
" ayo! " ajaknya sambil menarik tanganku.

Kami menghampiri model pengantin tadi dan foto bersama mereka.Mempelai wanitanya sangat anggun menggunakan hanbok itu.Mempelai pria-nya juga terlihat gagah.

Mataku tertuju pada sebuah tempat berfoto,dimana tempat itu memperbolehkan pengunjung memakai hanbok itu berfoto.

" kau mau kesana? " tanya Kyungsoo.

Aku menatapnya.
" apa boleh? "

Kyungsoo tertawa kecil lalu menarikku lembut.
" aku juga ingin mencobanya "

Kami memakai pakaian hanbok dengan warna yang serasi.Aku tidak bisa menyembunyikan rasa senangku saat Kyungsoo berdiri di sampingku sambil tersenyum ke arah kamera.Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

" ini "

Aku menoleh menatap tangannya yang terulur.Bibirku melengkung ke atas saat melihat Garikja yang menarik perhatianku tadi ada di telapak tangannya.

" ahjussi,bisakah kau memfoto ku saat aku memakaikan cincin ini padanya? " pinta Kyungsoo pada paman yang memotret kami.

Paman itu mengacungkan jempol sambil mengulum senyum.

Kyungsoo menarik tanganku dan memakaikan Garikja di jari manis tangan kiriku.

" anggap saja kita sudah menikah,hanya untuk berfoto " ucapnya sambil tersenyum.

Aku mengangguk.Aku merasa wajahku memanas,mungkin saat ini pipiku memerah.

Ughhhh Kyungsoooo! Aku benar-benar membencimuuuuuuuu!

Kami berfoto beberapa kali dengan berbagai macam gaya.Dan untungnya,foto itu langsung di cetak,jadi aku bisa membawanya pulang dan memajangnya di kamar.

" waktunya masih lama,kita akan kemana lagi? " tanyaku.

Kyungsoo kembali tersenyum.

" ikuti saja aku "

***

Tempat selanjutnya adalah keterampilan menunggang kuda.

Aku berteriak heboh saat para penunggang kuda itu menunggang kuda sambil berdiri.Setelah itu mereka berganti gaya,mereka menunggang kuda dengan kepala dibawah dan kaki di atas,sungguh menakjubkan!

" waahhhh! Mereka benar-benar kereeennnn! " decakku kagum saat atraksi sudah selesai.

Aku menatap Kyungsoo yang hanya diam memandangku.

" Kyung? " aku menjentikkan jariku di depan wajahnya.

" eoh? "

Aku menepuk dahiku sambil tertawa.Ekspresi bingung Kyungsoo sangat lucu.Mata-nya membulat,mulutnya pun begitu.

Aku melirik jam tangan biru-ku.

" Kyung! Ini sudah jam 7 kurang 17 menit! Ayo kau bilang ingin melihat pertunjukan tari tradisional Korea! " seruku sambil menarik tangannya.Menunggu Kyungsoo sadar dari lamunannya itu akan memakan waktu,bisa-bisa pertunjukannya selesai terlebih dahulu.

***

" Yyyaaahhhhh "

Tempat duduk sudah mulai penuh,aku dan Kyungsoo terpaksa duduk di barisan ke-3 dari belakang.

" 10 menit lagi acara akan di mulai " ucap Kyungsoo.

Aku mengangguk semangat.Tangan kanan ku sibuk mengambil isi snack yang ku beli sebelum ke sini.Kami juga membeli minuman,Kyungsoo bilang acara ini cukup lama.

Entah sudah berapa kali aku berdecak kagum.Kagum dengan para penari yang menari dengan anggunnya.Senyuman mereka sangat manis.Aku menyukai cara mereka tersenyum.Anggun.

" Kyung,mereka cantik ya? " tanyaku tatapan mataku masih menatap kagum ke arah penari.

" iya " jawab Kyungsoo singkat.

" menurutmu siapa yang paling cantik? " Aku menoleh menatapnya.

Kyungsoo tersenyum manis menatapku.Dia memajukan wajahnya.

" kau yang paling cantik " bisiknya.

Dan aku hanya bisa mengerjapkan mataku.

***

Lagi-lagi aku berdecak kagum saat melihat lampion berwarna biru dan merah yang menggantung di sepanjang jalan.Ini sudah malam dan pengunjung makin ramai memenuhi para pedagang di sepanjang jalan.

" setelah ini kita akan kemana? " tanyaku pada Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum.
" ada satu tempat terakhir,ini tempat penutup " jawabnya.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku.Entah,kejutan apalagi yang akan Kyungsoo berikan padaku.

Kyungsoo mengajakku berjalan melewati jalan yang tadi pagi kami lewati.Dan kami berhenti di batu besar berdiri dan satunya lebih besar lagi karena disusun dari sejumlah batu kecil.Aku sempat melihat batu ini tadi pagi,tapi karena terbawa rasa kesal jadi aku mengabaikannya.

Sekarang aku mulai penasaran dengan batu besar ini.

Gundukan batu besar itu diikat dengan tali.Di tali itu terdapat lipatan kertas yang diikatkan.Aku penasaran dengan lipatan kertas-kertas itu.

" Itu adalah batu harapan.Pengunjung yang percaya dapat menulis harapan masa depannya di kertas yang telah disediakan. " ujar Kyungsoo menjelaskan.

Kyungsoo menyerahkan secarik kertas dan sebuah bolpoin padaku.

" tulis harapanmu,terserah kau,boleh tentang sekolahmu,tentang keluargamu,atau—tentang kita " ujarnya.

Aku mengangguk sambil tersenyum malu-malu mendengar kalimat terakhir Kyungsoo.

Tentang kita?

Tentang aku dan dia?

Aku menulis harapanku di kertas dengan menjadikan batu besar itu sebagai tatakannya.Sebelah tanganku menutupi kertas itu agar Kyungsoo tidak melihat.

" selesai! " seruku senang.

Aku melipat kertas itu lalu menoleh ke arah Kyungsoo.

" kita ikat sekarang " ucapnya.

Aku mengangguk,dan kami pun sama-sama mengikat kertas itu di tali yang ada di batu itu.

Aku berharap orang-orang yang ku sayangi dan menyayangiku bahagia selamanya.Aku berharap aku dapat bersama mereka selamanya ^^

***

Setelah membuat harapan kami berdua memutuskan untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Waktu memang terasa begitu cepat ketika kau bersama dengan orang yang berarti dalam hidupmu.

" kau tau kenapa aku mengajakmu kemari daripada ke Namsan Tower? " tanyanya sambil berhenti berjalan-akupun juga-.Kami berhadap-hadapan.

Aku menggeleng.

