Laman

Selasa, 13 Mei 2014

EXO Fanfiction: He's Jealous!

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Fluff,Romance

Cast:
- Do Kyungsoo
- Ahn Hee (OC)

Support Cast:
- Kim Soo Hyun

Disclaimer: Yeaayyy! Akhirnya aku memutuskan untuk membuat seriessss! Ahahahaha.Abis gatel pengen ngelanjutinnya,kkk~.Maaf kalo ada typo atau gak nyambung.Enjoy^^

***

Tahun ajaran baru itu artinya teman baru.

Aku tidak begitu menyukai sesuatu yang baru.Apalagi teman baru,aku harus beradaptasi lagi.Bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku? Bagaimana kalau sifat mereka menyebalkan? Bagaimana kalau mereka mengacuhkanku?

-

" biarkan saja "

" sifatmu lebih menyebalkan "

" jangan anggap mereka "

-

Tiga jawaban Kyungsoo yang membuatku naik darah setelahnya.Laki-laki itu sama sekali tidak menenangkanku,dia hanya menjawab apa yang ada di otaknya.Cih,benar-benar.

Aku dan Kyungsoo memang tidak pernah sekelas sejak kelas satu,dia masuk kedalam kelas rintisan-dimana semua anak pintar berkumpul- dan aku,aku hanya murid kelas reguler-semua orang tau bagaimana buruknya kemampuan kelas reguler-.Hal itu juga yang membuatku tidak banyak berharap aku dapat sekelas dengannya kali ini,namaku berada di peringkat 70 besar aku sudah bersyukur,setidaknya tidak seburuk kemarin.

" Ahn Hee-ya! Ahn Hee-ya! "

Aku langsung menyemprotkan minyak wangi dengan asal begitu suara Ibu terdengar memanggilku.Kalau Ibu sudah berteriak begitu,pasti Kyungsoo sudah datang menjemput.

" maaf,kau menunggu lama? " tanyaku pada Kyungsoo yang sudah berdiri di teras rumah.

Kyungsoo melirikku sebentar " tadinya aku ingin menyeretmu turun "

Kyungsoo berjalan mendahuluiku dan aku pun berlari kecil supaya dapat menyeimbangi langkahnya yang cepat.

" ini masih pagi,lagi pula kenapa harus datang sepagi ini? " tanyaku menatap sisi wajahnya.

" sepagi ini? semalam kau tidur pukul berapa,huh? " Kyungsoo balik bertanya sambil menatapku menyelidik.

Aku berdehem lalu mengalihkan padanganku,semalam aku tidak bisa tidur karena sibuk mencari blazer sekolah-ku yang hilang.Dan baru ketemu saat aku ingat blazer itu masih tergantung di tali jemuran.Aku sengaja tidak memberitahu Kyungsoo,aku ingat betul sejak satu minggu setelah liburan ajaran baru Kyungsoo selalu memperingatkanku untuk membereskan segala keperluanku nantinya.Dia bilang agar tidak ada yang lupa.Dan aku selalu bilang nanti saja.Bukan tidak mungkin kalau dia akan memarahiku begitu tau aku tidak bisa tidur mencari blazer yang hilang.

Aku benar-benar malas mendengar ceramahnya di pagi hari yang indah ini.

" aku tidur setelah kau menyuruhku tidur "

Kyungsoo menganggukkan kepalanya lalu kembali menatap ke depan.Bersyukur pagi ini sifatnya yang mudah curiga itu tidak muncul.Karena biasanya,sifat itulah yang selalu membuatku repot kalau aku sedang berbohong dengannya.

***

2-C

Aku masuk ke dalam kelas ini.Satu persatu murid menatapku dari atas sampai bawah.Cih,apa yang mereka lihat? Kenapa mereka menatapku seakan-akan aku ini makhluk luar angkasa? Aku menghempaskan tubuhku di kursi paling belakang pojok kiri,satu-satunya tempat yang membuatku nyaman.

Mereka semua tidak mungkin kan menengokkan kepalanya kebelakang hanya untuk melihatku?

Kurasa begitu.

***

Aku menghela nafas lega setelah bel istirahat berbunyi.Dugaanku tepat,murid di kelasku ganjil,dan aku duduk sendiri,tidak ada yang mau duduk denganku.Tidak apa-apa,itu lebih baik.

" mereka pikir mereka siapa,huh? aku juga bisa belajar dengan baik tanpa teman sekelas sekalipun.Aku baik-baik saja walaupun mereka tidak berbicara padaku "

Aku terus berbicara sambil menusuk spaghetti-ku.Rasa-nya kesal,seluruh teman sekelas mengabaikanku,tapi aku tidak terlalu memusingkan soal yang satu ini.Toh,lama kelamaan aku juga akan terbiasa.Tapi,aku lebih kesal saat pacarku lebih memilih makan siang dengan teman-teman pintarnya itu dan meninggalkan aku sendiri.

" permisi.. "

Aku mendongakkan kepalaku saat sebuah suara berat berada di depanku.Sedetik kemudian,mulutku terbuka begitu saja..

Tampan.

Laki-laki yang sedang berada di depanku,benar-benar tampan.

" apa...aku boleh duduk di sini? kelihatannya,kau sendiri "

Aku mengangguk begitu saja membuat laki-laki itu meletakkan nampan berisi makan siangnya dan duduk di depanku.

" maaf..apa kau murid baru? Sepertinya,aku belum pernah melihatmu " tanyaku hati-hati.

Laki-laki itu mengangguk dan tersenyum manis.

Boleh aku mengatakan kalau senyuman laki-laki ini begitu manis?

" hmm..aku baru pindah "

Laki-laki itu mengulurkan tangannya ke arahku " namaku Kim Soo Hyun,murid kelas 3-A " ucapnya.

Aku membalas uluran tangannya " Ahn Hee-imnida,murid kelas 2-C "

" eoh? kau adik kelasku? "

Aku mengangguk.

" pantas saja kau terlihat begitu imut " ucapnya sambil memakan makan siangnya.

Aku terdiam.Tunggu,aku tidak salah dengar kan? Dia bilang apa?

Aku imut?

Tuhaannn..bahkan Kyungsoo selalu mengatakan kalau aku kekanak-kanakannn.

***

Aku tidak bisa menyembunyikan senyumanku setelah bertemu dengan Soo Hyun Oppa.Dia benar-benar tau cara memperlakukan perempuan dengan benar,tutur katanya benar-benar lembut dan sopan.Berbeda dengan laki-laki yang berjalan di sebelahku ini,bahkan dia tidak berbicara sedikitpun sejak menjemputku di kelas.

" ternyata di sekolah kita ada murid baru " ucapku mencoba membuat Kyungsoo berbicara.

" ohh "

" namanya Kim Soo Hyun,dia murid kelas 3-A.Kelas rintisan,dia sunbae kita. "

" ohh "

" dia baik,orangnya juga menyenangkan,dia juga tampan "

Kyungsoo tidak merespon ucapanku kali ini.Laki-laki ini menyebalkan sekali.Hanya 'ohh'?  apa dia tidak pernah tau kalau itu respon yang paling menyebalkan di dunia?

Aku dan Kyungsoo berhenti di depan gerbang rumahku.

" kau tau? dia bilang aku adalah teman pertamanya,bukankah itu hebat?  "

Kyungsoo berdecak lalu membuka pintu gerbang dan mendorongku masuk.
" berhentilah berbicara tentang laki-laki itu,aku tidak suka "

Kyungsoo langsung pergi begitu saja setelah mengatakan itu.

" tidak suka? memangnya kau bisa cemburu? cih " cibirku pelan.

***

Aku sedikit terkejut saat melihat Soo Hyun Oppa datang menghampiriku saat bel baru saja berbunyi.Semua teman kelas-ku berbisik saat melihatnya menarik tanganku.

" aigoo..baru satu hari kau berada disini tapi penggemarmu banyak sekali oppa,ckckck " decakku kagum.

Soo Hyun Oppa hanya tertawa kecil mendengar ucapanku.
" maaf aku memintamu menemaniku,aku belum bisa berteman dengan orang lain selain dirimu "

" tidak masalah,lagipula..aku juga tidak punya seseorang yang dapat ku ajak makan bersama " Aku jadi teringat Kyungsoo yang masih asik dengan teman pintarnya dan memilih bersama mereka daripada bersamaku.

" benarkah? kalau begitu,nanti setelah pulang sekolah,tunggu aku di depan pintu gerbang,kita pergi bersama,bagaimana? "

Aku berpikir sebentar,apa Kyungsoo akan mengizinkanku nanti?

Pasti.Lagipula,Kyungsoo juga tidak akan marah kalau tau akan pergi dengan laki-laki lain.Dia kan memang begitu.

" baiklah "

***

" ayo pulang! " ajak Kyungsoo lalu berjalan mendahuluiku.

" Kyung! " panggilku.

Kyungsoo menoleh,dan menaikkan satu alisnya.
" ayoo! aku banyak tugas! " serunya.

Aku berlari kecil menghampirinya.Menarik nafas sebentar.

" ada apa? " tanyanya.

" begini..aku..tidak bisa pulang denganmu " jawabku dengan kepala yang tertunduk.

" kenapa? "

" Eum..kau jangan marah ya? " Aku menatap kedua mata Kyungsoo yang menatapku heran.

" baiklah,ada apa? " ulangnya.

" Kim..Soo Hyun Oppa,dia ingin mengajakku pergi bersama,apa—boleh? " tanyaku hati-hati.Aku langsung menunduk setelahnya.

" pergilah "

Aku mengangkat kepalaku menatap Kyungsoo yang tidak berekspresi sama sekali.Flat.

" aku pulang,aku banyak tugas " ucapnya datar lalu berlalu begitu saja.

" Aish! Kenapa Kyungsoo seperti itu?! Seharusnya dia tanya aku kemana? seharusnya dia cemburu.Cih,apa itu? ' pergilah ' ? Baik aku akan pergi.Aku akan pergi! " seruku kesal pada tubuh Kyungsoo yang bahkan sudah menghilang di belokan.

" kau kenapa? "

Aku menoleh saat sebuah suara mengejutkanku.Soo Hyun Oppa tersenyum manis lalu melingkarkan tangannya di pundakku.

" ayo! "

***

" Ya Oppa! Lain kali kau harus mengajakku kemari lagi ya! " seruku tidak tau malu saat aku dan Soo Hyun Oppa keluar dari sebuah Mall.

Aku tidak perduli,aku hanya mengutarakan keinginanku saja.Ku rasa itu tidak salah kan?

Soo Hyun Oppa tertawa mendengar seruanku lalu mengangguk.

" baiklah,tapi kau senang kan? " tanyanya.

Aku mengangguk cepat.
" bagaimana aku tidak senang? kau mengajakku menonton film yang ingin sekali ku tonton,kau mengajakku bermain game,foto box,menraktirku makan malam,membelikanku novel,ya ampun! aku merasa kalau aku sedang berkencan sekarang— "

Aku langsung menutup mulut ku yang sepertinya akan ku tampar kalau tidak ada Soo Hyun Oppa di sampingku saat ini.Aku-mengatakan-apa-yang-seharusnya-tidak-ku-katakan.

" maksudku begini Oppa..sepertinya tadi aku salah bicara..eum jadi maksudku— "

Aku melirik Soo Hyun Oppa yang menatapku dengan senyum geli-nya.Demi apapun,pasti aku terlihat memalukan sekarang.

" Ahn Hee-ya " panggilnya.

" iya Oppa? " aku menatap kedua matanya takut-takut.

" Ahn Hee-ya! "

Kali ini bukan Soo Hyun Oppa yang memanggilku,bukan pula aku yang meneriakkan namaku sendiri.Kami berdua sama-sama menoleh ke belakang dimana suara itu berasal.

Laki-laki bertubuh mungil,masih menggunakan seragam sekolah lengkap dengan tas punggungnya berlari-lari kecil ke arah ku dan Soo Hyun Oppa.

Dia Kyungsoo.

" Kyung? Kau disini? " tanyaku heran.

Kyungsoo mengangguk " ayo kita pulang,ini sudah pukul 8 malam,besok kita sekolah " ucapnya.Tangannya langsung menggenggam pergelangan tanganku.

" eh? tapi bagaimana dengan Soo Hyun Oppa? "

Aku menunjuk Soo Hyun Oppa yang menatap kami dengan senyum geli-nya-entah aku juga tidak tau apa yang membuatnya tersenyum seperti itu-.

Kyungsoo menatap Soo Hyun Oppa lalu mengangguk sopan.
" ohh annyeonghaseyo sunbaenim,choneun Do Kyungsoo-imnida,murid kelas 2-A.Aku pacar perempuan ini " ucap Kyungsoo cepat.

Soo Hyun Oppa mengangguk.
" aahh..aku Kim Soo Hyun,murid kelas 3-A.Pacarmu adalah teman pertamaku di sekolah "

" maaf sunbaenim,aku ingin membawa perempuan ini pulang,karena ini sudah malam dan besok dia harus sekolah,aku juga harus sekolah dan kau juga. " ucap Kyungsoo cepat.

Ku lihat Soo Hyun Oppa mengangguk.Terkejut mungkin mendengar ucapan Kyungsoo barusan.
" silahkan,aku baru saja akan mengantarnya pulang "

Kyungsoo menatapku.
" ayo kita pulang! " ajaknya lalu menarikku berjalan menjauh dari Soo Hyun Oppa.

***

Aku dan Kyungsoo berjalan beriringan tanpa ada satu pun pembicaraan yang keluar dari mulut kami.Aku terlalu takut untuk memulai pembicaraan,wajah Kyungsoo sangat-sangat tidak meyakinkan untuk di ajak berbicara.

" kenapa bisa ada disana? " tanyaku akhirnya.Aku terlalu penasaran untuk hal semacam ini.

" ohh,ada yang harus ku beli " jawabnya datar.Matanya masih lurus ke depan.

" lalu kenapa belum mengganti baju? Jangan bilang kau—mengikutiku? " tanyaku penuh selidik.

Oke,untuk yang satu ini mungkin kalian bisa mengatakan kalau aku terlalu percaya diri.Tapi,apa salahnya kalau aku berpikir seperti itu? Bukankah wajar jika seorang pacar cemburu saat pacarnya sedang bersama orang lain?

Eh—tapi kan Kyungsoo tidak pernah bersikap wajar sebagai seorang pacar.