" aku ingin membuat sesuatu yang berbeda,Namsan Tower terlalu biasa menurutku.Semua orang yang berkencan pasti akan kesana.Dan kalau ada yang bertanya apa saja yang mereka lakukan disana? Pasti jawabannya sudah bisa di tebak " ujar Kyungsoo.

Aku tersenyum kecil.Dalam hati membenarkan ucapan Kyungsoo.

" sedangkan tempat ini,tempat ini berbeda menurutku,walaupun tempat ini biasa digunakan untuk berekreasi atau study tour,tapi menurutku tempat yang romantis untuk berkencan " lanjutnya.

" kalau ada temanku yang bertanya kau berkencan dimana? Aku akan dengan bangga menjawab aku berkencan di Korean Folk Village.Dan kalau mereka bertanya apa saja yang kau lakukan disana? Aku akan menjawab banyak hal yang ku lakukan,dan yang pasti aku bisa berfoto dengan pasanganku menggunakan hanbok layaknya pengantin.Aku memasangkan Garakji di jarinya,bukankah itu romantis? "

Aku tertawa kecil melihat Kyungsoo yang beradegan seolah-olah ada temannya yang bertanya tentang bagaimana kencannya dan dia sedang menjawab pertanyaan itu.

" kenapa tertawa? Aku sungguh-sungguh akan menjawab begitu kalau temanku bertanya " ucapnya dengan mimik wajah yang tidak bisa ku deskripsi-kan.Terlalu lucu menurutku.

" aku juga,aku juga dengan bangga akan menjawab kalau aku kencan di Korean Folk Village.Aku akan mengatakan kalau ini adalah tempat kencan yang paling romantis.Dan yang pasti ada banyak kejutan yang diberikan pasanganku di tempat ini. " ujarku.

" oya? Ku kira kau kesal saat ku ajak kemari " cibirnya.

" i—itu karena ku pikir kau mengajakku kemari hanya untuk memuaskan keinginanmu saja " ucapku membela diriku sendiri.

" baiklah,oiya mana foto-foto yang tadi? " tanyanya.

Aku mengeluarkan foto-foto tadi yang ku letakkan di dalam tas selempang yang ku bawa.

" untuk apa? " aku balik bertanya sambil menyerahkan foto-foto itu padanya.

Kyungsoo terlihat memilih-milih foto-foto dan mengambilnya satu.

" aku juga mau menyimpannya " ucapnya sambil menunjukkan foto yang dia ambil.Foto dimana dia merangkulku dan kami tersenyum lebar.

Aku tersenyum lalu memasukkan foto-foto itu ke dalam tas.

" ngomong-ngomong,kapan kau membeli cincin ini? " tanyaku.Aku mengelus-elus dua cincin yang melingkar di jari manisku.

" tadi,saat kau marah dan berjalan terlebih dahulu menuju restaurant. " jawabnya.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku.

" aku hanya tidak suka melihatmu cemberut,jadi aku membelikannya untukmu agar kau tersenyum. " ujarnya.

Aku tersenyum,entah aku harus menjawab apa.Aku benar-benar tidak menyangka kalau Kyungsoo bisa semanis itu.

" aku senang seharian ini menghabiskan waktu bersamamu " ucapnya sambil menatapku.

" aku juga " balasku.

" aku senang melihat senyumanmu seharian ini,aku senang melihatmu tersenyum seharian ini karena ku " lanjutnya.

Oh Tuhaaannnn! Kyungsooooo!!!!

" kenapa kau menyuruhku memakan Samgyetang? Kau kan tau aku tidak menyukai makanan itu " tanyaku.Aku penasaran dengan hal yang sudah membuatku sempat kesal dengannya.

" itu karena kita sudah berjalan 3 jam di bawah terik matahari,aku tidak mau kau sakit,jadi aku memaksamu memakan Samgyetang agar kau tidak sakit " jawabnya.

Dia melirikku sekilas.
" kalau aku menyuruhmu ini dan itu,itu adalah bentuk rasa peduli ku padamu "

Dalam hati,aku merasa bersalah telah bertingkah kekanak-kanakan hari ini.Telah berprasangka buruk tentang Kyungsoo.Sungguh,aku menyesal.

" Kyung,kemarilah! " perintahku sambil mengisyaratkannya untuk mendekatkan wajahnya.

Aku mengecup pipi-nya singkat lalu berlari menuju parkiran.

" TERIMAKASIH UNTUK HARI INI YA KYUNG! "

Teriakku dari jauh,aku masih bisa melihat Kyungsoo yang diam di posisinya tanpa bergerak.Aku berkacak pinggang menunggunya.

" Y-YA! AHN HEE! AKU AKAN MEMBALASMU! " balasnya sambil berkacak pinggang juga.

" O-ow "

Aku langsung berlari,aku harus cepat-cepat masuk ke dalam mobil!

Apa yang akan Kyungsoo lakukan untuk membalasku?

END

Selasa, 20 Mei 2014

EXO Fanfiction: Mainstream? Eum—No.

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: Friendship,Fluff,Romance-maybe-

Cast:
- Byun Baekhyun
- Kim Soo Jin (OC)

Support Cast:
- Kim Minseok

Disclaimer: woookkeee lagi-lagi ini fanfic lanjutan.Sebelumnya aku pernah buat fanfic yang judulnya " Mood Maker? Really? " untuk temenku namanya Ica.Nahhh ini fanfic lanjutannya,ini juga buat Ica karena dia ulang tahuuuunnn~ semoga suka,maaf gak nyambung dan aneh.Enjoy~

***

Aku tersenyum setelah membulatkan tanggal 21 di kalender yang terletak di dinding kamarku.

21 May.

Hari dimana aku dilahirkan Ibu-ku.

Dan itu 2 hari lagi.

Aku sudah membuat remainder di setiap ponsel anggota keluargaku.Ibu-ku,Ayah-ku,dan juga Minseok Oppa.

Aku hanya tidak ingin mereka melupakan hari penting bagi hidupku.Dan juga aku tidak ingin ada acara 'diam-diam'-an saat hari ulang tahunku.Kalian tau? Seperti menganggapku hantu tembus pandang yang tidak terlihat.Tidak memberi selamat,mengacuhkan,dan sebagainya.

Ayolahh...itu trik lama.Aku sudah hafal itu di luar kepala.

" Ibu,aku ke rumah Baekhyun ya! " seruku kepada Ibu yang sedang sibuk di dapur.

Saat sahutan Ibu yang berteriak 'iyaa' terdengar,aku langsung membuka pintu rumah dan melenggang ke rumah Baekhyun yang berada persis di samping rumahku.

" Baekhyuuuuunnn! Ohh Baekhyuuuuunnn! " teriakku di depan gerbang.