Karena dia tidak pernah cemburu.

Kyungsoo melirikku sekilas lalu kembali menatap ke depan.
" untuk apa? "

Aku menganga tidak percaya.Untuk apa katanya? Huh?! Memangnya dia tidak takut aku jatuh ke pelukan laki-laki lain?!

" kau tidak mungkin jatuh ke pelukan laki-laki lain " ucap Kyungsoo kemudian,dia menatapku dengan senyuman liciknya.

" cih,siapa bilang?! " seruku.

" aku tau itu " ucapnya santai lalu kembali berfokus ke arah depan.

" bahkan Soo Hyun Oppa lebih sopan dan manis daripada dirimu Kau tidak pernah mengajakku kencan sungguhan.Yang kau lakukan adalah menyuruhku mengerjakan soal setiap malam.Tidak pernah mengajakku keluar bahkan sekedar menraktir makan malam pun tidak " ujarku menggerutu.

Ku dengar Kyungsoo menghela nafas panjang dan berhenti melangkah begitu pun aku.Kyungsoo mengeluarkan gantungan berbandul boneka beruang putih kecil dari saku celana-nya.

" untukmu " ucapnya sambil menyerahkan gantungan itu padaku.

Aku mengambil gantungan itu dan menatapnya tidak percaya.

Kyungsoo memberiku hadiah sungguhan?

Bahkan saat ulang tahun dia malah menghadiahiku buku cara hitung cepat matematika.

Kyungsoo berdehem sebentar lalu menggaruk tengkuk belakangnya.
" itu..aku dapatkan setelah aku memainkan game,kau tau kan? game dengan tuas itu..yang di dalamnya banyak boneka..jadi..aku..memberikannya padamu " ujarnya sambil menunjuk-nunjuk gantungan yang ku pegang.Kyungsoo tersenyum kikuk setelahnya.

" terimakasih " ucapku tulus.Aku bahkan merutuki diriku sendiri yang hampir menangis.

Aku benar-benar senang.

Lagi-lagi Kyungsoo memberikanku sebuah kejutan manis.

Kyungsoo mengangguk,lagi-lagi Kyungsoo menggaruk tengkuk belakangnya.
" sebenarnya..aku mengikutimu " ujarnya sambil menatapku.

Tuhaaannnn! Apa boleh aku meminta waktu berhenti sekarang juga?

" aku tidak bisa pulang saat laki-laki tadi merangkulmu dan kau dengan senangnya tidak menolak tangan laki-laki itu,jadi ku putuskan aku mengikutimu " ujarnya.

Aku menatapnya menunggunya melanjutkan ucapannya.

" lain kali,jangan sedekat itu dengannya,aku tidak nyaman "

Aku masih menatapnya.

" jangan terlalu manis di depannya,aku tidak suka "

Mataku belum lepas dari matanya.

" aku—cemburu " ucapnya pelan.

Aku menahan senyumanku.
" kau bilang apa? suaramu terlalu pelan,tuan jenius " godaku.

" aku cemburu kau dengan laki-laki itu " ucap Kyungsoo tegas sambil menatapku tajam.

Aku terkesiap,lalu mengangguk begitu saja.

Kyungsoo berdehem dan mulai berjalan lagi,di ikuti aku.

" aku tidak percaya kau cemburu,ku pikir kau tidak pernah cemburu padaku,maksudku saat Chanyeol memelukku di pentas drama,saat Kris Oppa membopongku ketika aku jatuh dari tangga,dan saat Baekhyun mengatakan kalau dia menyukaiku,kau sama sekali tidak mengatakan kalau kau cemburu.Bahkan kau dengan tenang memakan makananmu saat Baekhyun dengan lantangnya menembakku di kantin " ujarku panjang lebar.

Kyungsoo berdecak kesal.
" yang itu juga " ucapnya cepat.

" juga? juga apa? " tanyaku menatapnya tidak mengerti.

Dia menatapku gemas " aku cemburu,oke? Bahkan saat Chanyeol memelukmu di pentas drama aku sengaja menutup mata,saat Kris sunbae membopongmu aku langsung berlatih gym setelahnya,dan saat Baekhyun menembakmu— " Kyungsoo menghentikkan ucapannya,ia menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya.

" aku melabraknya setelah itu "

Aku membulatkan mataku,pantas saja Baekhyun sampai tidak mau berbicara padaku selama satu bulan.

" sekarang kau tau kan? " tanyanya.

Aku mengangguk.

" dan soal tadi—sebenarnya aku kesal mendengar celotehanmu di depan Mall "

" eh? kau mendengarnya? " tanyaku kaget.

Kyungsoo mengangguk.

" bagaimana aku tidak senang? kau mengajakku menonton film yang ingin sekali ku tonton,kau mengajakku bermain game,foto box,menraktirku makan malam,membelikanku novel,ya ampun! aku merasa kalau aku sedang berkencan sekarang— " Kyungsoo berucap sambil menirukan gaya ku tadi.Dia bahkan menutup mulutnya seperti aku menutup mulutku tadi.

Aku hanya bisa meringis melihatnya.
" ehehehehehehe "

" cih,dasar perempuan! " cibirnya.

" Ya! Wajar kalau aku begitu,kau sendiri juga tidak pernah mengajakku kencan— "

" aku tau! " seru Kyungsoo kesal.

Aku merengut,kenapa dia yang kesal? Kan seharusnya aku yang kesal? Dasar laki-laki!

Kami berdua kembali hening,tidak membicarakan apapun setelahnya.Sampai kami tiba di depan rumah ku.

" masuklah,dan langsung tidur,besok saat aku sampai kau sudah siap " petuahnya.

Aku mengangguk,lalu hendak membuka pintu gerbang,tapi tiba-tiba tangan Kyungsoo sudah menggenggam pergelangan tanganku.Aku menatapnya bingung.

" ada apa? "

Kyungsoo berdehem sebentar.

" Sabtu malam ini,apa kau mau keluar denganku? " tanyanya.

Aku menaikkan satu alisku.Tidak biasanya Kyungsoo mengajak ku belajar di luar.

" bukan,bukan untuk belajar " ucapnya cepat saat aku baru membuka mulut.

" yaa..kita akan ke Namsan Tower,kau tau kan? Seperti makan malam bersama,makan ice cream,naik kereta gantung,eum..menulis nama di gembok mungkin? Yaaa— " Kyungsoo terlihat gugup atau mungkin dia bingung harus bicara apa.Kepalanya terus menunduk selama bicara,tangannya juga terus menggaruk tengkuk belakangnya.

Aku tertawa kecil lalu mengangguk.
" baiklah,kita pergi "

Kyungsoo menatapku dengan matanya yang membulat.

" kau mengajakku berkencan kan? " tanyaku.

" eum..seperti itu lah.. " jawabnya pelan.

" yasudah aku masuk ya,kau hati-hati di jalan " ucapku.

Kyungsoo mengangguk lalu melambaikan tangannya.Dia berjalan meninggalkan gerbang rumahku.Setelah itu aku masuk kedalam rumah.

Aku tidak sabar menunggu Sabtu malam tiba.Aku akan menceritakan ini pada Soo Hyun Oppa besok.

Eh? Aku boleh kan tetap makan siang dengannya di kantin?

From: Kyungsoo.
20:35
Besok kita makan di kantin bersama.Aku tidak suka melihatmu dengannya.

Aku tertawa kecil,sepertinya aku harus mencarikan teman untuk menemani Soo Hyun Oppa mulai sekarang.Karena—

Apa boleh aku mengatakannya sekali lagi?

Hihihi.

Psstt—Kyungsoo cemburu.

END

Kamis, 08 Mei 2014

EXO Fanfiction: Sweet Message.

Author: Kyung0712(@Intansnickers)

Genre; School Life,Romance-maybe-

Cast:
- Do Kyungsoo
- Ahn Hee (OC)

Disclaimer: Omo! Omo! Omo! Ff ini bisa di bilang lanjutannya D'Answer.Gatau kenapa rasanya pengen ngelanjutin aja,pengennya sih dibuat series,tapi takut tiba-tiba mati imajinasi-nya.Jadi masih kemungkinan doang.Btw,maaf kalo ada typo dan gak nyambung.Enjoy^^

***

" hhhaaahhh "

Aku menjatuhkan kepalaku di atas meja.Sudah cukup aku melihat puluhan angka ini selama 3 jam.Aku benar-benar tidak habis pikir,kenapa Kyungsoo setega ini membiarkan aku mengerjakan 150 soal matematika sendirian.

SENDIRI.

Itu berarti hanya aku seorang.

Pacar macam apa dia.

-

Aku membulatkan mataku begitu melihat Kyungsoo membentangkan kertas polio berisi puluhan angka.Nafsu makan ku hilang seketika.Aku tau,setelah ini aku tidak akan bisa hidup dengan tenang.

" kau kerjakan soal ini selama 3 hari " ucap Kyungsoo dingin.

Aku mengambil kertas itu dan menelitinya.150 soal matematika,berisi puluhan angka yang membuatku ingin muntah begitu melihatnya.

Faktanya,aku benci angka.

" baiklah,kita akan mengerjakan ini dimana? " tanyaku.

Tidak apa-apa,asal Kyungsoo menemaniku 1000 soal pun akan ku kerjakan.

Kyungsoo menatapku bingung.
" kita? kau kerjakan sendiri "

Aku menatap Kyungsoo tidak percaya,hey aku ini pacarnya.Dia se-tega itu membiarkan aku mengerjakan ini semua sendiri?

" ini salahmu sendiri yang menganggap sepele ujian kali ini,peringkatmu turun,apa kau bisa makan dengan tenang sementara namamu berada di peringkat ke 94? "

Baiklah,kalau sudah menyangkut penurunan peringkat ku semester ini aku tidak bisa mengeluarkan protes panjangku.

" baiklah "

" jangan memasang wajah melas mu itu,aku tidak akan membantu "

-

Aku benar-benar kesal dengan kejadian siang tadi di kantin.Ini malam minggu seharusnya aku pergi dengan Kyungsoo ke taman kota,bukan duduk di meja belajar dengan soal-soal ini.

From: Kyungsoo
19:47
Sudah berapa soal yang kau kerjakan?

Aku mendengus membaca pesan yang Kyungsoo kirimkan kepadaku.Kenapa dia bertanya tentang soal? Kenapa dia tidak bertanya 'apa kau sudah makan?' atau 'mau makan malam bersama?'.Kenapa Kyungsoo tidak bisa seperti itu?

To: Kyungsoo.
19:50
17 soal.Kau tidak bertanya bagaimana keadaanku sekarang?

Aku mengetuk-ngetuk telunjukku di atas meja menunggu balasan dari Kyungsoo.Laki-laki itu selalu memiliki masalah soal membalas pesan.

Terlalu lama.

From: Kyungsoo.
20:10
Bagaimana keadaanmu sekarang?

To: Kyungsoo.
20:12
Aku buruk.

From: Kyungsoo.
20:15
Kenapa buruk?

To: Kyungsoo.
20:17
Aku tidak suka belajar.Aku tidak suka mengerjakan soal-soal ini.Aku tidak suka sendirian,Kyung.

From: Kyungsoo.
20:20
Terkadang kita harus melakukan apa yang tidak kita sukai.

To: Kyungsoo.
20:22
Hm.Kau benar.

From: Kyungsoo.
20:25
Aku memang selalu benar.

Aku menghela nafas,rasanya percuma aku mengatakan hal itu pada Kyungsoo,toh tidak akan berpengaruh apapun.

Kyungsoo tidak mungkin menghampiriku kesini.

Aku menidurkan kepalaku di atas meja.Memainkan tombol lampu meja belajarku.Mencoba memikirkan sesuatu yang selalu ku abaikan.

CKLEK.

Lampu meja belajar ku matikan.

-

" kenapa bisa turun? " Kyungsoo bertanya padaku dengan tatapannya yang tajam.

Aku hanya bisa menunduk.

" kan sudah ku bilang,jangan terlalu menyepelekan ujian,jangan memikirkan hubungan kita selama ujian.Anggap kita tidak ada apapun seperti dulu,aku temanmu dan kau temanku. " ujar Kyungsoo.

Aku menghela nafas.Tidak menjawab tapi terus memasang telinga mendengarkan Kyungsoo menceramahi-ku ini dan itu.

Ku dengar dia berhenti sebentar dan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.

" lebih baik kita seperti dulu lagi "

Aku mengangkat kepalaku menatapnya bingung.

" aku temanmu dan kau temanku,ku rasa itu lebih baik. "

Aku membulatkan mataku,terkejut mendengar ucapannya barusan.

" Kyung—aku hanya turun peringkat itu saja "

Kyungsoo menatapku dengan tatapan yang tidak bisa ku jelaskan apa maknanya.

" itu lebih baik,Ahn Hee "

-

CKLEK.

Lampu meja belajar ku nyalakan kembali.

Aku mengingat kejadian tempo hari saat pengumuman nilai semester tahun ini di umumkan.Kyungsoo kecewa padaku karena peringkatku merosot jauh dari semester yang lalu.Aku tidak tau apa maksud ucapannya saat di atap sekolah,aku hanya menganggap itu sebagai gertakannya saja agar aku belajar lebih giat lagi.

Tidak ada kata putus,aku dan Kyungsoo masih bersama seperti biasa.Kami pergi ke sekolah bersama,dan pulang pun bersama.Dia juga masih mengajariku setiap pulang sekolah dan hari libur.

Tapi mengingat bagaimana ekspresi Kyungsoo saat mengatakan dia ingin hubungan kami seperti dulu.Kurasa itu bukan gertakan saja.

Mungkin Kyungsoo malu punya pacar yang bodoh.

Mungkin Kyungsoo malu punya pacar yang kekanak-kanakan.

Mungkin Kyungsoo malu punya pacar sepertiku.

Mungkin,aku juga tidak tau.

From: Kyungsoo.
20:55
Kenapa tidak membalas pesanku? Kau benar-benar mengerjakan soalnya kan?

Aku tersenyum kecil membaca pesan Kyungsoo,bahkan dia menunggu balasanku hanya untuk memastikan apa aku benar-benar mengerjakan soal yang di perintahkannya atau tidak.

To: Kyungsoo.
20:58
Iya.

From: Kyungsoo.
21:01
Singkat sekali.Kau mengantuk?

To: Kyungsoo.
21:03
Tidak,aku sedang memikirkan sesuatu.

From: Kyungsoo.
21:05
Memikirkan apa?

To: Kyungsoo.
21:08
Aku memikirkan ucapanmu.

From: Kyungsoo.
21:10
Ucapanku? Yang mana?

To: Kyungsoo.
21:12
Kau benar-benar ingin hubungan kita seperti dulu? Maksudku,kembali seperti kau temanku dan aku temanmu.

Aku memandangi ponselku,Kyungsoo lama sekali membalasnya.Apa laki-laki itu ketiduran? Atau—merasa tidak enak karena jawabannya 'iya'?

To: Kyungsoo.
21:17
Tidak apa-apa kalau iya.

From: Kyungsoo.
21:20
Maaf.Kau pasti terganggu dengan ucapanku ya?

To: Kyungsoo.
21:22
Eum.Sedikit.

Lagi-lagi Kyungsoo lama membalas.Mungkin dia sedang merangkai kata-kata sopan untuk mengatakan kalau dia benar-benar menginginkan hubungan kami seperti dulu.

From: Kyungsoo.
21:35
Aku hanya tidak ingin kau menjadi bahan olok-olokan anak-anak di sekolah.Aku hanya tidak ingin kau menjadi bahan cacian mereka,aku ingin membuktikan kalau kau lebih baik daripada mereka.Aku ingin kau dipandang baik oleh mereka.Aku benci mendengar mereka menjelek-jelekkan mu terus.Aku tidak ingin hubungan kita membuat mu nilaimu lebih buruk.

Aku menutup mulutku dengan telapak tanganku tidak percaya kalau Kyungsoo memikirkan perasaanku yang sama bencinya mendengar anak-anak di sekolah terus menghujatku karena aku yang begitu bodoh berpacaran dengan Kyungsoo yang begitu pintar.

From: Kyungsoo.
21:37
Aku tidak ingin hubungan kita seperti dulu.Aku tidak ingin hubungan kita kembali menjadi kau temanku dan aku temanmu.Aku hanya ingin hubungan kita seperti sekarang.Kau pacarku dan aku pacarmu.

To: Kyungsoo.
21:40
Aku tidak tau harus membalasmu apa.Aku benar-benar senang.Aku benar-benar menyukaimu,Kyungsoo.

Aku menahan nafasku selama beberapa detik,aku tidak bermimpi malam ini akan terjadi.Aku menghapus bersih-bersih pikiranku yang mengatakan kalau mungkin saja bukan Kyungsoo yang menulis pesan itu.

Mungkin saja Kai-adik Kyungsoo- yang melakukannya.

Aku tidak perduli,yang jelas aku benar-benar senang malam ini.

From: Kyungsoo.
21:43
Aku tau itu.

To: Kyungsoo.
21:45
Aku juga akan membuktikan pada mereka kalau aku jauh-jauh-jauh lebih baik dari pada mereka.Aku tidak akan mengecawakanmu,Kyung.

From: Kyungsoo.
21:47
Sekarang sudah tidak memikirkan apapun,kan?

To: Kyungsoo.
21:49
Tidak,masih ada.

From: Kyungsoo.
21:51
Apa lagi?

Aku menarik nafas dalam,sedikit takut akan balasan yang akan ku dapat nantinya.

To: Kyungsoo.
21:53
Apa—yang harus ku lakukan dengan 133 soal ini? Aku lelahhhh (✖╭╮✖)

Kyungsoo paling tidak suka dengan orang yang suka mengeluh.Dan aku baru saja melakukannya.Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan ini,mungkin saja dia mau membantuku.

Mungkin saja,aku juga tidak tau.

From: Kyungsoo.
21:55
Besok aku ke rumahmu.

Aku memekik kegirangan.Tidak perduli bagaimana terganggunya Chen Oppa yang tidur di sebelah kamarku.

To: Kyungsoo.
21:58
Benarkah? Kau janji?

From: Kyungsoo.
22:00
Eum.Sekarang,kau bereskan semuanya,dan naik ke kasurmu.Selamat tidur,semoga mimpi indah,Ahn Hee-ya :)

To: Kyungsoo.
22:02
Selamat tidur juga,semoga mimpi indah,Kyungsoo-ya ♥

Aku langsung membereskan kertas soal dan buku-buku yang ada di meja belajarku.Menggosok gigi dan mencuci kaki lalu naik ke kasurku.Malam ini aku akan tidur nyenyak dan mimpi indah.

Bermimpi tentang Kyungsoo, mungkin?

END

EXO Fanfiction: Next Time.

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre; Romance,Sad,-maybe-

Cast:
- Do Kyungsoo
- Go Min Ji (OC)
- EXO member

Disclaimer: entah ini ff kenapa bisa jadi begini,semoga aja nyambung dan gak jelek-jelek banget.Maaf banyak typo dan membosankan.Enjoy^^

***

" Oppa aku mencintaimu! "

" kyaaa Kyungsoo Oppa! "

" ya ampun aku ingin mati! "

" mereka tampan! "

" menikahlah denganku! "

Aku tersenyum menanggapi teriakan mereka lalu masuk kedalam Gedung SMent diikuti member-member EXO yang lain.Kami ber-12 masuk ke ruang latihan.Masing-masing dari kami langsung merebahkan diri di sofa dan di lantai.Tubuh kami terasa sangat lelah setelah melakukan konser untuk comeback EXO.Dan sekarang kami berkumpul di ruang latihan untuk mengoreksi kesalahan apa saja yang terjadi selama konser tadi.

" Kyung! "

Aku menolehkan kepalaku ke arah perempuan yang baru saja masuk ke ruang latihan kami.Perempuan itu membawa dua buah plastik putih besar yang ku yakini isinya adalah makanan.

" Waaa..apa yang kau bawa,Min Ji-ah? " tanya Baekhyun yang langsung duduk dengan senyumannya yang melebar.

" aku membawa makanan untuk kalian,beberapa snack,minuman,dan beberapa vitamin untuk kalian,aku tau kalian lelah " ujarnya.

Semua member-termasuk aku- mendekat dan duduk menyila membentuk lingkaran.Min Ji dengan telaten mengeluarkan sterofom berisi makanan dan meletakkannya satu-per-satu di depan kami.Dia juga mengeluarkan minuman berupa air mineral dan meletakkannya di depan kami.

" waaa..samgyupsal! " pekik Tao ketika membuka sterofom dan melihat isinya.Matanya berbinar ketika melihat daging yang menjadi isinya.

" terimakasih kau mau membawakan ini untuk kami " ucap Suho hyung.

Min Ji mengangguk.
" sama-sama,lagipula..anggap ini sebagai hadiah karena penampilan kalian yang keren tadi "

" kami yang keren atau Kyungsoo hyung? "

Aku melotot ke arah Sehun yang berani-berani-nya meledek ku dan Min Ji.

" ku bilang kalian " ucap Min Ji malu-malu.

Aku mendengus kesal,aku paling tidak suka jika Min Ji datang disaat aku berkumpul dengan member EXO.

***

Aku memutuskan mengantar Min Ji pulang begitu aku selesai memakan makananku.Aku harus membawa perempuan ini pulang,sebelum aku menjadi bulan-bulanan member-member EXO yang lain.

Well,Min Ji adalah pacarku.Awalnya,Min Ji seperti fans-fans-ku yang lain.Tapi entah kenapa ada yang menarik di sosok Min Ji.Yaahh..bisa dibilang,Min Ji memiliki arti spesial di mataku.

Saat baru pacaran,kami sepakat-sebenarnya aku yang meminta-untuk tidak memberi tau member yang lain-termasuk fans EXO-.Hubungan kami berjalan lancar 6 bulan pertama,tapi saat mereka tau-member dan fans EXO-semua berubah.Dan ku harap..ini juga tidak merubah arti Min Ji di mataku.

" Kyung,kau marah ya? " tanya Min Ji pelan.

Aku menoleh menatapnya yang menunduk.

" tidak "

Aku mengalihkan pandanganku kemanapun itu asalkan tidak menatap Min Ji.Entah,aku masih kesal dengan perempuan itu yang nekat datang menghampiriku disaat aku dan member EXO sedang bersama.

" aku hanya ingin memberi kalian hadiah,kalian kan sudah bekerja keras,jadi ku rasa kalian butuh apresiasi " ujar Min Ji.

Walaupun aku tidak menatapnya,tapi aku bisa merasakan perempuan itu sedang menatapku.

" tapi bisa kan kau bilang dulu padaku? " tanyaku menatap matanya.

Min Ji menunduk.
" maaf..aku tau kalau aku bilang kau pasti tidak mengizinkanku "

Aku menghela nafas panjang.
" sudahlah,lupakan soal tadi " ucapku akhirnya.

Kami berhenti tepat di depan gerbang rumah Min Ji.

" masuklah,istirahat dan jangan tidur terlalu larut,kau mengerti? "

Min Ji mengangguk.

Aku tersenyum lalu mengacak-acak rambutnya pelan.
" selamat malam "

Min Ji mengenggam tanganku sebelum aku berjalan meninggalkannya.

" ada apa? " tanyaku.

" bisakah kau meluangkan waktumu untuk kita berdua? Aku ingin melihat festival di Myeongdong minggu depan " pintanya.

" maaf..jadwalku benar-benar padat,kau tau kan EXO baru saja comeback? Aku tidak bisa meninggalkan jadwalku begitu saja.Mereka bisa mengataiku artis tidak profesional " ujarku mencoba memberi penjelasan selembut mungkin pada Min Ji.

Min Ji menghela nafas kecewa.Yaa..aku tau dia kecewa.

" ohh..yasudah "

" lain kali saja,aku akan mengajakmu ketempat yang lebih bagus "

" benarkah? kapan? "

" suatu saat nanti "

***

Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur.Sehabis mengantar Min Ji pulang,aku langsung cepat-cepat pulang ke dorm.Rasa-rasanya tubuhku akan meleleh kalau tidak cepat-cepat menyentuh kasurku yang empuk.Jadwal EXO yang padat akhir-akhir ini membuatku sedikit kelelahan,terlebih aku masih harus memperhatikan Min Ji.

" kau kenapa hyung? "

Aku menoleh ke arah Kai yang duduk di sampingku.

" kenapa? memangnya aku kenapa? "

Kai tertawa kecil.
" kau ada masalah? kau terlihat sedang memikirkan sesuatu "

Aku memiringkan tubuhku lalu menarik selimut sampai menutupi kepala.

" tidurlah,besok kita ada jadwal "

" jangan terlalu cuek pada Min Ji,hyung "

Aku menghela nafas pelan,entahlah seharusnya aku menjawab iya dengan cepat.Tapi,aku rasa ada sesuatu yang mengganjal hatiku.Apa ini yang namanya jenuh?

***

" ayo cepat-cepat! "

Aku berlari ke arah belakang panggung.5 menit lagi EXO tampil di SBS Inkigayo,tapi kami telat datang.Semalam,ternyata Baekhyun dan Chanyeol pergi makan setelah aku pergi mengantar Min Ji pulang.Mereka terlalu banyak makan membuat perut Baekhyun sakit.Dan akibatnya,Baekhyun buang-buang air sejak semalam.Dan sekarang,tubuh Baekhyun terlihat lemas.

" kau baik-baik saja,Baek? " tanyaku khawatir.Wajah Baekhyun pucat dan tubuhnya berkeringat.

Baekhyun mengangguk.
" eum,aku baik "

Aku membuka mulutku untuk membujuknya agar tidak ikut tampil.Tapi teriakan kru yang menyuruh kami tampil membuatku menutup mulut rapat-rapat.

" semoga Baekhyun baik-baik saja "

***

Baekhyun tidak baik-baik saja.

Setelah tampil,Baekhyun pingsan.Kami semua panik dan langsung membawanya ke rumah sakit Seoul.Padahal setelah ini,seharusnya aku,Baekhyun,dan Chen siaran di Radio Sukira.Tapi,karena Baekhyun sakit kami terpaksa menggantikannya dengan Luhan hyung.

" dia kekurangan cairan dan dia harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk memulihkan keadaannya "

Aku mengusap wajahku.Beberapa hari kedepan jadwal EXO sangat padat,tapi Baekhyun malah jatuh sakit.Dan itu membuatku frustasi,karena mau tidak mau kami harus mengubah formasi karena Baekhyun.

Aku merogoh ponselku yang bergetar di saku celana.Min Ji meneleponku,aku yakin pasti dia sudah mendengar berita ini.

" halo Kyung,bagaimana keadaan Baekhyun Oppa? Apa dia baik-baik saja? " cerocos Min Ji.

" tidak bisa dikatakan baik,Baekhyun kekurangan cairan,dia harus di opname " jawabku seadanya.

" yaampun..haruskah aku kesana untuk menjenguknya? aku benar-benar ingin melihatnya "

Aku menggeleng cepat.Aku tidak bisa membiarkan Min Ji menjenguk Baekhyun.Aku sedang pusing dan Min Ji akan menambah kepusinganku dengan celotehannya.

" tidak usah,kau cukup mendo'akannya saja "

" benarkah? apa benar-benar tidak boleh? " tanya Min Ji dengan nada kecewa.

Aku menghela nafas.
" aku tutup ya,nanti aku telepon lagi " ucapku langsung menutup telepon.Aku malas mendengar Min Ji berceloteh.Aku benar-benar ingin menenangkan pikiranku sekarang.

" hyung,jangan sejutek itu padanya "

Aku menoleh menatap Sehun yang duduk disampingku.Bocah ini pasti mendengar ucapanku tadi.

" aku benar-benar lelah Sehun-ah,itu saja " sahutku sambil menunduk memijat pelipisku.

" lelah dengan apa? Jadwal atau…Min Ji? "

Aku menghela nafas pelan.
" ku harap aku lelah dengan jadwal "

***

From: Min Ji.
07:08
Kyung,kau dimana?

To: Min Ji.
08;15
Di radio,aku mau siaran.

Aku membalas pesan Min Ji yang sengaja ku diamkan.Sebenarnya aku tidak ingin membalas pesan-nya tapi kalau dipikir-pikir akan sangat jahat kalau aku tidak membalas pesannya.

From: Min Ji.
08:17
Coba kau menoleh kesamping kiri.

Aku menaikkan satu alisku,lalu menolehkan kepalaku ke kiri.