Sebenarnya aku bisa saja langsung masuk ke dalam rumah Baekhyun,tapi mengingat aku kemari hanya untuk memintanya menemaniku membeli baju-lagipula aku juga sudah mengiriminya pesan aku akan datang-.

" ada apa? " tanya Baekhyun datar.

" Baek,ayo temani aku ke Mall! "

" tidak ah,aku malas keluar,aku masih mengantuk "

Aku memutar bola mataku malas,rambut Baekhyun memang acak-acakan khas orang yang baru saja bangun tidur.Raut wajahnya juga cukup meyakinkan.Tapi apa kalian pernah lihat orang yang baru saja bangun tidur memakai pakaian serapi ini?

Kemeja biru tosca yang di balut dengan sweater rajut putih serta celana levis.

" ayolahh..rencana apa yang sedang kau buat?! jangan pura-pura Baekhyun! Kau juga wangi sekali " seruku sambil memajukan kepalaku mengendus bau parfurm manis khas Baekhyun.

Baekhyun menggaruk kepalanya lalu tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya.

" aktingku kelihatan ya? " tanyanya.

Aku mengangguk.
" sangat Baekhyun " sahutku malas.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya.
" aku kan hanya ingin membuatmu kesal seperti orang-orang yang akan berulang tahun kebanyakan "

Aku tertawa kecil.Isi otak Baekhyun terlalu mudah untuk ku tebak.

" rencanamu terlalu mainstream,lain kali buat yang berbeda "

" benarkah? baiklah,aku akan buat rencana yang membuatmu kagum padaku " ucapnya bersemangat.

" yayaya Tuan Byun,sekarang bisakah kita berangkat? Aku tau kau berganti baju untuk mengantarku kan? " tebakku.

" eoh? Iya,hehehe "

***

" Ibuuuuuuu~ aku pulanggggg " teriakku sambil memasuki rumah.

Aku menghampiri anggota keluargaku yang sedang berkumpul di ruang tengah.

" ohh kau sudah pulang? "

Aku mengerutkan dahi-ku mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ibu.Tadi aku sudah berteriak kencang,apa tidak terdengar?

Aku hanya mengangguk pelan lalu duduk di samping Minseok Oppa.

" Ayah,Ibu,Oppa,lihatlah aku baru saja membeli dress untuk besok! " seruku sambil membuka tas belanja dan mengeluarkan dress berwarna peach dengan motif polkadot.

" bagaimana? bagus tidak? " tanyaku sambil menatap mereka satu-per-satu.

Mereka semua hanya tersenyum lalu mengangguk,membuatku kembali mengerutkan alisku.

" eum,Soo Jin-ah " panggil Ayah.

" ya Ayah? "

Ayah terlihat berpikir sebentar lalu menatapku ragu.Perasaanku mulai tidak enak.

" bagaimana kalau kita pindah tempat saja? " tanya Ayah.

" pindah tempat? maksud Ayah? " aku balik bertanya karena tidak mengerti.

Ayah menghela nafas panjang.
" tempat acara ulang tahunmu itu…Çafè-nya tidak bisa kita pakai " ucap Ayah.

Aku mengerjapkan mataku berulang kali.Kenapa mereka masih melakukan hal yang sudah ku hafal di luar kepala ini?

" Ayahhhh jangan bercanda " ucapku sambil melipat dress tadi lalu memasukkannya kedalam tas belanjaan.Ayahku memang sungguh humoris.

" bagaimana kalau kita rayakan dirumah saja? Ibu pikir cukup untuk menampung teman-temanmu " imbuh Ibu.

Aku berdecak kesal,mereka sudah ketahuan tapi kenapa terus di lanjutkan?

" Bu,sudahlah jangan main-main,aku tau kalian sedang mengerjaiku,jadi berhentilah,aku sudah tau " ujarku malas.

" Soo Jin-ah,itu benar "

Aku menolehkan kepalaku menatap Minseok Oppa tidak percaya.

" Çafè itu sudah di pesan orang,kita tidak bisa mengadakan acara disana,pihak Çafè baru memberitahu Ayah tadi.Kami sedang tidak mengerjaimu " ujar Minseok Oppa.

Aku terdiam,tidak tau harus membalas apa.Ulang tahun-ku 2 hari lagi,teman-temanku juga sudah ku undang datang ke Çafè yang sedang terkenal itu.Tapi…ada apa ini? Kenapa semuanya jadi begini?

" aku naik ke atas dulu,aku lelah "

***

Baekhyun terus saja membuat lelucon untuk membuatku tertawa.Tapi tetap saja,selucu apapun lelucon Baekhyun,itu tidak lucu di mataku.

Aku benar-benar sedang tidak ingin tertawa.

Aku pusing setelah semalaman memikirkan tempat dimana pesta ulang tahunku akan di laksanakan.Bahkan tadi pagi,teman-temanku sudah meledekku,mengatakan bahwa mereka tidak sabar untuk datang ke pesta ulang tahunku.Aku hanya tersenyum kecil membalas semua ledekkan mereka.

" ahahahahaha "

Suara tawa Baekhyun-yang menertawakan leluconnya sendiri-membuat kesadaranku kembali.Aku menghela nafas pasrah,aku akan memberitahu ke pindahan tempat pesta kepada teman-temanku lewat pesan rombongan saja.Aku benar-benar tidak sanggup kalau harus bebicara langsung.

" Soo Jin-ah "

Aku mendongakkan kepalaku menatap Baekhyun yang menatapku khawatir.Tangan Baekhyun menggenggam tanganku.

" kau baik-baik saja? " tanyanya

" ku harap begitu,Baek "

Untuk saat ini aku benar-benar membutuhkan rencana mainstream Baekhyun.Benar-benar membutuhkannya.

***

" aku pulang… " ucapku pelan.

" Ohh Soo Jin-ah,cepat ganti bajumu lalu turun dan kita makan malam,Ibu masak makanan kesukaanmu " ucap Ibu dari meja makan.

Aku mengangguk pelan lalu naik ke atas.Membuka pintu kamar lalu menghempaskan tubuhku di kasur.

Aku merogoh ponselku yang ada di kantung blazer-ku.Ini saatnya aku memberitahu teman-temanku.

' teman-teman aku pikir kalau mengadakan pesta di Çafè itu terlalu membuang-buang uang.Maksudku—apa bagusnya Çafè? Jadi besok datang ke rumahku saja ya! '

Aku mengerutkan alisku,apa ini kata-kata yang tepat?

Aku menghapusnya dan mengetik ulang.

' teman-teman aku ingin memberitahu kalian kalau tempat dimana pesta ulang tahunku di adakan tidak bisa ku gunakan,jadi kalian datang ke rumah ku besok yaa '

Aku menghela nafas,tidak berniat menulis nama-nama temanku di kotak penerima.Di saat-saat seperti ini aku lebih membutuhkan Baekhyun yang pandai merangkai kata-kata.