Ya ampun.

Min Ji sudah berdiri disana,ia tersenyum lebar sambil menunjukkan kotak bekal berwarna biru laut padaku.

Aku menghela nafas.Aku benar-benar malas bertemu dengan perempuan itu akhir-akhir ini.

***

" aku membawa cheese cake kesukaanmu "

Min Ji membuka kotak bekal yang dibawanya.

" bagaimana? kau mau kan makan ini di taman kota bersamaku? " tanyanya dengan semangat.

" maaf..lain kali saja,aku benar-benar lelah,aku ingin istirahat " jawabku jujur.

Badan-ku benar-benar lelah setelah seharian mengisi 5 siaran radio sekaligus.

Min Ji menghela nafas lalu menutup kotak bekalnya.

" baiklah,kau makan ini di dorm saja "

Min Ji memasukkan kotak bekal itu ke dalam plastik dan menyerahkannya padaku dengan senyumannya.

Aku menerima Cheese Cake itu dengan perasaan bersalah.Aku tau,Min Ji kecewa karena beberapa bulan terakhir aku selalu menolak permintaannya.Selain karena jadwal yang padat,aku benar-benar sedang malas menghabiskan waktuku dengan Min Ji.Yaa..aku tau aku sedang jenuh dengannya.

" terimakasih Cheese Cake-nya,lebih baik sekarang kau pulang,ini sudah malam,kau bisa pulang sendiri kan? Maaf aku tidak bisa mengantarmu " ujarku.

Min Ji mengangguk.
" eum..kau juga,istirahat ya Kyung,jaga dirimu baik-baik "

Aku tersenyum membalas ucapannya.Min Ji berbalik dan berjalan meninggalkanku di depan pintu dorm EXO.Aku sengaja tidak memperbolehkannya masuk,aku hanya malas menjadi bahan olok-olokan member-member yang lain.

" itu apa? " tanya Chanyeol saat aku memasuki dorm.

" oh,ini? " Aku mengangkat plastik yang berisi Cheese Cake dari Min Ji.

Chanyeol mengangguk.

" Cheese Cake " jawabku.

" waaahh..dari siapa? " tanya Chanyeol dengan mata berbinar.

" kau mau? "

" iya,aku mau "

" ini,kau makan saja "

***

Aku sadar,aku memang sedang benar-benar jenuh dengan Min Ji.Seminggu belakangan ini aku selalu mengabaikannya,tidak mengangkat teleponnya,membalas pesannya,atau menemuinya setelah aku selesai tampil di panggung.Aku melakukan ini,karena ku pikir kalau aku menemuinya itu tidak akan merubah apapun,pada akhirnya aku akan tetap mendiamkannya.

" kau bahagia hidup seperti ini? "

Aku menoleh kesamping dengan alis bertaut.Tidak mengerti maksud dari pertanyaan Luhan hyung barusan.

" Min Ji.Kau bahagia memperlakukannya seperti ini? "

Aku mengalihkan padanganku ke segala penjuru backstage.Aku malas membahas persoalan seperti ini.

" Kyungsoo-ya,apa…kau benar-benar tidak menyukainya lagi? "

Aku menunduk.Menghela nafas pelan.
" tidak tau "

Luhan hyung menepuk pundakku pelan.
" kalau iya,katakan padanya dan suruh dia berhenti mengikutimu "

" hmm "

***

" Kyung! "

Aku membulatkan mataku saat melihat Min Ji sudah berdiri manis di depan pintu dorm EXO.Aku melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangan kiriku.

Pukul 01:00

Perempuan ini kenapa belum pulang?

" kenapa kau disini? Ini sudah malam Min Ji "

Min Ji tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya.
" aku hanya ingin bertemu denganmu,tadi aku mengikutimu seharian,aku merindukanmu,Kyung "

Aku menghela nafas pelan.
" pulanglah,ini sudah malam Min Ji,kau bisa sakit " ucapku khawatir.

Perempuan ini terlihat pucat.Pasti dia sakit.

" tidak mau,aku ingin berjalan-jalan denganmu,ayo kita ke sungai Han! " ajaknya sambil menarik tanganku.

Aku melepaskan genggaman tangannya yang terasa sangat dingin.Aku melepaskan jaket yang ku kenakan dan ku sampirkan ke punggungnya.

" lain kali kita bisa jalan-jalan,sekarang kau pulang,tubuhmu dingin,kau pasti sakit "

" aku baik-baik saja Kyung,ayo kita jalan-jalan,kalau lain kali terus,pasti tidak bisa! " ucapnya bersikeras.

Aku menghela nafas keras.
" lain kali pasti bisa Min Ji,masih ada besok,besok dan besoknya lagi.Waktu kita masih banyak.Lebih baik sekarang ku antar kau pulang " ucapku tegas.

Min Ji diam sambil menunduk.

" aku janji Min Ji,lain kali pasti kita akan jalan-jalan.Aku akan menemanimu melihat festival di Myeongdong.Aku juga akan menemanimu ke Lotte World.Aku akan menemanimu kemanapun kau mau.Sekarang kau pulang,oke? "

Min Ji mengangguk pasrah.
" boleh aku menggandeng tanganmu? " tanyanya sambil menatapku sendu.

Aku berdehem lalu mengangguk.Min Ji tersenyum lalu menggenggam erat tanganku.Aku yakin,gadis ini sudah lama menungguku,tangannya benar-benar dingin.

" Kyung,apa kau benar-benar sibuk sampai tidak bisa menjawab teleponku? Apa benar-benar tidak ada waktu untuk bertemu denganku? "

Aku menoleh menatap Min Ji yang menunduk.Aku menghela nafas pelan.Aku menyesal memperlakukan Min Ji seperti itu akhir-akhir ini.Tapi,aku tidak bisa berbohong kalau aku memang sedang jenuh dengannya.

" maaf..aku sedang sibuk,kau tau itu kan? "

Min Ji mengangguk.Dia menyenderkan kepalanya di lenganku.
" terimakasih kau mau bersabar meladeni sifatku yang cerewet,hehehe "

Aku tertawa kecil.Suara tawa Min Ji membuat lelah di badanku hilang begitu saja.
" aku minta maaf kalau kau merasa aku mengacuhkanmu akhir-akhir ini "

" hmm..aku juga minta maaf kalau sikapku benar-benar membuatmu bosan " Min Ji menatapku.

" hei,berapa lama kau menungguku di depan dorm? " tanyaku.Wajah Min Ji benar-benar pucat.

" 3 jam " jawabnya setelah berpikir terlebih dahulu.

Aku membulatkan mataku.
" itu lama,kenapa tidak meneleponku? "

" ponselku rusak "

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku.

" lalu yang lain kemana? kenapa kau pulang sendiri? " tanya Min Ji.

" setelah tampil tadi,mereka menjenguk Baekhyun dirumahnya.Aku pulang duluan karena ingin istirahat,aku lelah menggantikan posisi Baekhyun akhir-akhir ini. " jawabku.

Sekarang giliran Min Ji yang mengangguk-anggukkan kepalanya.

Seperti biasa,kami berhenti tepat di depan gerbang rumah Min Ji.

" saatnya kita berpisah "

Aku tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut Min Ji.
" kita besok bertemu lagi "

Min Ji tersenyum membalas ucapanku.

" mau ku peluk? " tawarku sambil merentangkan kedua tanganku.

Min Ji mengangguk cepat dan langsung memeluk tubuhku dengan erat.

" maafkan aku ya Kyung " ucapnya.

Aku melepas pelukan hangat Min Ji dan menatapnya aneh.Perempuan ini terlalu mendramatisir suatu peristiwa.

" jangan begitu,kan aku sudah bilang,lain kali pasti kita akan jalan-jalan. "

Min Ji tersenyum lalu melepaskan jaketku dan menyerahkannya padaku.

" kenapa dikembalikan? besok saja "

Min Ji menggeleng.
" aku malas mencucinya "

Aku mencibir lalu mengambil jaket itu dan menyampirkannya di pundak.

" aku pulang " pamitku lalu berbalik berjalan meninggalkan Min Ji.

" KYUNG! "

Aku menoleh menanggapi panggilan Min Ji.

" LAIN KALI KITA AKAN JALAN-JALAN,BENAR KAN? "

Aku mengangguk.

" KAU JANJI? "

Aku mengangguk lagi.

" BAIKLAH,HATI-HATI DI JALAN.AKU MENYAYANGIMU! " Min Ji tersenyum lebar sambil melambai-lambaikan tangannya padaku.

Aku tersenyum dan mengangguk lagi lalu melanjutkan perjalananku.

***

Aku pulang ke dorm dengan perasaan gembira.Entah,aku sangat senang dapat bersama dengan Min Ji lagi.Aku menyesal sempat mendiamkannya,aku berjanji,mulai besok aku akan benar-benar memperhatikannya lagi.

" aku pulang… "

Aku mengerutkan alisku saat melihat semua member-termasuk Baekhyun- sedang berkumpul di ruang tamu.

" loh,kau sudah pulang Baek? "

Baekhyun hanya mengangguk.

Aku berjalan mengampiri mereka dan duduk dilantai,di sebelah Kai.

" kenapa belum tidur? apa kalian sedang mengadakan pesta? " tanyaku.

Ini memang konyol,mereka tidak mungkin mengadakan pesta,kalau makanan saja tidak ada di atas meja.Tapi,melihat mereka berkumpul aku berpendapat bahwa ada sesuatu yang terjadi,dan sesuatu itu buruk.Karena raut wajah mereka sangat-sangat buruk.

" tadi jam 10 malam ada kecelakaan,seseorang tertabrak mobil " ucap Minseok hyung.

" benarkah? dimana? " tanyaku.

" di depan gedung tempat kita tampil tadi " jawab Chanyeol.

Aku terkejut.Tadi saat aku pulang,taxi yang ku tumpangi sengaja lewat jalan lain karena jalan yang biasa di lewati sedang macet.Ternyata terjadi kecelakaan.

" kalian melihatnya? "

Mereka menggeleng.
" polisi menelepon kami "

Aku membulatkan mataku.
" kenapa menelepon kalian? Apa kalian yang menabrak orang itu? "

" bukan,tapi seseorang yang tertabrak,kita mengenalnya "

Keringat dingin mulai mengucur di dahiku.Jantungku berdebar kencang.Aku melihat satu-per-satu member EXO.Di ruangan ini ada 12 orang,semuanya lengkap.Lalu siapa?

" manager hyung? " tanyaku pelan.

Mereka menggeleng.

" siapa? " tanyaku menatap mereka satu-per-satu.

Kai langsung memeluk tubuhku.Membuat jantungku berdebar semakin cepat.Firasatku buruk,benar-benar buruk.

" hyung,dia…Min Ji…Go Min Ji. "

Aku terdiam.Kai benar-benar tidak lucu.Mana mungkin Min Ji.Bahkan tidak sampai 15 menit yang lalu aku masih bersamanya,melihatnya tertawa,tersenyum.Dan…menggenggam tangannya yang dingin.Menatap wajahnya yang pucat.

Bukan,pasti Min Ji yang lain.

" Min Ji...tidak mungkin "

***

Aku tau Kai berbohong.Aku tau semua member berbohong padaku.Buktinya,pagi ini aku bisa melihat Min Ji tersenyum dengan cantiknya.Min Ji tersenyum menggunakan gaun putih yang sangat cantik.

" Min Ji-ah,bangunlah,bukankah kau ingin pergi jalan-jalan denganku? Semalam kau mengatakan itu kan padaku? Ayo bangun! "

Min Ji tetap tidak bangun.Aku tau,dia sedang mengerjaiku.Min Ji memang begitu.

" Hei,bangun! Ini sudah siang,manager hyung sengaja membiarkanku bersama mu hari ini,jadi bangunlah,aku akan menemanimu kemanapun "

Min Ji tetap tidak bangun.Mungkin dia benar-benar mengantuk,semalam kan dia menungguku sampai larut malam.

" Min Ji-ah,kalau kau marah padaku,aku minta maaf,aku tau aku salah,aku benar-benar menyesal,jadi sekarang bangunlah,anak perempuan tidak boleh malas "

Min Ji tidak bangun juga.Air mata-ku mulai menetes.Aku yakin,Min Ji masih ada,semalam aku mengantarnya pulang.Jadi aku yakin dan sangat yakin kalau Min Ji sedang mengerjaiku.Dia sedang mengerjaiku dengan berpura-pura tidur di dalam peti.

Haa..sungguh tidak lucu.

" Hyung,sudahlah..biarkan Min Ji tenang,jangan seperti ini " Kai merangkulku.

" Kai..katakan kalau kalian sedang mengerjaiku,katakan kalau ini hanya main-main.Kai..semalam Min Ji menungguku di depan dorm sampai jam 1 malam.Tangannya dingin dan wajahnya pucat.Dia memintaku menemaninya ke sungai Han,tapi aku memilih mengantarnya pulang,karena aku yakin dia sakit.Kai..semalam aku berjanji akan menemaninya kemanapun.Kai..semalam Min Ji berteriak dan mengatakan dia menyayangiku.Kai… "

Aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku.Ingatanku terus berputar.Min Ji menunggu di dorm.Min Ji memintaku ke taman sungai Han.Min Ji memelukku dengan hangat.Min Ji berteriak kalau dia menyayangiku.

Dan…Min Ji yang tertabrak mobil karena mengejarku yang sudah terlebih dahulu menghilang setelah selesai tampil.

" Min Ji…bangunlah,ayo kita jalan-jalan bersama "

-

" tidak mau,aku ingin jalan-jalan denganmu,ayo kita ke sungai Han! "

" aku baik-baik saja Kyung,ayo kita jalan-jalan,kalau lain kali terus,pasti tidak bisa! "

" boleh aku menggandeng tanganmu? "

" saatnya kita berpisah "

" maafkan aku ya Kyung "

" KYUNG! "

" LAIN KALI KITA AKAN JALAN-JALAN,BENAR KAN? "

" KAU JANJI? "

" BAIKLAH,HATI-HATI DI JALAN.AKU MENYAYANGIMU! "

-

" Min ji…aku menyayangimu "

" Min Ji…bangunlah,aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan,tidak akan ada lain kali lagi,tapi aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan…sekarang "

Min Ji tidak juga bangun dan aku mulai sadar,Min Ji memang pergi.Min Ji tidak bercanda—

Min Ji tidak mengerjaiku dengan tidur di dalam peti.