' teman-teman besok aku tidak jadi mengadakan pesta '

***

Aku membuka mataku saat merasa silau karena cahaya matahari mulai memasuki kamarku.Ibu sudah membuka gorden kamarku,itu berarti mereka semua sudah bangun.

Aku bangkit dari tidurku sambil menguap lebar.Mengucek-ngucek mataku dan menghela nafas panjang.Tanggal di kalender yang sudah ku bulati dengan spidol berhasil membuat mataku membulat.

Ya ampun—ini hari ulang tahun-ku!

Aku langsung menyibakkan selimutku lalu turun ke bawah.Senyumanku yang mengembang langsung hilang seketika saat melihat post-it yang tertempel di atas meja makan.

' Selamat pagi dan selamat ulang tahun sayangg~ Apa tidurmu nyenyak? Maaf kami semua harus pergi ke rumah Nenekmu,Nenekmu sakit.Ibu sudah menyiapkan sarapanmu,makan siangnya juga sudah ibu masak nanti kau tinggal panaskan saja.Soal pesta,Ibu sudah memesan kue,kalau dekorasi kau bisa meminta bantuan Baekhyun,ibu sudah membeli alat-alatnya.Sekali lagi selamat ulang tahun uri Soo Jin-ah~ 사랑해~ `

Aku duduk di kursi meja makan dengan helaan nafas panjang.Malas sarapan aku memilih untuk mandi,setelah itu ke rumah Baekhyun.Lebih baik aku bertemu Baekhyun.

***

" Baekhyuuuunnn! Ohh Baekhyuuuunnnn! "

Ini sudah kesekian kali-nya aku meneriakkan nama laki-laki itu.Aku bahkan merasa tenggorokanku kering karena Baekhyun tidak kunjung mengeluarkan batang hidungnya.

Apa Baekhyun pergi?

Pintu gerbang terkunci,mobil Ayah Baekhyun juga tidak ada.

Eh—kenapa aku baru menyadari ini? Dasar Soo Jin bodoh!

Aku memutuskan menelepon Baekhyun untuk memastikan sedang dimana dia.

" halo Baek? Kau dimana? " tanyaku begitu Baekhyun mengucapkan 'halo'.

" ohh..maaf Soo Jin-ah aku ke tempat Nenek-ku,beliau sakit.Maaf aku tidak bisa datang ke pestamu,sekali lagi maaf. "

Tut.

Dan Baekhyun menutup teleponnya.Aku mendengus keras,kenapa semua Nenek-nenek harus sakit di hari ulang tahunku? Apa yang Nenek-nenek itu makan sehingga membuat dirinya sakit? Daging? Makanan manis? Atau mereka minum 3 botol Soju?

" setidaknya kau mengucapkan selamat ulang tahun sebelum menutup teleponnya " gumamku sambil memandang gerbang rumah Baekhyun.

Kenapa ulang tahunku terasa begitu menyedihkan?

***

Aku memutuskan untuk berdiam diri di kamar.Tidak berniat makan karena aku sudah kenyang dengan sarapan 'maaf' yang di berikan keluargaku dan juga Baekhyun.

Aku juga tidak berniat mendekorasi rumahku.Biarkan saja teman-temanku datang kemari,atau kalau perlu sekalian saja pintunya ku gembok agar mereka tidak bisa masuk.

Yaa—paling mereka akan memusuhiku sampai aku lulus nanti.

***

" Soo Jiiiiinnn! Ohhh Soo Jiiiiiiiiinnnn! "

Aku menutup kupingku dengan bantal.Aku memang sedang tidur,jadi ini mungkin hanya mimpi.

Baekhyun tidak mungkin di rumahku.

" Soo Jiiiinnn! Ohhh Soo Jiiiiiiinnnn! "

Aku semakin mengeratkan bantalku ke telingaku.

" Ya! Kim Soo Jin! Cepat bangun atau ku seret kau! "

Pukul 18:47

Aku langsung membuka mata lebar-lebar dan bangun dari tidurku.Melompat dari tempat tidur dan membuka pintu kamar.

" Nahh! Akhirnya kau bangun juga,ayo kita— "

BRAK!

Aku menutup pintu kamarku.Apa aku benar-benar sedang bermimpi? Kenapa sosok Baekhyun ada di depan kamarku?

" Ya! Kenapa kau menutup pintunya?! Ini aku! Byun Baekhyun yang tampan! "

Aku kembali membuka pintu.Menatap Baekhyun yang memakai kaus berlengan pendek berwarna biru muda dan celana training panjang berwarna senada.

" Baek—hyun? Ini—Bakhyun temanku? " tanyaku.

Aku memajukan tanganku dan menunjuk-nunjuk pipi Baekhyun dengan tanganku.

Asli.

Ini Baekhyun asli!.

" Hey—apa yang kau lakukan? " Baekhyun yang risih langsung menepis telunjukku.

" kau bilang kau di rumah nenekmu! kau membohongiku?! " seruku kesal.

Baekhyun melebarkan senyumannya sambil tertawa cengengesan.

" sudahlah kau boleh memarahiku nanti,tapi sekarang kau harus ikut aku! "

Baekhyun langsung menarik tanganku ke luar kamar tanpa memberikanku kesempatan untuk 'benar-benar' menghabisinya.

" Baekhyun! Kau mau membawaku kemana?! " seruku kesal.

Baekhyun berhenti menarikku saat kami berada tepat di depan pintu.Dia merogoh kantung celana-nya dan mengeluarkan sapu tangan panjang berwarna hitam.Baekhyun berbalik menghadapku,memajukan wajahnya,membuat mataku membulat kaget.

" Apa—yang kau lakukan,Baek? " gugupku.

Baekhyun menunjukkan saputangan itu tepat di depan wajahku.

" aku harus menutup matamu terlebih dahulu " ucapnya.

" ha? "

Aku menganga kaget tapi Baekhyun langsung menutup mataku dengan saputangan itu.Membuatku bisa menghirup aroma manis yang menguar dari tubuhnya.

" Nah! Ayo kita pergi! "

***

Aku tidak tau apa yang Baekhyun rencakan.Ku ralat perkataanku di awal kalau isi otak Baekhyun dapat ku tebak dengan mudah.

Nyatanya,aku sama sekali tidak dapat menebak apa isi otak seorang Byun Baekhyun.

Aku dan Baekhyun berhenti berjalan setelah-kurasa-aku menaiki mobil,menaiki tangga dan sampai di sebuah tempat yang kurasa aku sedang menginjak rumput.