Itu memang tempat tidur abadinya.

Min Ji tidak lelah karena menungguku semalam.

Tapi,Min Ji memang sudah beristirahat—untuk selama-lamanya.

END

Selasa, 29 April 2014

EXO Fanfiction: All About Him.

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Friendship,Fluff,Sad-maybe-

Cast:
- Oh Sehun
- Cho Eun Hyun (OC)
- Jung Seong Bin (OC)

Disclaimer: yeeepp! Ini fanfiction bisa dibilang lanjutan dari *-Half Of My Heart-*.Quotes-nya dibikin sama Hirza Qalby Taskia -temenku-.Dan ff ini aku dedikasikan buat dia.Happy reading,maaf kalo gak nyambung.Enjoy^^

***

-

Sebelum bertemu denganmu ,hatiku bagaikan kertas yang masih suci dan belum ternodai sedikitpun ,tetapi setelah bertemu denganmu ,hatiku bagaikan kertas yang sudah menjadi sebuah karya seni yang sangat menakjubkan karena goresan-goresan tinta yang bertuliskan namamu diseluruh milisentinya -hirsykh

-

Huft.

Terhitung sudah 3 jam lewat 15 menit aku duduk di meja belajar dan tidak melakukan apa yang seharusnya aku lakukan-belajar untuk ujian negara-.Yaaa..ujian yang menentukan aku lulus atau tidak akan berlangsung 7 hari lagi,dan aku belum mempersiapkan apapun.

Aku kesal.

Aku marah.

Aku benci.

Dengan siapa?

Diriku sendiri.

Aku bingung,kenapa disaat-saat dimana aku seharusnya fokus dan tidak memikirkan apapun selain mata pelajaran ujian negara,otakku justru di penuhi oleh satu orang yang menyebalkan.

Oh Sehun.

Seharusnya malam ini aku belajar bersama dengan Sehun,tapi aku mati-matian menolaknya dengan berbagai alasan.Dimulai dari alasanku agar dia mandiri dan tidak bergantung denganku terus sampai aku berkata aku malas meladeninya yang kekanak-kanakan.

Ya,aku bohong.

Aku bahkan berharap dia terus bergantung denganku entah sampai kapanpun.

Aku juga tidak malas meladeni sifatnya yang kekanak-kanakan.Aku menyukai itu.

Aku hanya…berusaha fokus.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya.Aku justru tidak fokus.Anak menyebalkan itu terus berputar di otakku,membuatku mengacuhkan buku yang sudah menganga lebar sejak 3 jam lewat 15 menit yang lalu.

Oh Sehun.

Oh Sehun.

Oh Sehun.

" aaakkhhh! Aku bisa gilaaaaaaaa!! " teriakku frustasi.Aku mengacak-acak rambutku,aku tidak perduli bagaimana marahnya Ibu saat melihat rambutku nanti.

DOR! DOR! DOR!

Aku mengerang frustasi.Haruskah Kyuhyun Oppa menggedor-gedor pintu kamarku sekeras itu? Tidakkah dia tau itu dapat merusak gendang telinga seseorang yang mendengarnya?

" YA! CHO EUN HYUN! BUKA PINTUNYAAA!! "

Aku menganga.Tidak,itu bukan suara Khyuhyun Oppa.Hei,kenapa aku malah mendengar suara Sehun?

" EUN HYUN-AH! AKU TAU KAU BELUM TIDUR,CEPAT BUKA ATAU AKU AKAN MENDOBRAK PINTUNYA! "

Benar itu Sehun.Aku langsung bangkit dari kursi belajarku dan berlari menuju pintu.Tidak akan kubiarkan pintuku rusak untuk ke-5 kalinya.

CKLEK!

Aku dapat melihat laki-laki itu tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yang putih.Matanya membentuk bulan sabit.

" apa? " tanyaku jutek.

Sehun mengerutkan alisnya.
" hei,apa yang kau lakukan di dalam? Kau baru terkena setruman kabel? " tanyanya polos.Jari telunjuknya mengarah ke rambutku.

Aku langsung merapikan rambutku dengan jari-jari ku.Yaa..setidaknya rambutku tidak lagi mengembang.

" kau mau apa? " tanyaku lagi.

Sehun tertawa kecil,dia mengangkat buku-buku yang dia tenteng.

" Aku sudah belajar dirumah sendiri,tapi tidak bisa dibilang sendiri juga sih,aku meminta bantuan Luhan hyung,tapi dia marah-marah dan mengatakan kalau otakku tidak lebih baik dari anak SMP.Jadi aku mengatakan padanya kalau dia juga tidak lebih baik darimu,aku tidak bisa belajar dengan orang selain dirimu. " ujarnya.Kepalanya menunduk dan mulutnya mengerucut seperti anak TK yang balonnya terbang ke udara.

Aku menghela nafas.
" aku juga tidak bisa belajar sendirian "

Sehun mengangkat kepalanya menatapku dengan tatapannya yang seperti anak anjing.

Aku berdehem sebentar menetralkan suaraku,takut kalau-kalau suaraku melengking seperti curut.

" tidak ada kau,tidak enak " ucapku sambil tersenyum.

Sehun melebarkan matanya,senyumannya melebar.
" jinjja?! "

Aku mengangguk.
" ayo masuk "

Sehun langsung menerobos masuk ke kamarku.Aku mengambil meja lipat yang terletak di kolong ranjangku.Dan mulai memindahkan buku-buku yang ada di meja belajarku ke atas meja lipat.Sedangkan Sehun sudah duduk manis di depan meja.

" Eun Hyun-ah,bagaimana kalau kita mulai dengan matematika? " tanya Sehun.

" baiklah "

Sehun mulai membuka buku matematika dan mengerjakan soal-soal.Sedangkan aku,aku memilih bertopang dagu dan menatapnya yang sedang serius menghitung.

Huft.

Ada atau tidak adanya Sehun di hadapanku.Itu tidak akan merubah apapun.

Karena Sehun selalu ada di hati dan pikiranku.

***
-

Apa yang akan kamu lakukan jika tahu teman dekatmu menyukai laki-laki yang sama dengan yang kamu sukai? Dan apa yang akan kamu lakukan ketika tahu bahwa laki-laki yang kalian berdua sukai lebih memilih temanmu bukan dirimu? Apakah kamu akan mengikuti apa yang logikamu katakan atau apa yang hatimu katakan? Menetap atau pergi? Menjaga atau membuang? -hirsykh

-

" ada murid baru,perempuan "

" lalu? "

Sehun bertopang dagu di sebelahku,memperhatikanku yang sedang menyantap makan siangku hari itu.

" kau tidak penasaran bagaimana wujudnya? " tanyanya.

Aku berpikir sebentar,kemudian menggeleng.
" sudah pasti dia manusia,untuk apa aku penasaran? "

Aku mendengar Sehun berdecak kesal.Aku menoleh menatapnya.
" aku tau dia siapa "

" kau tau? jangan bohong. "

Aku mengendikkan bahu.
" terserah kau mau percaya atau tidak,yang jelas kami dekat "

Sehun menarik lenganku,membuatku terpaksa menatap matanya.Ergh,menyebalkan,tapi aku menyukainya.

" memangnya kau kenal dia dimana? " tanyanya penasaran.

" dia anak teman Ibu-ku.Dia sering berkunjung kerumahku,dan kami cukup dekat. " jawabku.

" jinjja? Aku tidak pernah melihatnya di rumahmu " Sehun melepaskan tangannya yang melingkar dilenganku.

" kau tidak ada dirumah,salah sendiri "

" apa dia cantik? " tanyanya.

Aku menghela nafas.Malas menanggapi pertanyaannya yang satu ini.

" kau bisa liat dia nanti— "

" Eun Hyun! Cho Eun Hyun! "

Aku menoleh ke belakang,dimana suara itu berasal.Seorang perempuan bertubuh tinggi semampai dengan rambut panjangnya yang bergelombang berjalan menghampiri ku.Aku tersenyum kepadanya.

" Hei,Jung Seong Bin! "

Dia duduk di hadapanku dan Sehun.

" Hei,apa dia murid baru itu? " Sehun berbisik di telingaku.Aku meliriknya,Sehun benar-benar tak berkedip.

Aku mengangguk.

" Seong Bin-ah,kenalkan dia temanku yang ku ceritakan waktu itu,Oh Sehun " ucapku.

Seong Bin mengangguk lalu mengulurkan tangannya pada Sehun.
" Hai,aku Jung Seong Bin " ucapnya sambil tersenyum.

Sehun tersenyum sambil membalas uluran tangan Seong Bin.
" Hai,aku Oh Sehun "

Aku menghela nafas pelan,berusaha untuk berpikiran jernih.Cara Sehun menatap Seong Bin sekarang sama seperti cara dia menatap Ah Ra dulu.

Ayolah..apa aku cemburu?

***

Sejak hari perkenalan itu,kami ber-3 sering bersama.Aku,Sehun dan Seong Bin.Ibu menyuruhku mengajak perempuan itu kemanapun aku pergi,karena saat itu Sehun juga ada di sampingku,dia langsung mengangguk bahkan detik ketika aku ingin mengeluarkan alasan agar aku tidak mengajak perempuan itu ikut bersamaku.

" Eun Hyun-ah "

" hmm "

" apa menurutmu Sehun itu cocok denganku? "

BURRRR!!

Aku menyemburkan air mineral yang baru ku tenggak.Rasa haus akibat berlari 3 kali mengelilingi lapangan,langsung hilang seketika.Aku menoleh menatap Seong Bin yang menunduk malu-malu.

Aku menghela nafas sebentar,takut kalau-kalau aku malah marah-marah dengan perempuan di sebelahku ini.

" kenapa bertanya seperti itu? " tanyaku berusaha biasa-biasa saja.Aku mengambil saputangan biruku dari tas olahragaku dan mengelap wajahku yang berkeringat.

" tidak,hanya saja… "

Aku menoleh menatap Seong Bin yang menggantung ucapannya.

" ku rasa aku menyukainya "

Ku rasa telingaku baik-baik saja.

Walaupun aku dan Kyuhyun Oppa sering berteriak,tapi telingaku masih berfungsi dengan baik.

Itu berarti aku tidak salah dengar kan?

" ohh " sahutku pelan.

" dia sedang menyukai seseorang ya? " tanyanya penuh harap.

Aku menghela nafas-untuk kesekian kalinya-.

" tidak tau,dia belum mengatakan apapun "

Aku berjalan menenteng tas olahragaku ke ruang ganti.Seong Bin mengekor dari belakang.

" tipe Oh Sehun itu seperti apa,sih? "

" apa dia menyukai gadis sepertiku? "

" ku dengar mantan pacarnya itu,gadis populer,apa benar? "

" apa aku masuk ke dalam tipe-nya? "

" atau Oh Sehun menyukai perempuan sepertimu? "

Aku berhenti melangkah dan menunduk.Menghela nafas-maaf aku selalu melakukan ini- dan menggeleng.

" tidak,dia tidak menyukai perempuan sepertiku "

***

Aku dan Sehun sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton kartun beruang putih besar nan bodoh.Sebenarnya aku sudah berkali-kali berteriak protes,tapi laki-laki itu jauh lebih keras kepala dari pada aku.

" Sehun-ah " panggilku.

Sehun hanya bergumam membalas panggilanku.Tangannya sibuk mengambil snack yang ada di tangannya.Matanya masih berfokus ke televisi.

" Sehun,aku ingin bertanya " ucapku dengan nada yang lebih tinggi.

Sehun menoleh menatapku.
" apa? "

Aku menelan ludahku.Sejak pernyataan Seong Bin 4 hari 3 malam yang lalu,pikiranku benar-benar kacau.

" jawab saja dan jangan banyak protes,oke? "

Sehun mengangguk.

" menurutmu,siapa yang lebih cantik,aku atau Seong Bin? "

" Hahahaahahahahahahahahahahahahahaha "

" Sehunnnnnnnn! Aku seriussss! " seruku kesal.Aku memukul kepalanya dengan bantal kecil.

Sehun menghentikan tawa-nya dan menarik nafas sebentar.

" tentu saja Seong Bin "

Aku mengepal tanganku,ingin menjitak kepala laki-laki di depanku.Tapi aku menahannya,Sehun tidak pernah bohong.

Aku kembali menatap televisi tanpa ekspresi.Aku tidak tertarik lagi,semakin aku bertanya,aku akan semakin sakit hati.Lebih baik,aku diam dan menunggu berita itu datang.

" apa menurutmu aku cocok dengannya? "

Aku langsung mengambil remote di genggaman Sehun yang mengendor dan mengganti chanelnya.Aku lebih suka menonton reality show,daripada beruang putih besar nan bodoh itu.

" ku rasa aku menyukainya "

Aku mematikan televisi,berdiri dan membanting remote ke sofa.

" pulanglah "

" hei,kenapa? aku masih ingin disini "

" terserah,aku ingin tidur " ucapku langsung berjalan meninggalkan Sehun.Aku menghela nafas pelan.

Sehun tidak mungkin menyukai perempuan sepertiku.

***

Aku ingin menjadi tulang rusukmu. Yang akan rela mengorbankan diri demi menjaga organ pentingmu seperti hati (yang semoga saja memilihku) ,jantung (yang semoga saja alasannya berdetak karenaku) ,dan paru-paru (yang semoga saja selalu mengumpamakan-ku sebagai oksigen yang harus selalu dihirup demi kelangsungan hidup) -hirsykh

" PAGIII!!! "

Aku termundur kaget melihat Sehun di depan pintu rumahku.Ini sabtu pagi,dan biasanya Sehun akan hibernasi sampai senin pagi tiba.Tapi kali ini tidak,laki-laki itu malah tersenyum seperti biasa dengan setelan t-shirt berwarna abu-abu dan celana levis selutut.

Sehun tampan.

" mau jalan-jalan? "

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali.

" ku anggap kedipanmu itu 'iya' " ucapnya sambil menarik lenganku dan menyeretku keluar rumah.

Aku pasrah,Sehun terus menarikku sesuka hatinya.Dan benar,dia mengajakku ke taman hiburan.

Lotte World.

" kau mengajakku ke…sini? " tanyaku menatap sisi wajah Sehun yang tersenyum puas.