" kau siap? " tanya Baekhyun.

Aku mengangguk.

Aku bisa merasakan tangan Baekhyun yang melepaskan ikatan saputangan.

Aku membuka mataku perlahan,tidak bisa mengatakan apapun selain—

Menakjubkan.

Di depan mataku terdapat pohon yang dipasang kawat yang berbentuk tulisan—

' HAPPY BIRTHDAY URI SOO JIN '

Di kawat itu dipasang lampu kelap-kelip bermacam warna.Di semak-semak pun juga terdapat lampu kelap-kelip yang sangat cantik.

" Selamat ulang tahun uri Soo Jin!!!!! "

Aku menutup mulutku saat melihat semua orang muncul dari balik pohon,balik semak-semak,dan dari belakang tubuhku.Mereka semua orang tuaku,kakakku,teman-temanku,dan juga guru-guruku.

Tunggu—guru?

Aku baru sadar jika aku sedang berada di taman belakang sekolah yang sangat luas sekarang.

" saengil chukkae hamnida~ saengil chukkae hamnida~ saranghaneun uri Soo Jin~ saengil chukkae hamnidaaaaa~ "

Aku tidak bisa menahan air mataku saat mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun.Aku mendekat ke arah mereka-lebih tepatnya ke arah orang tuaku yang membawa kue tart berlukiskan wajahku-.

" ayo make a wish dan tiup lilinnya! " Baekhyun berseru dari belakang.

Aku memejamkan mataku.

' ku harap aku bisa bersama mereka selamanya '

Fiuuuuhhh.

***

Setelah acara potong kue,kami semua makan-makanan yang telah terhidang manis di atas meja panjang yang terletak di depan semak-semak.

Aku menghampiri Baekhyun-yang sedang duduk menyendiri,setelah mengoceh pada orangtuaku dan kakakku perihal kebohongan yang mereka perbuat.

" Ternyata rencanamu tidak se-mainstream yang ku pikirkan " ucapku sambil duduk di samping Baekhyun.

Baekhyun tertawa kecil.

" tentu saja,untuk sahabatku,mana mungkin aku merencanakan sesuatu yang mainstream " ucapnya bangga.

" aku tahu " sahutku pelan.

Aku menolehkan kepalaku,menatap sisi wajah tenang Baekhyun yang memandang ke depan.

" ngomong-ngomong kau berbohong kan padaku soal Nenekmu? Kau juga kan yang menyuruh orang tua dan juga kakakku untuk berbohong? "

Aku menunjuknya dan menatapnya dengan tatapan menyelidik.

Baekhyun hanya meringis sambil menganggukkan kepalanya.

" dasar tukang bohong! " cibirku sambil menatap ke depan.

" Ya! Itu ku lakukan karena aku tidak mau kau sedih.Aku ingin membuatmu tersenyum. " protesnya.

" benarkah? "

" eum,kalau kau tidak tersenyum aku sedih "

Aku menolehkan kepalaku lalu tersenyum manis padanya.

" terimakasih—terimakasih kau mau menjadi sahabatku Baekhyun. " ucapku tulus.

Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya.

Kami berdua kembali menatap ke depan.

" eh— "

Baekhyun menoleh menatapku dengan alis bertaut.

" apa? "

Aku menatapnya dengan tatap tajam.Mengulurkan tanganku.

" apa,sih? "

Aku memutar bola mataku.

" kado,mana kado untukku? " tagihku.

Baekhyun menatapku tidak percaya.

" kau—aku sudah melakukan ini semua dan kau masih meminta kado? " tanyanya tidak percaya.

Aku mengangguk.Lalu melipat tangan di depan dada.

" kau tidak ingat? "

Baekhyun menggeleng.

" ingat apa? "

Aku berdecak kesal.

" kau belum mengucapkan selamat ulang tahun Baekhyun! " seruku kesal.

Baekhyun menepuk dahi-nya pelan lalu tertawa kecil.

" maaf—aku terlalu sibuk menyiapkan kejutan ini,hehehe "

Aku meniup poniku.

" aku hanya berharap itu darimu,ucapan selamat darimu,aku mengharapkan itu sebagai kadoku " ujarku pelan.

Baekhyun memegang kedua bahu,menatapku sambil tersenyum manis.

" bailklah dengarkan aku baik-baik " ucapnya.

Aku mengangguk.

" selamat ulang tahun Soo Jin-ah,selamat bertambah umur,tetap jadi Soo Jin yang apa adanya,dan tetap tinggal disisiku.Aku menyayangimu "

END

A/N : Happy Birthday Icaaaa~ I wish nothing but the best for you-lah.Sukses teruuuuusss!~ ^^

Selasa, 13 Mei 2014

EXO Fanfiction: He's Jealous!

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Fluff,Romance

Cast:
- Do Kyungsoo
- Ahn Hee (OC)

Support Cast:
- Kim Soo Hyun

Disclaimer: Yeaayyy! Akhirnya aku memutuskan untuk membuat seriessss! Ahahahaha.Abis gatel pengen ngelanjutinnya,kkk~.Maaf kalo ada typo atau gak nyambung.Enjoy^^

***

Tahun ajaran baru itu artinya teman baru.

Aku tidak begitu menyukai sesuatu yang baru.Apalagi teman baru,aku harus beradaptasi lagi.Bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku? Bagaimana kalau sifat mereka menyebalkan? Bagaimana kalau mereka mengacuhkanku?

-

" biarkan saja "

" sifatmu lebih menyebalkan "

" jangan anggap mereka "

-

Tiga jawaban Kyungsoo yang membuatku naik darah setelahnya.Laki-laki itu sama sekali tidak menenangkanku,dia hanya menjawab apa yang ada di otaknya.Cih,benar-benar.

Aku dan Kyungsoo memang tidak pernah sekelas sejak kelas satu,dia masuk kedalam kelas rintisan-dimana semua anak pintar berkumpul- dan aku,aku hanya murid kelas reguler-semua orang tau bagaimana buruknya kemampuan kelas reguler-.Hal itu juga yang membuatku tidak banyak berharap aku dapat sekelas dengannya kali ini,namaku berada di peringkat 70 besar aku sudah bersyukur,setidaknya tidak seburuk kemarin.

" Ahn Hee-ya! Ahn Hee-ya! "

Aku langsung menyemprotkan minyak wangi dengan asal begitu suara Ibu terdengar memanggilku.Kalau Ibu sudah berteriak begitu,pasti Kyungsoo sudah datang menjemput.

" maaf,kau menunggu lama? " tanyaku pada Kyungsoo yang sudah berdiri di teras rumah.

Kyungsoo melirikku sebentar " tadinya aku ingin menyeretmu turun "

Kyungsoo berjalan mendahuluiku dan aku pun berlari kecil supaya dapat menyeimbangi langkahnya yang cepat.