Sehun mengangguk lalu menatapku.Matanya membentuk bulan sabit dengan senyumannya yang manis.

Oh Tuhan…aku ingin mati sekarang.

" ku pikir,semenjak ada Seong Bin kita jadi jarang jalan bersama-sama.Aku merindukanmu "

Aku benar-benar ingin mati.Oh Sehun sialaaaannn!!

" sudahlah,ayo kita nikmati waktu kita berdua! "

***

Oh Sehun menyebalkan.

Oh Sehun kejam.

Oh Sehun tidak punya perasaan.

" Hei,jangan marahh "

Aku diam tak menjawab.

Perutku mual.

" aku tidak tau kau masih phobia dengan ketinggian,maafkan aku "

Aku menghirup nafas lalu menghembuskannya perlahan.

" Sehun diamlah,aku mual "

Sebenarnya aku ingin meninju wajah Sehun.Berteriak marah-marah dengannya karena memaksaku menaiki kereta berputar di udara itu-roller coaster-.Tapi aku mengurungkan niatku,isi perutku benar-benar sedang terguncang dan kalau aku membuka mulut,belum tentu yang keluar dari mulutku itu teriakan protes.

Bisa saja aku muntah tepat di wajah mulus Oh Sehun.

Haa..itu tidak menyenangkan.

" kau tunggu disini,akan ku belikan kau Bubble Tea " ucapnya.

Aku hanya mengangguk.Sehun berjalan ke arah kedai Bubble Tea yang tak jauh dari tempat kami duduk.

Tidak perlu menunggu lama,aku dapat melihat laki-laki itu berjalan ke arahku.Matanya terus membentuk bulan sabit dengan senyumannya yang manis.Aku memperhatikannya dari atas sampai bawah.

Oh tidak Sehun.

" Sehuunnnnnnn!!! "

Aku refleks berlari menghampiri Sehun tanpa memikirkan resiko yang akan ku dapat setelahnya.

BRUG!

Dan akhirnya aku dapat melihat 7 bintang berputar di kepalaku.

***

Aku membuka mataku perlahan,kepalaku masih sedikit berdenyut.Hei,ini hari apa?

" Eun Hyun-ah " pekik Sehun.

Aku melebarkan mataku tepat saat Sehun memeluk tubuhku.Dia menangis kencang di punggung-ku,aku bisa merasakan baju-ku mulai basah karena air matanya.

" Sehun,kau…kenapa? "

Sehun melepas pelukannya,dia mengelap air matanya.Lalu menatap ku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

" kau baik-baik saja? " tanyaku.

PLETAK!

" augh! "

Aku menggaduh kesakitan saat kepalan tangan Sehun dengan mulus mengenai ujung kepalaku.

" kau itu bodoh atau apa,huh?! Peringkatmu memang di atas 215 anak yang ada di sekolah kita.Tapi kenapa kau dengan mudah melakukan hal tanpa berpikir dulu?! Apa kau bosan hidup?! Katakan padaku katakan?! " cerocos Sehun,mulutnya tidak berhenti berkomat-kamit-marah-marah-.

Aku membekap mulut Sehun dengan tanganku.Matanya membulat kaget,lalu berubah melotot ke arahku.

" kau bisa diam tidak? kepalaku pusing " ucapku sambil menarik tanganku dari mulutnya.

" apa kau baik-baik saja? " tanya Sehun dengan nada khawatir.

Aku mengangguk.
" lalu kau? " balasku.Baju abu-abu Sehun terlihat basah,wajah Sehun juga pucat pasi.

" aku tidak baik "

" lalu kenapa kau masih di rumahku?! Cepat pulang,ganti bajumu sebelum kau masuk angin! Wajahmu itu pucat— "

" aku mengkhawatirkanmu "

Aku menutup mulutku rapat-rapat.Jantungku berdegup 10x lipat—tidak ini lebih.Aku bisa merasakan seluruh oksigen di sekitarku mulai menipis.

Hanya karena satu kalimat saja.

Sehun dapat membuatku terkena serangan jantung dadakan.

" kau celaka karena melindungiku,kau terjatuh karena menolongku,kau pingsan selama 17 menit lewat 6 detik karena aku " ujar Sehun bergetar.Air matanya mulai mengalir lagi.

Sehun menunduk sesegukan,punggungnya naik turun.
" aku…takut kehilanganmu "

Aku tersenyum menatap laki-laki yang menemani hari-hariku selama kurang lebih 12 tahun.Laki-laki yang menjadi alasan aku tersenyum.

Aku menepuk-nepuk pundaknya.Mencoba menenangkannya.

" angkat kepalamu " perintahku lembut.

Sehun mengelap air matanya dengan punggung tangannya,lalu menatapku.

" aku juga takut kehilanganmu Sehun,karena itu aku melindungimu.Aku tidak sempat berpikir tentang diriku,aku hanya berpikir kalau kau celaka,maka aku akan kehilanganmu.Aku hanya berpikir tentang dirimu,aku juga mengkhawatirkanmu " ujarku.

Sehun tersenyum lebar.Dia memelukku erat.

" aku menyayangimu,sangat menyayangimu,karena itu jangan melakukan hal konyol seperti tadi,aku takut kehilanganmu "

Aku mengangguk sambil melepas pelukan hangat Sehun.

" kau benar-benar tidak apa-apa kan? Kepalamu terbentur saat jatuh tadi.Aku takut kau geger otak,aku tidak mau mempunyai teman idiot "

PLETAK!

" hei,apa aku salah bicara? " Sehun bertanya sambil mengusap-usap ujung kepalanya yang terkena jitakanku.

" memangnya kau tidak idiot,huh? Mana ada murid SMU tidak berani tidur sendirian? Mana ada murid SMU menonton kartun beruang putih besar bodoh itu? Mana ada? Hanya kau tuan Oh! "

" aish! Kau menyebalkan "

" kau lebih menyebalkan "

" tapi aku menyayangimu "

" aku juga menyayangimu "

Kami berdua tertawa kecil.

" aku ingin melaporkan kejadian ini pada Presdir Lotte World " ucap Sehun.

" Ha? Untuk apa Sehun? "

" kau celaka! Aku tidak bisa diam saja! " serunya.

Aku menghela nafas,anak ini benar-benar.

" aku hanya terpeleset kulit pisang,aku baik-baik saja,oke? "

" tetap saja,seharusnya mereka tidak boleh membiarkan barang berbahaya itu tergeletak bebas di jalanan.Itu ber-ba-ha-ya! " tegasnya.

" lalu setelah kau melapor apa mereka akan menindak tegas? Mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk mengurus kasus 'pengunjung terpeleset kulit pisang' Sehun. " jelasku.

Sehun mengerucutkan mulutnya,merasa kalah berdebat denganku dia memilih diam sambil melipat kedua tangannya di dada.

" baiklah,maafkan aku " ucapku akhirnya.

" bagaimanapun juga aku berterimakasih padamu " lanjutku.

Sehun menatapku dengan alis bertaut.

" kau membuatku dapat melihat 7 bintang berputar di atas kepalaku " ucapku sambil menunjuk ke atas kepala.

Mata Sehun berbinar mendengar ucapanku barusan.

" benarkah? bagaimana bentuknya? Selama 17 tahun aku hidup,aku belum pernah melihat 7 bintang berputar di atas kepalaku.Ayoo ceritakan padakuuuu! "

Aku menepuk keningku.Ya Tuhaaannn..Sehuuuuuuunnn!

" kau ingin lihat 7 bintang berputar di atas kepalamu? "

" hmm..aku mau! "

" carilah kulit pisang dan berjalanlah di atasnya,ku jamin kau akan melihat 7 bintang berputar di atas kepalamu "

END

Jumat, 25 April 2014

EXO Fanfiction: What Is Friend?

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Friendship

Cast:
- Xi Luhan
- Seo Yoo Ra (OC)
- Kim Minseok

Disclaimer: okeh,ini fanfic semoga ngena sama genre friendship-nya..ehehehe-masih belom jago nulis-.Semoga suka,maaf kalo banyak kesalahan dan gak nyambung.Enjoy^^

***

" annyeonghaseyo,choneun Xi Luhan-imnida..bangapseumnida "

Luhan membungkuk hormat kepada semua 'bakal' teman barunya itu.Ia tersenyum manis sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.Banyak gadis-gadis yang berbisik membicarakannya.Lalu anak laki-laki yang tidak menganggapnya.Dan satu orang gadis yang sibuk dengan catatannya.

" baik Luhan,silahkan duduk di sebelah Minseok " ucap Kang Seonsaengnim.

Luhan mengangguk dan bersyukur ia duduk disamping Minseok satu-dari tiga laki-laki-yang tersenyum memperhatikan Luhan.

" hai,aku Minseok " laki-laki berwajah imut itu berbisik menyapa Luhan.

Luhan mengangguk dan tersenyum membalas 'bakal' teman baru-nya itu.

***

" kalau toilet,kau tau letaknya dimana kan? "

Luhan mengangguk.Jelas dia tau,tadi pagi sebelum ke ruang guru,dia mampir ke toilet terlebih dahulu.

" lalu,apa ada yang kurang di mengerti? kalau belum,akan ku jelaskan dari awal " ucap Minseok tersenyum hangat.

Luhan menggeleng cepat.Sedikit menyesal menerima jasa Minseok sebagai tour guide-nya hari ini.Luhan terpaksa mendengar seluruh rahasia umum di sekolah ini,sampai gosip terbaru tentang guru mereka yang tidak bisa makan nasi.Hei apa itu penting?

" baiklah,tidak ada pertanyaan? " tanya Minseok.Ia mulai menyumpit telur gulung dari kotak bekal-nya.

Luhan menggeleng.Ada pertanyaan itu artinya ia harus merelakan waktu makan siangnya untuk mendengar dongeng pengantar tidur Minseok.

***

Luhan melirik jam tangan hitam di pergelangan tangan kirinya.Satu jam sebelum bel masuk berbunyi,ia sudah berada di lorong kelasnya.Datang pagi-pagi ke sekolah adalah hal yang menyenangkan baginya.Luhan bisa tidur tanpa ada teriakan Ibu-nya yang marah-marah karena ikan goreng-nya hilang di curi kucing tetangga.Tidak ada suara rengekan Sehun-adiknya- yang mencari dasi atau sebelah kaus kaki-nya yang hilang.Tidak ada teriakan dan hanya ada suara kicauan burung yang merdu.

" aa-anyeong " sapa Luhan sedikit kaget saat melihat gadis yang mengacuhkannya seminggu yang lalu-saat perkenalan diri- sudah duduk manis di bangkunya.Gadis itu melihat Luhan,tapi sama sekali tidak meresponnya,ia kembali membaca buku di hadapannya.

Luhan mengangkat kedua bahu-nya.Tidak masalah,selama gadis itu masih sibuk dengan bukunya,Luhan bisa tidur dengan nyenyak.

Itu hanya pikiran Luhan saja.

Nyatanya,setelah limabelas menit ia duduk di bangkunya.Luhan malah tidak bisa memejamkan matanya,matanya terus terjaga.Sedangkan di kelas ini,hanya ada dia dan gadis di depannya.

" hei--apa…kau tau? Gosip tentang Lee Seonsaengnim yang tidak bisa makan nasi? Ha-ha-ha itu konyol kan… "

Krik.

Luhan menggaruk tengkuknya.Gadis itu hanya diam dan sama sekali tidak merespon.

" aku bosan,bicaralah sedikit… " desah Luhan sambil menjatuhkan kepalanya di meja.Ia menghela nafasnya berkali-kali.Angin pagi mulai menerpa wajah Luhan,membuat mata-nya menutup secara perlahan-lahan.

Luhan mulai tertidur saat sebuah suara memecah keheningan pagi itu.

" Hei--apa kau tau,bagaimana rasanya punya teman? "

***

Luhan masih tidak habis pikir dengan apa yang di dengarnya barusan.Suho-si ketua kelas- menghancurkan angan-angannya sore itu dengan sebuah berita duka.

" Hari ini tugasmu membersihkan kelas " ucapnya saat Luhan baru kembali dari toilet untuk mengambil tas-nya.

" aku? dengan siapa? " tanya Luhan.

" dengan Seo Yoo Ra,gadis yang duduk di depanmu " jawab Suho sambil menepuk sebelah pundak Luhan dan berlalu pergi.

Gadis yang duduk di depannya.

Gadis yang tidak membangunkannya saat Chanyeol memfoto dirinya yang sedang tertidur dengan mulut terbuka.

Gadis yang…

" Apa dewi fortuna benar-benar membenciku? "

***

Luhan tidak yakin apa Seo Yoo Ra itu benar-benar manusia atau bukan.Gadis itu benar-benar tidak mengajaknya berbicara sama sekali.Bahkan sekedar berbicara untuk berbagi tugas-pun tidak.Dia hanya membawa satu sapu dan satu pel-an dari ruang janitor.

" hei--Yoo Ra-ssi kau…penulis cerita di mading sekolah kita ya? " tanya Luhan hati-hati.

Luhan memang harus hati-hati,ia sedang naik ke atas meja,tangannya mengelap jendela kelas,matanya melirik ke arah Yoo Ra yang sedang menyapu.

Tadi saat kembali dari kantin,ia sempat membaca mading sekolah dan menemukan sebuah cerita menarik yang mampu membuatnya mau berdiri 15 menit hanya untuk membaca sebuah cerita.Dan saat melihat nama penulis-nya,Luhan bertekad ingin menjadikannya teman.

Kenapa?

Entahlah,Luhan hanya merasa mereka harus berteman.

" iya "

Luhan langsung memutar tubuhnya saat sebuah jawaban terdengar dari mulut gadis itu.Luhan menatap punggung Yoo Ra yang menyapu debu dan sampah kertas di ujung pintu.

" Hei--ceritamu itu sangat-- "

BRUK!

" AUGH! "

Luhan meringis saat dahi-nya mencium lantai kelasnya.Ia terpeleset karena terlalu bersemangat bertanya pada Yoo Ra.

Gadis itu pun menghela nafas,lalu berjalan menghampiri Luhan.Berjongkok di samping laki-laki yang masih meringis memegangi dahi-nya yang mulai memerah.

" tunggu disini "

Luhan mendengar gadis itu memerintahnya,ia berjalan keluar kelas.Setelah merasa pusingnya berkurang Luhan duduk di kursi,dahi-nya berdenyut-denyut membuat semua yang ada di depannya terasa berputar.

Yoo Ra kembali dengan kotak putih yang Luhan yakini itu kotak P3K.Gadis itu pasti baru saja mengambilnya dari ruang kesehatan.

Yoo Ra duduk di bangku yang ada di depan Luhan,membuka kotak P3K dan mengeluarkan obat merah dan plester.

" kemarilah " ucapnya datar.

Luhan menurut lalu memajukan wajahnya.Sementara Yoo Ra memberikan obat merah di dahi Luhan yang merah-tidak ini lecet.Luhan menahan nafasnya,ia bisa melihat wajah gadis pelit suara ini dari jarak 10cm.Wajah seriusnya terlihat begitu cantik saat dilihat dari dekat.

" kau membaca ceritaku? " tanya Yoo Ra saat dirinya selesai mengobati dahi Luhan.Ia memasukkan obat merah ke dalam kotak P3K lalu menutupnya kembali.

" hmm.. " Luhan menggumam sambil mengangguk.

" apa komentarmu? "

Luhan mengerutkan alisnya " kau meminta komentarku? " tanya Luhan menunjuk dirinya sendiri.

Yoo Ra mengangguk " bukankah setiap pembaca pasti punya sesuatu untuk di ungkapkan setelah membaca suatu cerita? Katakanlah,tidak apa-apa walaupun itu tidak bagus. "

" ceritamu bagus,aku suka " puji Luhan sambil tersenyum manis.

Yoo Ra menatap Luhan datar.
" terimakasih "

" aku suka caramu menggambarkan karakter Min Ah yang tidak pernah mempercayai teman lagi.Bagaimana dia jadi gadis pendiam setelah temannya meninggalkannya begitu saja saat Min Ah membutuhkannya.Dan setelah itu dia tidak pernah percaya dengan kata teman.Menurutnya teman itu tidak ada,yang ada hanya seseorang yang akan datang bila membutuhkan dan pergi dengan sesuatu yang dibutuhkannya,itulah teman menurut Min Ah.Teman itu tidak ada,yang ada hanya seseorang yang membicarakan keburukan seseorang yang lain saat orang itu tidak ada disampingnya,itulah teman menurut Min Ah.Di dalam kamus hidup Kim Min Ah,teman itu tidak ada,yang ada hanya seseorang yang datang membawa kebahagiaan dan pergi meninggalkan luka yang dalam. " ujar Luhan menatap dalam mata gadis di depannya itu.

" Kim Min Ah.Gadis bodoh yang percaya begitu saja dengan sebuah pertemanan.Gadis bodoh yang dengan mudah menyayangi temannya.Gadis bodoh yang menghabiskan air matanya hanya untuk seorang teman yang bahkan tidak perduli padanya.Kim Min Ah,dia hanya gadis bodoh. " ujar Yoo Ra membalas tatapan Luhan.

" Tidak,Kim Min Ah tidak bodoh,yang bodoh itu adalah seorang teman yang menyia-nyiakan temannya.Dia itu bodoh karena meninggalkan teman yang begitu menyanyanginya.Teman Min Ah yang bodoh.Kim Min Ah tidak bodoh "

Yoo Ra tersenyum kecil.
" benarkah begitu? " gumamnya.

" aku percaya teman itu ada " ucap Luhan.

Yoo Ra menatap Luhan,menunggunya melanjutkan teori teman menurutnya.

" teman menurutku adalah seseorang yang ada disampingmu disaat apapun.Seseorang yang akan mengulurkan tangannya saat kau jatuh.Seseorang yang akan menarikmu keluar saat kau masuk kedalam jalan yang salah.Seseorang yang akan merangkulmu,menenangkanmu,dan menghapus air matamu.Dan saat kau menemukan seseorang itu.Itu berarti kau sudah menemukan teman.Teman yang sesungguhnya. " ujar Luhan panjang lebar.

Yoo Ra mengangguk-anggukkan kepalanya.Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.Pundaknya terasa ringan sekarang.

" mungkin kau benar "

" bukan mungkin,tapi aku memang benar "

Yoo Ra berdiri lalu menggemblok tas punggung-nya.
" aku ingin pulang "

Luhan mengenggam tangan Yoo Ra lembut.
" apa sekarang kau percaya di dunia ini ada teman? " tanya Luhan dengan sorot mata yang penuh harap.

Yoo Ra tersenyum menatap Luhan.

" ku pikir Min Ah sudah mempunyai teman sekarang "

Luhan melebarkan matanya.Ia melepaskan genggaman tangannya.Luhan berdiri dari kursinya dan menggemblok tas punggungnya.

" ayo kita pulang bersama,seorang teman tidak akan membiarkan temannya sendirian "

Yoo Ra mengangguk.

Mereka berdua bergandengan berjalan keluar dari kelas dengan senyum yang tak lepas menghiasi wajah mereka.

" sekarang aku tau rasanya punya teman " ucap Yoo Ra.

" bagaimana rasanya? " tanya Luhan menatap sisi wajah cantik Yoo Ra.

" Seperti melihat matahari terbit dari sebelah timur,dimana sinar matahari akan membawa kehidupan baru untuk kebahagiaan yang baru.Rasanya hangat dan menyenangkan "

END

Rabu, 16 April 2014

EXO Fanfiction: Half of My Heart

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: School Life,Romance,Hurt-maybe-

Cast:
- Oh Sehun
- Cho Eun Hyun (OC)

Disclaimer: ini fanfiction aku buat untuk temenku namanya Hirza Qalby Tazkia.Quote-quote-nya juga dari dia.Tapi selebihnya aku bikin sendiri.Maaf kalo gak nyambung.Enjoy^^

***

-

Aku tak pernah sekalipun mengartikan perasaan ini sebagai cinta ,karena aku tak tau apa itu cinta dan bagaimana mungkin aku dapat menyimpulkan kalau perasaan ini sebagai cinta kalau definisi cinta saja belum jelas. Aku selalu mengatakan 'aku menyukaimu' ,semua yang ada didalam dirimu aku suka ,karena aku menyukaimu 'apa adanya dirimu' bukan 'ada apanya dirimu' -hirsykh

-

" SEHUN SERIUS! "

" SEHUN JANGAN BERISIK! "

" SEHUN KAU PUNYA TELINGA KAN?! "

" SEHUN DUDUK! "

" SEHUNNNNNN!!!!!!! "

Aku hampir kehabisan kata-kata untuk membuat laki-laki berperawakan tinggi itu diam.Ini sudah 30 menit dia berada di rumahku,tapi aku sudah berteriak lebih dari 30 kali.Laki-laki itu benar-benar membuatku frustasi.

Sehun cekikikan lalu kembali duduk di hadapanku.Aku memandangnya tajam.Sungguh,kalau bukan karena dia temanku sejak kecil,aku tidak tau apa yang akan ku perbuat padanya.

" dengarkan aku.. " aku menarik nafas dalam. " kau..kemari..memintaku untuk mengajarimu,tapi apa yang kau lakukan,huh? "

" baiklah,aku minta maaf..ayolah jangan marah..hmm? "

Aku benci saat Sehun mengeluarkan aegyo-nya.Dia selalu bisa membuat amarahku lenyap seperti debu tertiup angin.

Dia selalu berhasil membuatku marah dengan tindakannya yang seperti anak sekolah dasar kebanyakan.Dia selalu berhasil membuatku frustasi karena ulahnya di sekolah,yang mau tidak mau aku harus menghadap guru BK untuk membebaskannya.Well,Sehun bisa di sebut anak asuhku di sekolah maupun di rumah.Tapi lebih dari itu,Sehun berhasil membuatku jauh lebih dalam menyukainya dengan segala sifat yang ia bawa sejak ia lahir.

Aku menghembuskan nafas,menetralkan segala perasaan yang mulai meracuniku.Jantung-ku berdegub kencang.Perutku tergelitik-rasanya ada kupu-kupu yang terbang di perutku-.

" baiklah,aku memaafkanmu " ucapku akhirnya.

Sehun tersenyum senang.Matanya mengerling.
" Eun Hyun-ah bisakah kau ambilkan aku minum? Aku hausss "

Aku mengangguk dan beranjak menuju dapur.Gara-gara sibuk meneriakinya tadi,aku sampai lupa memberinya minuman dan beberapa camilan.

GUBRAK!

Oh..Tuhan..seharusnya aku tidak membiarkannya sendiri-walaupun hanya satu menit-

" ASTAGA SEHUN! APA YANG KAU LAKUKAN?! "

Dan sekarang kamarku benar-benar hancur tidak berbentuk.Abstrak.Sehun berhasil merubah bentuknya.

" kau..benar-benar seniman.. "

***

-

Jangan salahkan aku ,salahkanlah hati ini yang seenaknya berdegub kencang hanya dengan mendengar namamu ,salahkanlah mata ini yang hanya menatapmu ,salahkanlah telinga ini yang hanya bisa mendengar merdunya suaramu ,salahkanlah mulut ini yang hanya dapat menyebutkan nama indahmu ,salahkanlah tangan ini yang selalu ingin memelukmu ,salahkanlah kaki ini yang selalu ingin melangkah ke arahmu ,dan salahkanlah hati ini yang memilihmu -Hirsykh

-

Sore ini aku dan Sehun duduk ditaman kota.Dia memaksaku untuk menemaninya kemari.Sehun tidak bilang apapun sejak kami sampai.Aku sedikit aneh dengan sikapnya.Sehun adalah orang yang tidak bisa diam bahkan untuk waktu setengah menit-pun.

" Sehun-ah,apa…terjadi sesuatu? " tanyaku hati-hati.Aku menatap sisi wajahnya yang menunduk sedari tadi.

" tidak " jawabnya singkat.

Tidak mungkin.Aku yakin pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan.Anak ini,benar-benar seperti anak kecil.

" kalau kau tetap mendiamkanku,aku akan pulang-- "

Aku baru saja berdiri,tapi Sehun langsung mengenggam tanganku.Dia tetap menunduk.

" ayolah,kau kenapa? apa terjadi sesuatu? bicaralah dan jangan diam seperti ini " ucapku sedikit kesal.Aku kembali duduk disampingnya.

" ku dengar..kau salah satu kandidat murid pertukaran pelajar yang akan di kirim ke Jerman,benarkah? " tanya Sehun.Dia menatapku dengan sorot matanya yang--hey apa dia habis menangis?

" jawablah,dan jangan diamm! " serunya.Sehun mengguncang-guncangkan bahu-ku.

" kau..dengar itu darimana? " tanyaku.Seingatku aku tidak pernah sedikitpun membahas hal ini dengan Sehun.

" semua murid tau tentang ini,dan aku baru mendengarnya,kenapa kau tidak memberitauku?! " bentak Sehun.

" maaf..aku tidak bermaksud begitu..hanya saja,ku rasa ini bukan hal yang penting untuk di bahas " balasku.

Aku menunggu Sehun membalas ucapanku barusan.Dia masih saja menunduk dengan kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya. Sampai aku baru sadar kalau laki-laki di sampingku ini menangis.

" Se-Hun? " aku memegang pundak Sehun yang naik turun.Isakan kecil-nya mulai terdengar dan lama-kelamaan bertambah kencang.

" hey… "

Sehun menatapku dan memelukku dengan erat.

" bisakah kau tetap tinggal? Bisakah kau tidak meninggalkanku? Aku membutuhkanmu disampingku..ak-aku tidak bisa jauh darimu.Aku tidak bisa mengatasi guru BK jelek itu tanpamu.Aku tidak bisa mengerjakan pr Matematika dan Fisikaku jika tidak ada kau yang membantuku.Aku tidak bisa tidak membuatmu marah.Aku tidak bisa tidak mendengar omelanmu yang menyebalkan itu.Aku tidak bisa melakukan apapun tanpamu "

Perlahan aku menarik sudut bibirku.Tersenyum.Aku dan Sehun memang berteman sejak kecil.Tapi yang ku tau Sehun tidak pernah marah jika aku pergi ke Busan-ke rumah Nenek-.Walaupun harus ku akui,aku cukup kewalahan mendengar celotehannya lewat telepon yang menceritakan pengalamannya sepanjang hari itu.

Aku menepuk-nepuk pundaknya berusaha menenangkan Sehun yang belum juga berhenti menangis.

" aku hanya kandidat Sehun…aku tidak akan mungkin meninggalkanmu " ucapku halus.

Mana mungkin aku bisa meninggalkan Sehun,kalau setiap tingkah laku laki-laki ini selalu membuatku tidak bisa berjauhan dengannya.Mana mungkin aku meninggalkan separuh hati-ku yang sudah dimilikinya…dimiliki Oh Sehun.

***

-

Andai saja menyatakan perasaan semudah membersihkan kotoran hidung maka akan kulakukan ,sayangnya menyatakan perasaan seperti membersihkan kotoran hidung gajah #haha -hirsykh

-

" ayo Eun Hyun!!!!!!! "

Aku mendelik kesal ke arah Sehun yang sedang menghentak-hentakkan kaki-nya di hadapanku.Apa sih yang Sehun khawatirkan? Makanan kantin tidak akan habis dalam waktu 10 menit setelah bel istirahat berbunyi.

" kau tidak tau,Bibi penjaga kantin memberikan 2 coklat gratis untuk pelanggan yang tercepat.Sudahlah,kau bisa pinjam catatan-ku! "

Aku mendengus.Lebih baik aku tidak makan daripada harus meminjam catatan Sehun.

" tulisanmu lebih mirip dengan sandi rumput,aku tidak bisa membacanya " sahutku.

" baiklah,kalau kau tidak mau menemaniku.Lebih baik aku meminta Ah Ra menemaniku.Dia lebih baik daripada dirimu.Dan juga… "

Aku menatap Sehun tajam menunggunya melanjutkan ucapan konyolnya itu.

" cepat tinggalkan catatan itu dan temani akuuu!!! " serunya kemudian.

Aku terpaksa menutup buku catatanku dan beranjak dari kursi.Kalau saja ini bukan tentang Go Ah Ra.Kalau saja ini bukan tentang Ah Ra yang baik.Kalau saja ini bukan tentang Ah Ra gadis tercantik di sekolah.

Dan kalau saja ini bukan tentang Sehun yang menyukai Ah Ra,aku tidak akan meninggalkan kelas ini.