" ini masih pagi,lagi pula kenapa harus datang sepagi ini? " tanyaku menatap sisi wajahnya.

" sepagi ini? semalam kau tidur pukul berapa,huh? " Kyungsoo balik bertanya sambil menatapku menyelidik.

Aku berdehem lalu mengalihkan padanganku,semalam aku tidak bisa tidur karena sibuk mencari blazer sekolah-ku yang hilang.Dan baru ketemu saat aku ingat blazer itu masih tergantung di tali jemuran.Aku sengaja tidak memberitahu Kyungsoo,aku ingat betul sejak satu minggu setelah liburan ajaran baru Kyungsoo selalu memperingatkanku untuk membereskan segala keperluanku nantinya.Dia bilang agar tidak ada yang lupa.Dan aku selalu bilang nanti saja.Bukan tidak mungkin kalau dia akan memarahiku begitu tau aku tidak bisa tidur mencari blazer yang hilang.

Aku benar-benar malas mendengar ceramahnya di pagi hari yang indah ini.

" aku tidur setelah kau menyuruhku tidur "

Kyungsoo menganggukkan kepalanya lalu kembali menatap ke depan.Bersyukur pagi ini sifatnya yang mudah curiga itu tidak muncul.Karena biasanya,sifat itulah yang selalu membuatku repot kalau aku sedang berbohong dengannya.

***

2-C

Aku masuk ke dalam kelas ini.Satu persatu murid menatapku dari atas sampai bawah.Cih,apa yang mereka lihat? Kenapa mereka menatapku seakan-akan aku ini makhluk luar angkasa? Aku menghempaskan tubuhku di kursi paling belakang pojok kiri,satu-satunya tempat yang membuatku nyaman.

Mereka semua tidak mungkin kan menengokkan kepalanya kebelakang hanya untuk melihatku?

Kurasa begitu.

***

Aku menghela nafas lega setelah bel istirahat berbunyi.Dugaanku tepat,murid di kelasku ganjil,dan aku duduk sendiri,tidak ada yang mau duduk denganku.Tidak apa-apa,itu lebih baik.

" mereka pikir mereka siapa,huh? aku juga bisa belajar dengan baik tanpa teman sekelas sekalipun.Aku baik-baik saja walaupun mereka tidak berbicara padaku "

Aku terus berbicara sambil menusuk spaghetti-ku.Rasa-nya kesal,seluruh teman sekelas mengabaikanku,tapi aku tidak terlalu memusingkan soal yang satu ini.Toh,lama kelamaan aku juga akan terbiasa.Tapi,aku lebih kesal saat pacarku lebih memilih makan siang dengan teman-teman pintarnya itu dan meninggalkan aku sendiri.

" permisi.. "

Aku mendongakkan kepalaku saat sebuah suara berat berada di depanku.Sedetik kemudian,mulutku terbuka begitu saja..

Tampan.

Laki-laki yang sedang berada di depanku,benar-benar tampan.

" apa...aku boleh duduk di sini? kelihatannya,kau sendiri "

Aku mengangguk begitu saja membuat laki-laki itu meletakkan nampan berisi makan siangnya dan duduk di depanku.

" maaf..apa kau murid baru? Sepertinya,aku belum pernah melihatmu " tanyaku hati-hati.

Laki-laki itu mengangguk dan tersenyum manis.

Boleh aku mengatakan kalau senyuman laki-laki ini begitu manis?

" hmm..aku baru pindah "

Laki-laki itu mengulurkan tangannya ke arahku " namaku Kim Soo Hyun,murid kelas 3-A " ucapnya.

Aku membalas uluran tangannya " Ahn Hee-imnida,murid kelas 2-C "

" eoh? kau adik kelasku? "

Aku mengangguk.

" pantas saja kau terlihat begitu imut " ucapnya sambil memakan makan siangnya.

Aku terdiam.Tunggu,aku tidak salah dengar kan? Dia bilang apa?

Aku imut?

Tuhaannn..bahkan Kyungsoo selalu mengatakan kalau aku kekanak-kanakannn.

***

Aku tidak bisa menyembunyikan senyumanku setelah bertemu dengan Soo Hyun Oppa.Dia benar-benar tau cara memperlakukan perempuan dengan benar,tutur katanya benar-benar lembut dan sopan.Berbeda dengan laki-laki yang berjalan di sebelahku ini,bahkan dia tidak berbicara sedikitpun sejak menjemputku di kelas.

" ternyata di sekolah kita ada murid baru " ucapku mencoba membuat Kyungsoo berbicara.

" ohh "

" namanya Kim Soo Hyun,dia murid kelas 3-A.Kelas rintisan,dia sunbae kita. "

" ohh "

" dia baik,orangnya juga menyenangkan,dia juga tampan "

Kyungsoo tidak merespon ucapanku kali ini.Laki-laki ini menyebalkan sekali.Hanya 'ohh'?  apa dia tidak pernah tau kalau itu respon yang paling menyebalkan di dunia?

Aku dan Kyungsoo berhenti di depan gerbang rumahku.

" kau tau? dia bilang aku adalah teman pertamanya,bukankah itu hebat?  "

Kyungsoo berdecak lalu membuka pintu gerbang dan mendorongku masuk.
" berhentilah berbicara tentang laki-laki itu,aku tidak suka "

Kyungsoo langsung pergi begitu saja setelah mengatakan itu.

" tidak suka? memangnya kau bisa cemburu? cih " cibirku pelan.

***

Aku sedikit terkejut saat melihat Soo Hyun Oppa datang menghampiriku saat bel baru saja berbunyi.Semua teman kelas-ku berbisik saat melihatnya menarik tanganku.

" aigoo..baru satu hari kau berada disini tapi penggemarmu banyak sekali oppa,ckckck " decakku kagum.

Soo Hyun Oppa hanya tertawa kecil mendengar ucapanku.
" maaf aku memintamu menemaniku,aku belum bisa berteman dengan orang lain selain dirimu "

" tidak masalah,lagipula..aku juga tidak punya seseorang yang dapat ku ajak makan bersama " Aku jadi teringat Kyungsoo yang masih asik dengan teman pintarnya dan memilih bersama mereka daripada bersamaku.

" benarkah? kalau begitu,nanti setelah pulang sekolah,tunggu aku di depan pintu gerbang,kita pergi bersama,bagaimana? "

Aku berpikir sebentar,apa Kyungsoo akan mengizinkanku nanti?

Pasti.Lagipula,Kyungsoo juga tidak akan marah kalau tau akan pergi dengan laki-laki lain.Dia kan memang begitu.

" baiklah "

***

" ayo pulang! " ajak Kyungsoo lalu berjalan mendahuluiku.

" Kyung! " panggilku.

Kyungsoo menoleh,dan menaikkan satu alisnya.
" ayoo! aku banyak tugas! " serunya.

Aku berlari kecil menghampirinya.Menarik nafas sebentar.

" ada apa? " tanyanya.

" begini..aku..tidak bisa pulang denganmu " jawabku dengan kepala yang tertunduk.

" kenapa? "

" Eum..kau jangan marah ya? " Aku menatap kedua mata Kyungsoo yang menatapku heran.

" baiklah,ada apa? " ulangnya.

" Kim..Soo Hyun Oppa,dia ingin mengajakku pergi bersama,apa—boleh? " tanyaku hati-hati.Aku langsung menunduk setelahnya.

" pergilah "

Aku mengangkat kepalaku menatap Kyungsoo yang tidak berekspresi sama sekali.Flat.

" aku pulang,aku banyak tugas " ucapnya datar lalu berlalu begitu saja.

" Aish! Kenapa Kyungsoo seperti itu?! Seharusnya dia tanya aku kemana? seharusnya dia cemburu.Cih,apa itu? ' pergilah ' ? Baik aku akan pergi.Aku akan pergi! " seruku kesal pada tubuh Kyungsoo yang bahkan sudah menghilang di belokan.

" kau kenapa? "

Aku menoleh saat sebuah suara mengejutkanku.Soo Hyun Oppa tersenyum manis lalu melingkarkan tangannya di pundakku.

" ayo! "

***

" Ya Oppa! Lain kali kau harus mengajakku kemari lagi ya! " seruku tidak tau malu saat aku dan Soo Hyun Oppa keluar dari sebuah Mall.

Aku tidak perduli,aku hanya mengutarakan keinginanku saja.Ku rasa itu tidak salah kan?

Soo Hyun Oppa tertawa mendengar seruanku lalu mengangguk.

" baiklah,tapi kau senang kan? " tanyanya.

Aku mengangguk cepat.
" bagaimana aku tidak senang? kau mengajakku menonton film yang ingin sekali ku tonton,kau mengajakku bermain game,foto box,menraktirku makan malam,membelikanku novel,ya ampun! aku merasa kalau aku sedang berkencan sekarang— "

Aku langsung menutup mulut ku yang sepertinya akan ku tampar kalau tidak ada Soo Hyun Oppa di sampingku saat ini.Aku-mengatakan-apa-yang-seharusnya-tidak-ku-katakan.

" maksudku begini Oppa..sepertinya tadi aku salah bicara..eum jadi maksudku— "

Aku melirik Soo Hyun Oppa yang menatapku dengan senyum geli-nya.Demi apapun,pasti aku terlihat memalukan sekarang.

" Ahn Hee-ya " panggilnya.

" iya Oppa? " aku menatap kedua matanya takut-takut.

" Ahn Hee-ya! "

Kali ini bukan Soo Hyun Oppa yang memanggilku,bukan pula aku yang meneriakkan namaku sendiri.Kami berdua sama-sama menoleh ke belakang dimana suara itu berasal.

Laki-laki bertubuh mungil,masih menggunakan seragam sekolah lengkap dengan tas punggungnya berlari-lari kecil ke arah ku dan Soo Hyun Oppa.

Dia Kyungsoo.

" Kyung? Kau disini? " tanyaku heran.

Kyungsoo mengangguk " ayo kita pulang,ini sudah pukul 8 malam,besok kita sekolah " ucapnya.Tangannya langsung menggenggam pergelangan tanganku.

" eh? tapi bagaimana dengan Soo Hyun Oppa? "

Aku menunjuk Soo Hyun Oppa yang menatap kami dengan senyum geli-nya-entah aku juga tidak tau apa yang membuatnya tersenyum seperti itu-.

Kyungsoo menatap Soo Hyun Oppa lalu mengangguk sopan.
" ohh annyeonghaseyo sunbaenim,choneun Do Kyungsoo-imnida,murid kelas 2-A.Aku pacar perempuan ini " ucap Kyungsoo cepat.

Soo Hyun Oppa mengangguk.
" aahh..aku Kim Soo Hyun,murid kelas 3-A.Pacarmu adalah teman pertamaku di sekolah "

" maaf sunbaenim,aku ingin membawa perempuan ini pulang,karena ini sudah malam dan besok dia harus sekolah,aku juga harus sekolah dan kau juga. " ucap Kyungsoo cepat.

Ku lihat Soo Hyun Oppa mengangguk.Terkejut mungkin mendengar ucapan Kyungsoo barusan.
" silahkan,aku baru saja akan mengantarnya pulang "

Kyungsoo menatapku.
" ayo kita pulang! " ajaknya lalu menarikku berjalan menjauh dari Soo Hyun Oppa.

***

Aku dan Kyungsoo berjalan beriringan tanpa ada satu pun pembicaraan yang keluar dari mulut kami.Aku terlalu takut untuk memulai pembicaraan,wajah Kyungsoo sangat-sangat tidak meyakinkan untuk di ajak berbicara.

" kenapa bisa ada disana? " tanyaku akhirnya.Aku terlalu penasaran untuk hal semacam ini.

" ohh,ada yang harus ku beli " jawabnya datar.Matanya masih lurus ke depan.

" lalu kenapa belum mengganti baju? Jangan bilang kau—mengikutiku? " tanyaku penuh selidik.

Oke,untuk yang satu ini mungkin kalian bisa mengatakan kalau aku terlalu percaya diri.Tapi,apa salahnya kalau aku berpikir seperti itu? Bukankah wajar jika seorang pacar cemburu saat pacarnya sedang bersama orang lain?

Eh—tapi kan Kyungsoo tidak pernah bersikap wajar sebagai seorang pacar.

Karena dia tidak pernah cemburu.

Kyungsoo melirikku sekilas lalu kembali menatap ke depan.
" untuk apa? "

Aku menganga tidak percaya.Untuk apa katanya? Huh?! Memangnya dia tidak takut aku jatuh ke pelukan laki-laki lain?!

" kau tidak mungkin jatuh ke pelukan laki-laki lain " ucap Kyungsoo kemudian,dia menatapku dengan senyuman liciknya.

" cih,siapa bilang?! " seruku.

" aku tau itu " ucapnya santai lalu kembali berfokus ke arah depan.

" bahkan Soo Hyun Oppa lebih sopan dan manis daripada dirimu Kau tidak pernah mengajakku kencan sungguhan.Yang kau lakukan adalah menyuruhku mengerjakan soal setiap malam.Tidak pernah mengajakku keluar bahkan sekedar menraktir makan malam pun tidak " ujarku menggerutu.