" kau cemburu kan kalau aku dengan Ah Ra? " tanya Sehun dengan senyum jail-nya.

Aku menarik nafas dalam-dalam.
" cepat,aku ingin coklat "

***

-

Apa kalian pernah merasakan yang namanya mencintai seseorang? Jika iya ,apakah orang yang kalian cintai memiliki rasa yang sama? Jika tidak ,apa kalian setuju kalau itu dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan? Jika iya ,apa yang akan kalian lakukan ,tetap mencintainya walaupun menyakiti diri sendiri atau melupakannya walaupun terasa berat? -hirsykh

-

" kau mau ku traktir makan di kantin? "

" kau mau ku belikan coklat? "

" ku dengar ada toko ice cream baru di dekat rumah kita,nanti kita kesana ya? "

" eh--bagaimana kalau ke kedai Bubble Tea yang ada di Sungai Han? Ku rasa itu lebih baik "

Aku terus saja mendengar laki-laki di sampingku berceloteh.Aku sedikit heran kenapa Sehun tiba-tiba datang ke rumah dengan ekspresi-nya yang sangat gembira.Dan sekarang dia malah menawarkan sesuatu yang membuatku menelan air liur.

" apa Ahjussi Oh baru mendapat gajian? " tanyaku.

Sehun menggeleng.

" apa Ahjumma Oh dapat arisan? "

" mana mungkin Ibu membaginya denganku "

" apa nilai Matematikamu di atas 6? "

Sehun memukulku dengan bantal kecil.
" jangan meledekku,kau bahkan lihat sendiri bagaimana menyebalkannya angka 5 yang tertulis di kertas ulanganku "

Aku terkekeh.
" lalu apa yang membuatmu begitu bahagia? "

Sehun tersenyum malu-malu.Bisa ku lihat semburat merah yang ada di kedua pipinya.

" aku...berpacaran dengan Ah Ra hari ini "

Aku terdiam.Berusaha mencerna kata-kata Sehun barusan.Seingatku di keluargaku tidak pernah ada yang mempunyai penyakit Asma.

Tapi kenapa dadaku begitu sesak?

" kau tidak memberiku selamat? "

Pertanyaan Sehun menarikku kedalam dunia nyata.Aku mengerjap berkali-kali.Melihat senyuman Sehun yang tidak lepas dari bibirnya,aku yakin,dia benar-benar bahagia.

" selamat Sehun-ah,aku..ikut senang "

***

-

Terlalu mudah untuk memulai tetapi terlalu sulit untuk mengakhiri ,itulah kalimat yang tepat untuk diriku ,terlalu mudah untuk mencintaimu tetapi terlalu sulit untuk melupakanmu -hirsykh

-

Aku selalu berusaha membenci segala sifat buruk Sehun.

Sehun yang kekanak-kanakan.

Sehun yang nakal.

Sehun yang selalu membuat kamarku hancur tidak berbentuk.

Sehun yang tidak pintar.

Sehun yang manja.

Dan segala sifat Sehun yang bisa saja membuatku marah.Tapi hasilnya tetap sama,sekeras apapun aku tidak bisa membenci Sehun,aku terlanjur memberinya separuh hatiku.

Dan aku tidak bisa mengambilnya kembali…

" Hey,Eun Hyun-ah,apa yang kau pikirkan? "

Lambaian tangan Sehun berhasil membuyarkan segala pikiranku.Laki-laki itu menatapku dengan alis yang bertaut.

" tidak,aku tidak memikirkan apapun " ucapku datar.

" aku bertanya soal no.7 " Sehun menunjuk-nunjuk kertas soalnya dengan pensil.

Aku menghela nafas.Sejauh apapun aku berlari dari Oh Sehun aku akan tetap kembali padanya.Lagi-lagi harus ku katakan.

Separuh hatiku sudah kuberikan padanya.Dan aku tidak bisa mengambilnya kembali…

END

Senin, 14 April 2014

EXO Fanfiction: D'Answer

Author: Kyung0712 (@Intansnickers)

Genre: Fluff,School Life,Romance-maybe-

Cast:
- Do Kyungsoo
- Ahn Hee (OC)

Disclaimer: Ini bener-bener hasil karya aku sendiri.Mungkin sedikit aneh dan gak nyambung,hehehe.Enjoy^^

***

BRAK!

Aku melotot menatap buku yang bocah bermata bulat itu letakkan di hadapanku saat ini.3 buku tebal yang halamannya bisa ku perkirakan--tidak aku tidak bisa memperkirakan berapa jumlah halamannya-yang jelas itu sangat-amat tebal-.

" Hey,itu buku-- " aku menggantung kalimatku.Menatap buku itu dan wajah laki-laki -dihadapanku- bergantian.

" Ya. "

Sebuah jawaban pendek-sangat- keluar dari mulutnya,seakan ia tau apa yang akan aku tanyakan tadi.

" haruskah kita mempelajari semuanya? " desahku frustasi.Aku menjatuhkan kepalaku di atas meja.Ayolahhh..aku tau dia guru privat-ku tapi setidaknya kita masih ber-predikat 'teman sekelas' apa dia tidak merasa empati?

" bangunlah,cepat baca buku itu dalam waktu 30 menit.Lalu aku akan memberimu pertanyaan. "

Aku langsung mengagkat kepalaku dan menatapnya dengan tatapan -hey-kau-gila-Kyung!-.

" aku sudah pernah memberitahumu cara membaca cepat,jadi tidak ada protes! " tegasnya.

Aku mendengus lalu dengan setengah hati mengambil buku tebal yang paling atas.Dari sampulnya saja buku ini terlihat membosankan.

" jangan cemberut,wajahmu jelek! "

Aku mendengarnya berseru,tapi aku lebih memilih mengabaikan Kyungsoo.Teman sekelasku yang kelewat pintar sekaligus guru privatku selama beberapa bulan terakhir.Semua orang tau kenapa wali kelasku-bahkan keluargaku- memintanya mengajariku.Karena kemampuan ku yang begitu jauh terpental dibandingkan anak-anak lainnya.

15 menit…

20 menit…

30 menit…

Buku tebal yang ku baca serius-sejak 10 menit tadi- di tarik halus oleh Kyungsoo.Aku menghela nafas.Inilah saat-saat menengangkan di hidupku.Bukan karena pertanyaan yang akan Kyungsoo tanyakan itu sulit-walaupun memang begitu-.Bukan pula hukuman yang akan ia lakukan padaku jika aku tidak berhasil menjawabnya-biasanya dia akan menyuruhku mengerjakan 100 soal essay-.

Melainkan selama tanya jawab ini berlangsung.Kyungsoo memberlakukan peraturan…

" tatap mataku dan jangan sekalipun memutar bola matamu "

Aku harus menatap matanya selama sesi tanya-jawab ini berlangsung.Ya,setidaknya aku harus merasakan jantung-ku menari breakdance selama 30 menit.

" jawab pertanyaanku dengan Ya atau Tidak " tegasnya.

" apa itu sistem baru? biasanya kau memintaku menjelaskan semuanya-- " Aku berhenti ber-argumen menyadari tatapan Kyungsoo yang mengatakan-just yes or no-.
" baiklah " kataku kemudian.

Aku melihat Kyungsoo menarik nafas dalam-dalam.

" kau tau bagaimana rasanya menyukai seseorang? "

Heh? Apa yang baru saja Kyungsoo tanyakan? Seingatku tadi aku membaca buku IPA dan tidak ada materi yang membahas tentang 'rasanya menyukai seseorang'.

" Kyung,itu tidak-- "

" Ya atau tidak "

Aku menelan ludahku.Bohong jika aku bilang tidak.
" Ya. "

" Apa mulutmu terasa kelu saat berada di dekatnya? "

" Ya. "

" Apa hatimu merasa lega dengan hanya mendengar suaranya saja? "

" Ya. "

" Apa kau merasa sedih saat dia tidak masuk sekolah berminggu-minggu karena sakit? "

" Ya. "

Aku ingat betul,saat aku tidak masuk sekolah karena sakit dan tidak bisa melihat Kyungsoo selama beberapa waktu.Dan itu membuatku sedih.Tentu saja.

" Apa kau merasa ada kupu-kupu terbang di perutmu saat dia menyentuhmu? "

Aku tersenyum malu-malu untuk pertanyaan yang satu ini.Bayangan Kyungsoo mengenggam tanganku dan menarikku pergi saat se-ekor Anjing mengejar kami terlintas begitu saja.

" ehm..Ya "

" kau merasa cemburu saat dia dekat dengan orang lain? "

Wajahku berubah masam.Saat ini aku teringat gossip Kyungsoo dan Nana yang berpacaran.Belum lagi mereka sama-sama pintar.
" Tentu saja aku cemburu! Bagaimana tidak-- "

Kyungsoo memelototiku.Baiklah,aku terlalu berapi-api tadi.Maafkan aku.

" Dan apa jantungmu berdetak lebih cepat saat bersamanya? "

" Y-ya. " ucapku gugup.Aku bahkan berniat memeriksa jantungku.Kalau-kalau aku ber-potensi mempunyai penyakit mengerikan itu.

Ada jeda untuk pertanyaan selanjutnya.Aku jadi semakin penasaran.Apa mungkin Kyungsoo menyukai seseorang? Apa dia Kim Nana? Ohh.. Ahn Hee yang malang!

" ternyata benar "

Aku menatap Kyungsoo dengan alis bertaut.Ia terlihat tersenyum manis.Aku jadi berpikir,sepertinya di dekat Kyungsoo akan membuatku berpotensi terkena penyakit Diabetes..huuufftt.

" aku menyukai seseorang " ujarnya.

Aku berusaha tenang.Walau sebenarnya dada-ku terasa sesak.Bahkan aku berusaha tersenyum walau terkesan kaku.

" aahh..se-selamat Kyung! Pasti gadis itu sangat beruntung! " suara-ku melengking seperti tikus got yang selalu mengganggu tidur malamku.

Hening lagi.Aku jadi berpikir apa ini benar-benar akhir dari semuanya? Aku bahkan selalu belajar dengan giat untuk membuat Kyungsoo bangga-walau hasilnya namaku tetap berada di 3 barisan paling bawah-.Seharusnya aku sadar,Kyungsoo tidak mungkin pernah cocok denganku.

" aku menyukai orang yang berada di peringkat ke-77 "

Kyungsoo tersenyum sambil menyerahkan sebuah kertas.Aku membaca tulisan besar yang terdapat di atas kertas itu.Oh..pengumuman nilai test semester ini..

Ya ampun! Aku melupakannya!

Aku langsung menelusuri nama-nama siswa dari yang terbawah.

Namaku tidak masuk 10 terbawah.

" Hey,apa guru itu lupa menulis namaku? " gumamku sambil terus membaca nama-nama siswa yang berada disana.

15 terbawah...

20 terbawah..

30 terbawah..

" kemana guru-guru itu membawa namaku pergi?! " gerutuku kesal.

Murid kelas 2 disekolahku berjumlah 200 orang dan aku sudah membaca hampir setengahnya,tapi namaku belum juga muncul.Apa mereka benar-benar melupakanku?

" ini namaku! " pekikku senang.Aku melihat peringkat yang aku dapat.

" Kyung,aku dapat peringkat ke-77! " seruku gembira,aku menatap Kyungsoo yang tersenyum ke arahku.

Aku terdiam sebentar begitu mengingat kata-kata Kyungsoo 10 menit yang lalu.

Hah..itu tidak mungkin.

Mungkin siswa peringkat ke-76.

Aku melihat nama siswa yang berada di peringkat ke-76.

Park Chanyeol.

Tidak mungkin Kyungsoo menyukai laki-laki,kan?

Aku menatap Kyungsoo yang masih tersenyum.Mungkin lebih tepatnya ia sedang menahan tawa.

" Nana peringkat ke-2,Kyung! "

" lalu? "

Aku menunduk dan terdiam.Memandangi kertas di depanku.

Lalu?

" gadis nomor urut 77,dia yang ku sukai " ucap Kyungsoo lembut sambil tersenyum manis menatapku.

" kau…menyukaiku? " Aku menunjuk diriku sendiri.Mataku hampir tidak berkedip.

Kyungsoo mengangguk.

" Do Kyungsoo menyukai Ahn Hee? " ulangku.

Kyungsoo menghela nafasnya,lalu tertawa kecil.
" Ya. "

" ngomong-ngomong aku belum menyelesaikan pertanyaanku tadi. "

Kyungsoo tersenyum dan sedikit memajukan wajahnya,mendekat ke arahku.

" apa… kau menyukaiku? "

Aku terdiam.Aku merasa nyawaku melayang.Seluruh saraf otakku terasa mati seketika.Aku bangun pagi ini pukul 6 dan sarapan roti dengan selai kacang coklat.Lalu berangkat ke sekolah seperti biasa.Setelah sepulang sekolah aku belajar bersama Kyungsoo di perpustakaan..sampai sekarang.

Jadi ini bukan mimpi.

Kyungsoo benar-benar menyatakan perasaannya padaku.Dan dia menanyakan apa aku menyukainya atau tidak?

Aku mengangguk dan tersenyum lebar.

" Ya. "

Hari ini tidak ada pembahasan mengenai anatomi manusia dan tumbuhan atau reaksi kimia dan fisika.Tidak ada pula 100 soal essay yang bisa membuatku pusing setengah mati.

Tapi yang ada hanya aku dan Kyungsoo yang tersenyum satu sama lain.Sore itu,aku merasa waktu berjalan sangat lambat…dan aku menikmatinya.

" Hey,ku rasa aku tidak perlu belajar lagi " ucapku tiba-tiba.

Kyungsoo menatapku heran.

" lihat! Aku berada di peringkat ke-77! 120 lebih baik daripada yang lalu! " seruku.

Kyungsoo memukulku dengan gulungan kertas polio-nya.
" baiklah,sekarang waktu-nya kita belajar lagi.30 menit,setelah itu aku akan benar-benar bertanya padamu. "

" Hey,itu tidak adil-- " protesku tertahan saat ia membentangkan kertas polio berisikan 120 soal essay.

" baca,dan jangan banyak mengeluh! "

Aku menarik buku yang tadi kubaca dengan malas,sesaat kemudian aku berharap agar waktu berjalan dengan cepat.Kyungsoo kembali lagi.

" bahkan kau menambah 20 soal " desahku frustasi.

END