Ku dengar Kyungsoo menghela nafas panjang dan berhenti melangkah begitu pun aku.Kyungsoo mengeluarkan gantungan berbandul boneka beruang putih kecil dari saku celana-nya.

" untukmu " ucapnya sambil menyerahkan gantungan itu padaku.

Aku mengambil gantungan itu dan menatapnya tidak percaya.

Kyungsoo memberiku hadiah sungguhan?

Bahkan saat ulang tahun dia malah menghadiahiku buku cara hitung cepat matematika.

Kyungsoo berdehem sebentar lalu menggaruk tengkuk belakangnya.
" itu..aku dapatkan setelah aku memainkan game,kau tau kan? game dengan tuas itu..yang di dalamnya banyak boneka..jadi..aku..memberikannya padamu " ujarnya sambil menunjuk-nunjuk gantungan yang ku pegang.Kyungsoo tersenyum kikuk setelahnya.

" terimakasih " ucapku tulus.Aku bahkan merutuki diriku sendiri yang hampir menangis.

Aku benar-benar senang.

Lagi-lagi Kyungsoo memberikanku sebuah kejutan manis.

Kyungsoo mengangguk,lagi-lagi Kyungsoo menggaruk tengkuk belakangnya.
" sebenarnya..aku mengikutimu " ujarnya sambil menatapku.

Tuhaaannnn! Apa boleh aku meminta waktu berhenti sekarang juga?

" aku tidak bisa pulang saat laki-laki tadi merangkulmu dan kau dengan senangnya tidak menolak tangan laki-laki itu,jadi ku putuskan aku mengikutimu " ujarnya.

Aku menatapnya menunggunya melanjutkan ucapannya.

" lain kali,jangan sedekat itu dengannya,aku tidak nyaman "

Aku masih menatapnya.

" jangan terlalu manis di depannya,aku tidak suka "

Mataku belum lepas dari matanya.

" aku—cemburu " ucapnya pelan.

Aku menahan senyumanku.
" kau bilang apa? suaramu terlalu pelan,tuan jenius " godaku.

" aku cemburu kau dengan laki-laki itu " ucap Kyungsoo tegas sambil menatapku tajam.

Aku terkesiap,lalu mengangguk begitu saja.

Kyungsoo berdehem dan mulai berjalan lagi,di ikuti aku.

" aku tidak percaya kau cemburu,ku pikir kau tidak pernah cemburu padaku,maksudku saat Chanyeol memelukku di pentas drama,saat Kris Oppa membopongku ketika aku jatuh dari tangga,dan saat Baekhyun mengatakan kalau dia menyukaiku,kau sama sekali tidak mengatakan kalau kau cemburu.Bahkan kau dengan tenang memakan makananmu saat Baekhyun dengan lantangnya menembakku di kantin " ujarku panjang lebar.

Kyungsoo berdecak kesal.
" yang itu juga " ucapnya cepat.

" juga? juga apa? " tanyaku menatapnya tidak mengerti.

Dia menatapku gemas " aku cemburu,oke? Bahkan saat Chanyeol memelukmu di pentas drama aku sengaja menutup mata,saat Kris sunbae membopongmu aku langsung berlatih gym setelahnya,dan saat Baekhyun menembakmu— " Kyungsoo menghentikkan ucapannya,ia menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya.

" aku melabraknya setelah itu "

Aku membulatkan mataku,pantas saja Baekhyun sampai tidak mau berbicara padaku selama satu bulan.

" sekarang kau tau kan? " tanyanya.

Aku mengangguk.

" dan soal tadi—sebenarnya aku kesal mendengar celotehanmu di depan Mall "

" eh? kau mendengarnya? " tanyaku kaget.

Kyungsoo mengangguk.

" bagaimana aku tidak senang? kau mengajakku menonton film yang ingin sekali ku tonton,kau mengajakku bermain game,foto box,menraktirku makan malam,membelikanku novel,ya ampun! aku merasa kalau aku sedang berkencan sekarang— " Kyungsoo berucap sambil menirukan gaya ku tadi.Dia bahkan menutup mulutnya seperti aku menutup mulutku tadi.

Aku hanya bisa meringis melihatnya.
" ehehehehehehe "

" cih,dasar perempuan! " cibirnya.

" Ya! Wajar kalau aku begitu,kau sendiri juga tidak pernah mengajakku kencan— "

" aku tau! " seru Kyungsoo kesal.

Aku merengut,kenapa dia yang kesal? Kan seharusnya aku yang kesal? Dasar laki-laki!

Kami berdua kembali hening,tidak membicarakan apapun setelahnya.Sampai kami tiba di depan rumah ku.

" masuklah,dan langsung tidur,besok saat aku sampai kau sudah siap " petuahnya.

Aku mengangguk,lalu hendak membuka pintu gerbang,tapi tiba-tiba tangan Kyungsoo sudah menggenggam pergelangan tanganku.Aku menatapnya bingung.

" ada apa? "

Kyungsoo berdehem sebentar.

" Sabtu malam ini,apa kau mau keluar denganku? " tanyanya.

Aku menaikkan satu alisku.Tidak biasanya Kyungsoo mengajak ku belajar di luar.

" bukan,bukan untuk belajar " ucapnya cepat saat aku baru membuka mulut.

" yaa..kita akan ke Namsan Tower,kau tau kan? Seperti makan malam bersama,makan ice cream,naik kereta gantung,eum..menulis nama di gembok mungkin? Yaaa— " Kyungsoo terlihat gugup atau mungkin dia bingung harus bicara apa.Kepalanya terus menunduk selama bicara,tangannya juga terus menggaruk tengkuk belakangnya.

Aku tertawa kecil lalu mengangguk.
" baiklah,kita pergi "

Kyungsoo menatapku dengan matanya yang membulat.

" kau mengajakku berkencan kan? " tanyaku.

" eum..seperti itu lah.. " jawabnya pelan.

" yasudah aku masuk ya,kau hati-hati di jalan " ucapku.

Kyungsoo mengangguk lalu melambaikan tangannya.Dia berjalan meninggalkan gerbang rumahku.Setelah itu aku masuk kedalam rumah.

Aku tidak sabar menunggu Sabtu malam tiba.Aku akan menceritakan ini pada Soo Hyun Oppa besok.

Eh? Aku boleh kan tetap makan siang dengannya di kantin?

From: Kyungsoo.
20:35
Besok kita makan di kantin bersama.Aku tidak suka melihatmu dengannya.

Aku tertawa kecil,sepertinya aku harus mencarikan teman untuk menemani Soo Hyun Oppa mulai sekarang.Karena—

Apa boleh aku mengatakannya sekali lagi?

Hihihi.

Psstt—Kyungsoo cemburu.

END